Sihar Sitorus: Dualisme Sepakbola Belum Selesai
Editor Bolanet | 14 Mei 2013 19:52
- Anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang mendapat sanksi Komisi Disiplin (Komdis) Sihar Sitorus, mengaku kecewa dengan sikap pengurus PSSI. Pemicunya, Sihar gagal menjalankan tugasnya sebagai Exco, akibat pintu utama PSSI yang dikunci dari dalam.
Padahal, kata Sihar, dirinya berencana menerima 14 caretaker Pengurus Provinsi (Pengprov) yang terus mencari pengakuan dari PSSI. Mereka yakni, Pengprov Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Kepulauan Riau, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.
Kalau kantor dikunci, bagaimana bisa menjalankan tugas. Saya ini masih menjabat sebagai Exco yang sah. Yang harus diketahui, PSSI adalah milik publik dan bukan milik sekelompok pengurus, katanya.
Penguncian kantor PSSI, menunjukkan sikap pengurus PSSI yang kekanak-kanakan. Mereka melecehkan dirinya sendiri dan terpenjara diri sendiri, sambungnya.
Kontan, Sihar menilai jika konflik dualisme di tubuh organisasi olahraga tertua di Indonesia tersebut, masih jauh dari kata selesai. Karena itu, dikatakan Sihar, pihaknya sudah melaporkan kondisi yang terjadi kepada FIFA.
Secara umum, kami menceritakan kejadian usai KLB PSSI pada 17 Maret lalu. Ini membuktikan, sikap dualisme bukan datang dari 6 Exco, tapi Exco lainnya. Dualisme yang kini terjadi, berbeda ketika tahun 2011. Yaitu, 7 lawan 4. Sekarang, 6 lawan 5. Tapi yang 6 malah mau ditiadakan, tukasnya.
Sementara itu, Pjs Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Tigor Shalomboboy, melaporkan Wakil Ketua Pengprov PSSI Jawa Timur, Cholid Goromah, Sekretaris Pengprov PSSI Lampung, Faisal Yusuf, Sihar Sitorus dan Bob Hippy ke Polda Metro Jaya, Selasa (14/5) petang. Keempatnya dilaporkan dengan pasal 335 KUHP, perbuatan tidak menyenangkan.
Kami tidak pernah menguncinya apalagi memberikan perintah untuk melakukan penguncian, kata Tigor.
Kami menilai, keempat oknum tersebut tidak memiliki etika, melanggar hukum, dan melanggar aturan organisasi PSSI. Kalau mereka merasa PSSI adalah rumahnya, seharusnya dijaga, pungkasnya. (esa/dzi)
Padahal, kata Sihar, dirinya berencana menerima 14 caretaker Pengurus Provinsi (Pengprov) yang terus mencari pengakuan dari PSSI. Mereka yakni, Pengprov Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Kepulauan Riau, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.
Kalau kantor dikunci, bagaimana bisa menjalankan tugas. Saya ini masih menjabat sebagai Exco yang sah. Yang harus diketahui, PSSI adalah milik publik dan bukan milik sekelompok pengurus, katanya.
Penguncian kantor PSSI, menunjukkan sikap pengurus PSSI yang kekanak-kanakan. Mereka melecehkan dirinya sendiri dan terpenjara diri sendiri, sambungnya.
Kontan, Sihar menilai jika konflik dualisme di tubuh organisasi olahraga tertua di Indonesia tersebut, masih jauh dari kata selesai. Karena itu, dikatakan Sihar, pihaknya sudah melaporkan kondisi yang terjadi kepada FIFA.
Secara umum, kami menceritakan kejadian usai KLB PSSI pada 17 Maret lalu. Ini membuktikan, sikap dualisme bukan datang dari 6 Exco, tapi Exco lainnya. Dualisme yang kini terjadi, berbeda ketika tahun 2011. Yaitu, 7 lawan 4. Sekarang, 6 lawan 5. Tapi yang 6 malah mau ditiadakan, tukasnya.
Sementara itu, Pjs Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Tigor Shalomboboy, melaporkan Wakil Ketua Pengprov PSSI Jawa Timur, Cholid Goromah, Sekretaris Pengprov PSSI Lampung, Faisal Yusuf, Sihar Sitorus dan Bob Hippy ke Polda Metro Jaya, Selasa (14/5) petang. Keempatnya dilaporkan dengan pasal 335 KUHP, perbuatan tidak menyenangkan.
Kami tidak pernah menguncinya apalagi memberikan perintah untuk melakukan penguncian, kata Tigor.
Kami menilai, keempat oknum tersebut tidak memiliki etika, melanggar hukum, dan melanggar aturan organisasi PSSI. Kalau mereka merasa PSSI adalah rumahnya, seharusnya dijaga, pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Andoni Iraola Puas Liverpool Singkirkan Chelsea, Soroti Performa Pemain Muda
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 10:23
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 29 Oktober 2026, 10:18
-
Rapor Pemain Juventus saat Kalah dari Genoa: Kesalahan Pierre Kalulu Berujung Petaka
Liga Italia 29 Oktober 2026, 09:18
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:56
-
Man of the Match Liverpool vs Chelsea: Morgan Rogers
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 07:38
-
Man of the Match Genoa vs Juventus: Tommaso Baldanzi
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:25
-
Man of the Match Bologna vs Milan: Samuel Mbangula
Liga Spanyol 29 Oktober 2026, 07:06
-
Hasil Drawing Perempat Final Carabao Cup: Ini Lawan Liverpool dan Manchester City
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 06:11
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18











