SOS Soroti Skor Mencolok Jelang Akhir Musim ISL
Editor Bolanet | 5 Juli 2013 18:00
- Pandangan publik sepakbola Indonesia dibuat terbelalak ketika Arema Indonesia menggulung PSPS Pekanbaru dengan skor 7-1 dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012-2013, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Kamis (4/7).
Gol bagi Singo Edan- julukan Arema- masing-masing dicetak Keith Kayamba Gumbs menit ke-44 dan 81, Greg Nwokolo menit ke-57, 77, 80, 83, dan Dendi Santoso menit ke-75. Skuad PSPS masih mempu memperkecil kedudukan melalui M Isnaini pada menit ke-53.
Sukses mengumpulkan 56 poin, membuat Arema naik ke peringkat kedua menggeser Persib Bandung, Sedangkan, M Isnaini dan kawan-kawan, berada di dasar klasemen dengan 17 poin.
Sebelumnya, Persib Bandung menghajar Persisam Samarinda dengan skor 4-1 dan Persipura Jayapura menggilas Persidafon Dafonsoro, 8-1, di Stadion Mandala, Jayapura, Rabu (3/7).
Aktivis Save Our Soccer (SOS) Apung Widadi, mengatakan jika ada yang tidak wajar dalam pesta gol tersebut. Dalam pandangannya, hal tersebut kerap terjadi menjelang akhir musim.
Banyak skor yang aneh, diduga diatur-atur. Pertama, karena beberapa tim akan berburu banyak gol untuk menaikkan peringkat, promosi dan lain-lainnya. Di antaranya, dengan cara melobi atau mengondisikan wasit dan tim lemah untuk kalah, katanya.
Kedua, bagi tim yang kalah ini menguntungkan, karena biasanya kapasitas keuangan mereka minim. Sehingga, mendapat suntikan dana segar bagi pemain dan ofisial untuk mengakhiri musim dengan tidak paceklik. Walau meraih hasil jelek, minimal mereka memiliki uang, sambungnya.
Lebih jauh dilanjutkannya, ada trend menarik di mana mafia judi bola dari Singapura dan Malaysia melihat pasar empuk di ISL maupun Indonesian Premier League (IPL). Sehingga, mafia tersebut langsung mengatur skor via manajer atau wasit di Indonesia.
Komisi Disiplin (Komdis) juga tidak lepas dari masalah sebab hanya mengambil posisi untung saja. Alih-alih menyelidiki dan menghukum, mereka justru bermain mata dengan mafia bola, dengan cara tidak menghukum atau minimal investigasi dugaan. Kalau dibiarkan, bisa jadi inilah kiamat sepak bola kita. Sebab, fairness dan sportivitas telah mati, pungkasnya. (esa/dzi)
Gol bagi Singo Edan- julukan Arema- masing-masing dicetak Keith Kayamba Gumbs menit ke-44 dan 81, Greg Nwokolo menit ke-57, 77, 80, 83, dan Dendi Santoso menit ke-75. Skuad PSPS masih mempu memperkecil kedudukan melalui M Isnaini pada menit ke-53.
Sukses mengumpulkan 56 poin, membuat Arema naik ke peringkat kedua menggeser Persib Bandung, Sedangkan, M Isnaini dan kawan-kawan, berada di dasar klasemen dengan 17 poin.
Sebelumnya, Persib Bandung menghajar Persisam Samarinda dengan skor 4-1 dan Persipura Jayapura menggilas Persidafon Dafonsoro, 8-1, di Stadion Mandala, Jayapura, Rabu (3/7).
Aktivis Save Our Soccer (SOS) Apung Widadi, mengatakan jika ada yang tidak wajar dalam pesta gol tersebut. Dalam pandangannya, hal tersebut kerap terjadi menjelang akhir musim.
Banyak skor yang aneh, diduga diatur-atur. Pertama, karena beberapa tim akan berburu banyak gol untuk menaikkan peringkat, promosi dan lain-lainnya. Di antaranya, dengan cara melobi atau mengondisikan wasit dan tim lemah untuk kalah, katanya.
Kedua, bagi tim yang kalah ini menguntungkan, karena biasanya kapasitas keuangan mereka minim. Sehingga, mendapat suntikan dana segar bagi pemain dan ofisial untuk mengakhiri musim dengan tidak paceklik. Walau meraih hasil jelek, minimal mereka memiliki uang, sambungnya.
Lebih jauh dilanjutkannya, ada trend menarik di mana mafia judi bola dari Singapura dan Malaysia melihat pasar empuk di ISL maupun Indonesian Premier League (IPL). Sehingga, mafia tersebut langsung mengatur skor via manajer atau wasit di Indonesia.
Komisi Disiplin (Komdis) juga tidak lepas dari masalah sebab hanya mengambil posisi untung saja. Alih-alih menyelidiki dan menghukum, mereka justru bermain mata dengan mafia bola, dengan cara tidak menghukum atau minimal investigasi dugaan. Kalau dibiarkan, bisa jadi inilah kiamat sepak bola kita. Sebab, fairness dan sportivitas telah mati, pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
SOS Minta PSSI Hukum PSS Sleman Secara Football Family
Bola Indonesia 23 April 2024, 23:48
-
SOS Sebut Championship Series di BRI Liga 1 2023/2024 Biang Pemborosan
Bola Indonesia 3 April 2024, 06:01
LATEST UPDATE
-
Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
Liga Italia 4 Juni 2026, 21:50
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47















