Tapak Tilas Kurniawan DY di Italia: Dulu Pemain di Sampdoria, Kini Pelatih di Como
Asad Arifin | 14 Januari 2022 15:31
Bola.net - Kurniawan Dwi Yulianto dalam waktu dekat akan menorehkan catatan baru dalam karier sepakbolanya. Sebab, dia akan terbang ke Italia untuk menjadi pelatih klub Serie B yakni Como.
Bagi pria kelahiran 13 Juli 1976 ini, berkiprah di Eropa, khususnya di Negeri Pizza merupakan kesempatan kedua dalam perjalanan panjang kariernya di sepak bola.
Menurut Kurniawan, ia sudah dihubungi pihak Como sejak masih menjadi pelatih tim Liga Malaysia, Sabah FA.
"Enggak kebayang, enggak punya mimpi juga. Tahun lalu saat mereka promosi ke Serie B, saya dihubungi Pak Mirwan dari Mola yang minta saya gabung karena mau pelatih dari Indonesia untuk jadi asisten," ungkap Kurniawan
"Jujur, saya mau belajar banyak. Bagi saya pengalaman adalah nilai plus dalam sepak bola," kata Kurniawan Dwi Yulianto kepada Akurasi TV.
Rekam Jejak Kurniawan di Eropa
Layaknya pesepak bola lainnya, perjalanan karier Kurniawan Dwi Yulianto juga mengalami pasang surut.
Saat berguru di Italia bersama PSSI Primavera pada 1993, Kurniawan digadang-gadang jadi simbol kebangkitan sepak bola Indonesia. Penampilannya di kompetisi Primavera yang dijadikan tolak ukur pemain muda Italia terbilang lumayan.
Pada musim pertamanya, ia masuk dalam daftar top skorer kompetisi. Hasil yang membuatnya masuk dalam radar tim pelatih Sampdoria, klub elite di Italia ketika itu.
Pada 1995, berdasarkan rekomendasi Sampdoria, Kuniawan bergabung FC Luzern, klub yang berlaga di kompetisi kasta tertinggi Swiss. Ia dinilai butuh jam terbang untuk mematangkan kemampuannya.
Pemain di Sampdoria
Apalagi lini depan sudah dihuni Roberto Mancini, Enrico Chiesa dan Filippo Maniero. Kprah Kurniawan dalam semusim bersama FC Luzern terbilang lumayan untuk usianya yang belum genap 19 tahun saat itu.
Ia tercatat tampil delapan kali di level senior. Ia pun kerap jadi pemain utama pada kompetisi U-19 Swiss. Pria yang biasa dipanggil Si Kurus ini disebut pernah tampil bersama FC Luzern di Piala Intertoto, ajang yang merupakan kualifikasi Piala UEFA.
Sayangnya di pengujung kompetisi, penampilan Kurniawan menurun karena akumulasi masalah yang menderanya, di antaranya cedera dan pergaulan yang salah.
Selepas dari FC Luzern, Kurniawan sempat mengikuti latihan pramusim Sampdoria pada 1996. Tapi, ia tiba-tiba memutuskan pulang ke Indonesia.
Disadur dari Bola.com: Abdi Satria/Wiwig Prayugi, 14 Januari 2021
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- Live Streaming BRI Liga 1 di Indosiar dan Vidio: Madura United vs Bhayangkara FC
- Live Streaming BRI Liga 1 di Vidio: Persik vs Persikabo 1973
- Adilson Maringa 'Hilang' Saat Arema FC Tundukkan PSS Sleman, ke Mana?
- Peluang Transfer Alfeandra Dewangga ke Jeonnam Dragons Masih Tertutup
- Mengenal Arsenio Valpoort: Bomber Baru Persebaya yang Pernah Satu Tim dengan Hakim Ziyech
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cesc Fabregas: AC Milan Memang Layak Kalahkan Como!
Liga Italia 16 Januari 2026, 09:16
-
Bekuk Como, Massimiliano Allegri Jelaskan Perubahan Taktik AC Milan
Liga Inggris 16 Januari 2026, 07:49
-
Rapor Pemain Milan vs Como: Maignan Jadi Tembok, Rabiot Mematikan!
Liga Italia 16 Januari 2026, 07:44
-
Man of the Match Como vs Milan: Adrien Rabiot
Liga Italia 16 Januari 2026, 07:11
-
Hasil Como vs Milan: Brace Adrien Rabiot Bungkam Agresivitas Tim Tuan Rumah
Liga Italia 16 Januari 2026, 05:11
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




