Terlibat Skandal Suap, Ini Kronologis Penangkapan Johan Ibo
Editor Bolanet | 8 April 2015 10:56
- Tertangkapnya Johan Ibo saat mencoba untuk menyuap pemain Pusamania Borneo FC agar memenangkan , seolah membuka tabir bagaimana sepakbola Indonesia masih dibayang-bayangi atmosfer suap dan judi. Lalu bagaimanakah kronologi penangkapan eks Persebaya dan Arema ini?
Menurut cerita dari manajer Borneo FC, Danri Dauri, awalnya Johan Ibo mengirimkan pesan pendek kepada tiga pemain Borneo FC. Ketiganya diminta untuk memenangkan Persebaya dalam laga QNB League 2015, Rabu (8/4) ini di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
Tak sekadar mengirimkan pesan, Selasa (7/4) sore Johan juga mendatangi langsung tiga pemain itu di Hotel Inna Simpang, tempat Borneo FC menginap. Saya tak curiga. Sebab saya kira dia datang ke sini untuk silaturrahmi, sebut Danri.
Dua dari tiga pemain yang coba disuap akhirnya melapor ke manajemen. Lalu dirancanglah sebuah perangkap untuk memancing pemain binaan Pelita Jaya tersebut. Sebuah kesepakatan terjalin. Pertemuan tahap kedua dilakukan di salah satu restoran cepat saji di pusat Surabaya.
Selasa pukul 21.00 WIB, pertemuan itu akhirnya terjadi. Johan datang ditemani pemain asing asal Mali bernama Sylla Mbamba. Mungkin dia kaget karena yang ditemui bukan hanya tiga pemain Borneo FC, melainkan beberapa wakil manajemen dan offisial tim.
Danri sempat bertanya soal penyuapan yang coba dilakukannya, tapi Johan sempat membantah. Dia langsung melawan kami, urai Danri. Tapi karena kalah jumlah, Johan terkapar. Ia langsung dibawa ke Mapolsek Gubeng. Sedangkan Mbamba kabur.
Saat diperjalanan menuju Mapolsek, Johan mengakui perbuatannya, ungkap Danri. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan pertanyaan polisi di SPKT Polsek Genteng, kasus Johan dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya. [initial]
(faw/pra)
Menurut cerita dari manajer Borneo FC, Danri Dauri, awalnya Johan Ibo mengirimkan pesan pendek kepada tiga pemain Borneo FC. Ketiganya diminta untuk memenangkan Persebaya dalam laga QNB League 2015, Rabu (8/4) ini di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
Tak sekadar mengirimkan pesan, Selasa (7/4) sore Johan juga mendatangi langsung tiga pemain itu di Hotel Inna Simpang, tempat Borneo FC menginap. Saya tak curiga. Sebab saya kira dia datang ke sini untuk silaturrahmi, sebut Danri.
Dua dari tiga pemain yang coba disuap akhirnya melapor ke manajemen. Lalu dirancanglah sebuah perangkap untuk memancing pemain binaan Pelita Jaya tersebut. Sebuah kesepakatan terjalin. Pertemuan tahap kedua dilakukan di salah satu restoran cepat saji di pusat Surabaya.
Selasa pukul 21.00 WIB, pertemuan itu akhirnya terjadi. Johan datang ditemani pemain asing asal Mali bernama Sylla Mbamba. Mungkin dia kaget karena yang ditemui bukan hanya tiga pemain Borneo FC, melainkan beberapa wakil manajemen dan offisial tim.
Danri sempat bertanya soal penyuapan yang coba dilakukannya, tapi Johan sempat membantah. Dia langsung melawan kami, urai Danri. Tapi karena kalah jumlah, Johan terkapar. Ia langsung dibawa ke Mapolsek Gubeng. Sedangkan Mbamba kabur.
Saat diperjalanan menuju Mapolsek, Johan mengakui perbuatannya, ungkap Danri. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan pertanyaan polisi di SPKT Polsek Genteng, kasus Johan dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nonton Live Streaming BRI Super League: Persija Jakarta vs Persebaya
Bola Indonesia 11 April 2026, 15:14
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Persik 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:30
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs Bali United 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:20
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persebaya 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:08
-
Presiden Real Madrid Pasang Badan untuk Vinicius Junior di Tengah Kritik
Liga Spanyol 22 April 2026, 18:45
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37















