'Terganjalnya Pro Duta dan Persepar Tak Semata Karena Faktor Teknis'
Editor Bolanet | 13 Desember 2013 18:28
- Keputusan PSSI, tidak meloloskan Palangkaraya dan Pro Duta FC, telah diprediksi sebelumnya oleh pengamat sepakbola Tondo Widodo. Menurutnya, terganjalnya dua klub tersebut tak murni karena faktor teknis, tak memadainya infrastruktur, seperti yang dijadikan alasan oleh PSSI.
Persepar dan Pro Duta adalah klub-klub yang paling depan dalam mendukung kompetisi Indonesian Premier League agar tetap berjalan. Selain itu, dua klub tersebut identik dengan Tuty Dau dan Sihar Sitorus, dua mantan anggota Komite Eksekutif PSSI, yang berseberangan dengan kepengurusan saat ini, papar Tondo, pada .
Tuty Dau dan Sihar Sitorus kan masih melawan kepengurusan PSSI saat ini dengan membawanya ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), sambung mantan Deputi Sekretaris Jenderal PSSI tersebut.
Lebih lanjut, Tondo mengaku tak percaya dengan alasan PSSI bahwa pencoretan dua klub tersebut karena tak memadainya infrastruktur mereka. Menurut Tondo, banyak klub lain -yang masalahnya lebih berat dari Pro Duta dan Persepar- yang tetap diloloskan, meski disebut bersifat sementara, oleh PSSI, .
Lalu, kenapa klub-klub yang masih menunggak gaji pemain masih diberi kesempatan lolos? Menurut saya, ini merupakan sebuah pembalasan dendam pada klub-klub tersebut, tandasnya. (den/dzi)
Persepar dan Pro Duta adalah klub-klub yang paling depan dalam mendukung kompetisi Indonesian Premier League agar tetap berjalan. Selain itu, dua klub tersebut identik dengan Tuty Dau dan Sihar Sitorus, dua mantan anggota Komite Eksekutif PSSI, yang berseberangan dengan kepengurusan saat ini, papar Tondo, pada .
Tuty Dau dan Sihar Sitorus kan masih melawan kepengurusan PSSI saat ini dengan membawanya ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), sambung mantan Deputi Sekretaris Jenderal PSSI tersebut.
Lebih lanjut, Tondo mengaku tak percaya dengan alasan PSSI bahwa pencoretan dua klub tersebut karena tak memadainya infrastruktur mereka. Menurut Tondo, banyak klub lain -yang masalahnya lebih berat dari Pro Duta dan Persepar- yang tetap diloloskan, meski disebut bersifat sementara, oleh PSSI, .
Lalu, kenapa klub-klub yang masih menunggak gaji pemain masih diberi kesempatan lolos? Menurut saya, ini merupakan sebuah pembalasan dendam pada klub-klub tersebut, tandasnya. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Surabaya United Keberatan ISL Digelar April
Bola Indonesia 16 Maret 2016, 14:32
-
Terancam Tanpa Pemain ISL, Tim PON Jatim Pusing
Bola Indonesia 12 Februari 2016, 13:31
-
Gantikan ISL, Indonesia Super Competition Akan Digelar
Bola Indonesia 16 Januari 2016, 19:00
-
La Nyalla Hadiri Pertemuan PT Liga Dengan Klub ISL
Bola Indonesia 16 Januari 2016, 17:44
-
Sukses Gelar Piala Presiden, Saatnya Mahaka Jadi Operator Liga?
Editorial 21 Oktober 2015, 11:59
LATEST UPDATE
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday
Tim Nasional 5 Juni 2026, 19:01
-
Nonton Live Streaming FIFA Matchday 2026: Indonesia vs Oman
Tim Nasional 5 Juni 2026, 18:15
-
Link Live Streaming FIFA Matchday: Timnas Indonesia vs Oman
Tim Nasional 5 Juni 2026, 18:01
-
Prediksi Argentina vs Honduras 7 Juni 2026
Piala Dunia 5 Juni 2026, 17:30
-
Prediksi Curacao vs Aruba 7 Juni 2026
Piala Dunia 5 Juni 2026, 17:01
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47









