Tim Transisi Tampik Tudingan Piala Kemerdekaan Tercemar Match Fixing
Editor Bolanet | 25 Agustus 2015 17:44
- Tim Transisi menampik tudingan mantan Pelatih Persipur Purwodadi yang mengatakan jika mafia match fixing telah beraksi pada turnamen Piala Kemerdekaan. Mereka juga menyebut telah melakukan antisipasi untuk mencegah turnamen ini dimasuki kaki tangan mafia.
Tim Transisi Tata Kelola Sepakbola Nasional telah melakukan investigasi pada pertandingan-pertandingan lanjutan Turnamen Piala Kemerdekaan 2015. Dari hasil investigasi tersebut, tidak ada indikasi match fixing, tulis Tim Transisi melalui rilis yang diterima Bola.net, Selasa (25/08).
Tim Transisi telah mengantisipasi agar tidak terjadi pengaturan skor (match fixing) dengan melakukan penandatangan pakta integritas bersama manajer klub, wasit dan perangkat pertandingan. Kami yakin bahwa seluruh manajer klub, wasit dan perangkat pertandingan sangat berkomitmen terhadap kesepakatan tersebut, sambung mereka.
Sebelumnya, Gunawan menuding kaki tangan mafia match fixing sudah mulai masuk ke Piala Kemerdekaan. Hal ini diungkapkannya di hadapan Komdis PSSI, Senin (24/08) siang.
Selain bercerita soal bagaimana praktek match fixing di kompetisi Divisi Utama 2013, coach Gunawan menjelaskan bahwa bandar-bandar judi yang mengatur pertandingan sudah ada di Piala Kemerdekaan. Dia mengaku di beberapa grup turnamen tersebut sudah dimasuki oleh bandar-bandar tersebut dan Gunawan siap membeberkan semua ini, kata Ketua Komdis PSSI, Ahmad Yulianto.
Lebih lanjut, Tim Transisi menantang Gunawan untuk membuktikan tudingannya. Apabila ia tidak bisa membuktikan tuduhannya, Tim Transisi akan membawa hal ini ke jalur hukum.
Kami Tim Transisi Tata kelola Sepakbola Nasional meminta kepada Gunawan untuk segera melaporkan ke Bareskrim perihal dugaan adanya match fixing. Apabila Gunawan tidak melaporkan ke Bareskrim 2x24 jam, maka kami akan melaporkan Gunawan sebagai pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Tim Transisi, tegas mereka.[initial]
(den/yp)
Tim Transisi Tata Kelola Sepakbola Nasional telah melakukan investigasi pada pertandingan-pertandingan lanjutan Turnamen Piala Kemerdekaan 2015. Dari hasil investigasi tersebut, tidak ada indikasi match fixing, tulis Tim Transisi melalui rilis yang diterima Bola.net, Selasa (25/08).
Tim Transisi telah mengantisipasi agar tidak terjadi pengaturan skor (match fixing) dengan melakukan penandatangan pakta integritas bersama manajer klub, wasit dan perangkat pertandingan. Kami yakin bahwa seluruh manajer klub, wasit dan perangkat pertandingan sangat berkomitmen terhadap kesepakatan tersebut, sambung mereka.
Sebelumnya, Gunawan menuding kaki tangan mafia match fixing sudah mulai masuk ke Piala Kemerdekaan. Hal ini diungkapkannya di hadapan Komdis PSSI, Senin (24/08) siang.
Selain bercerita soal bagaimana praktek match fixing di kompetisi Divisi Utama 2013, coach Gunawan menjelaskan bahwa bandar-bandar judi yang mengatur pertandingan sudah ada di Piala Kemerdekaan. Dia mengaku di beberapa grup turnamen tersebut sudah dimasuki oleh bandar-bandar tersebut dan Gunawan siap membeberkan semua ini, kata Ketua Komdis PSSI, Ahmad Yulianto.
Lebih lanjut, Tim Transisi menantang Gunawan untuk membuktikan tudingannya. Apabila ia tidak bisa membuktikan tuduhannya, Tim Transisi akan membawa hal ini ke jalur hukum.
Kami Tim Transisi Tata kelola Sepakbola Nasional meminta kepada Gunawan untuk segera melaporkan ke Bareskrim perihal dugaan adanya match fixing. Apabila Gunawan tidak melaporkan ke Bareskrim 2x24 jam, maka kami akan melaporkan Gunawan sebagai pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Tim Transisi, tegas mereka.[initial]
(den/yp)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Timnas Indonesia U-17 vs Uzbekistan: Dimas Adi Prasetyo
Tim Nasional 15 Agustus 2025, 22:22
-
Man of the Match Timnas Indonesia U-17 vs Tajikistan: Mathew Baker
Tim Nasional 12 Agustus 2025, 22:27
LATEST UPDATE
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





