Surabaya Dipilih Bukan Karena Basis IPL
Editor Bolanet | 11 September 2012 17:53
- PSSI membantah kalau pemilihan Surabaya sebagai kota tempat berlangsungnya laga uji coba Timnas Indonesia melawan Vietnam adalah karena kota itu basis dari Indonesian Premier League (IPL).
Kota dari runner klub IPL musim lalu Persebaya Surabaya itu bisa memang bisa dibilang basis dari IPL. Ada banyak hal yang membuat Kota Pahlawan ini dipandang demikian. Di antaranya CEO Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), Widjajanto berasal dari Surabaya, serta Deputi Sekjen PSSI bidang Kompetisi, Saleh Ismail Mukadar juga merupakan Komisaris dari PT Persebaya. Ditambah pula, Bonekmania sang pendukung fanatik dikenal loyal dan sering memenuhi stadion.
Namun, semua itu dibantah oleh PSSI. Terlalu skeptis kalau kita memilih kota berdasarkan basis-basisan dan berbelok ke dualisme liga sekarang ini. Bukan karena itu!, tegas Plt (pelaksana tugas) Sekjen PSSI, Hadiyandra dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Majapahit Surabaya, Selasa (10/9).
Animo masyarakat Surabaya terhadap sepak bola tinggi. Panpel di sini juga sukses terus saat menjamu tim-tim dari luar negeri. Sarana dan prasarana juga mendukung, itu alasannya jelasnya.
Saleh Mukadar yang duduk di samping Hadiyandra menambahkan kalau PSSI tak pernah melihat kota itu bercokol klub Indonesia Super League (ISL) atau Indonesian Premier League (IPL) saat memutuskan menggelar sebuah pertandingan atau turnamen di daerah. Seperti halnya saat mereka memilih Pekanbaru sebagai tempat berlangsungnya babak kualifikasi Piala Asia AFF U-22 lalu.
Buktinya Piala Asia lalu kita taruh di Pekanbaru. Di sana ada PSPS yang mainnya di ISL, tandasnya. (fjr/dzi)
Kota dari runner klub IPL musim lalu Persebaya Surabaya itu bisa memang bisa dibilang basis dari IPL. Ada banyak hal yang membuat Kota Pahlawan ini dipandang demikian. Di antaranya CEO Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), Widjajanto berasal dari Surabaya, serta Deputi Sekjen PSSI bidang Kompetisi, Saleh Ismail Mukadar juga merupakan Komisaris dari PT Persebaya. Ditambah pula, Bonekmania sang pendukung fanatik dikenal loyal dan sering memenuhi stadion.
Namun, semua itu dibantah oleh PSSI. Terlalu skeptis kalau kita memilih kota berdasarkan basis-basisan dan berbelok ke dualisme liga sekarang ini. Bukan karena itu!, tegas Plt (pelaksana tugas) Sekjen PSSI, Hadiyandra dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Majapahit Surabaya, Selasa (10/9).
Animo masyarakat Surabaya terhadap sepak bola tinggi. Panpel di sini juga sukses terus saat menjamu tim-tim dari luar negeri. Sarana dan prasarana juga mendukung, itu alasannya jelasnya.
Saleh Mukadar yang duduk di samping Hadiyandra menambahkan kalau PSSI tak pernah melihat kota itu bercokol klub Indonesia Super League (ISL) atau Indonesian Premier League (IPL) saat memutuskan menggelar sebuah pertandingan atau turnamen di daerah. Seperti halnya saat mereka memilih Pekanbaru sebagai tempat berlangsungnya babak kualifikasi Piala Asia AFF U-22 lalu.
Buktinya Piala Asia lalu kita taruh di Pekanbaru. Di sana ada PSPS yang mainnya di ISL, tandasnya. (fjr/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Lamine Yamal Raih Pemain Terbaik La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:05
-
Agen Jurgen Klopp Buka Suara soal Rumor ke Real Madrid
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47


















