Tondo Widodo: Task Force AFC Hanya Bahas Dualisme Kompetisi
Editor Bolanet | 15 Mei 2012 12:39
- Meski sejauh ini hasil kerja Task Force AFC belum bisa diketahui, hampir bisa dipastikan rekomendasi mereka tidak akan lebih dari penyelesaian dualisme kompetisi di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PSSI, Tondo Widodo.
Menurut Tondo, indikasi dari keyakinannya tersebut bisa dilihat dari materi pembicaraan yang terjadi kala Task Force AFC mengundang delegasi PSSI dan PT. Liga Indonesia, beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan itu, yang dibicarakan hanyalah masalah penyelesaian dualisme liga di Indonesia. Tidak pernah ada pembicaraan mengenai hal-hal lain, termasuk penggantian Djohar Arifin, seperti yang dihembuskan belakangan ini, ungkap Tondo pada .
Tondo menambahkan, indikasi lain dari pernyataannya itu juga bisa dilihat dari pihak-pihak yang diundang oleh Satgas AFC di pertemuan itu. Yang mereka undang adalah PSSI dan PT. Liga Indonesia, sebagai penyelenggara breakaway league. Mereka tidak mengundang KPSI, karena mereka memang tidak mengenal KPSI, sambungnya.
Ini adalah salah satu bukti bahwa pembicaraan berfokus pada kompetisi, dan bukan federasi.
Lebih lanjut, Tondo mengatakan bahwa keberadaan Task Force AFC sendiri merupakan bukti bahwa legitimasi PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin.
Kita harus ingat kronologis hadirnya Satgas AFC ini. Mereka hadir setelah AFC mendengar dan menyetujui lima usulan penyelesaian dualisme kompetisi, yang dirumuskan di Kongres Palangkaraya. Setelah itu, AFC berhasil melobi FIFA untuk menghalangi jatuhnya sanksi pada kita. Apabila mereka tidak lagi mempercayai kita, sanksi FIFA sudah jatuh dari beberapa waktu lalu, tegasnya. (den/end)
Menurut Tondo, indikasi dari keyakinannya tersebut bisa dilihat dari materi pembicaraan yang terjadi kala Task Force AFC mengundang delegasi PSSI dan PT. Liga Indonesia, beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan itu, yang dibicarakan hanyalah masalah penyelesaian dualisme liga di Indonesia. Tidak pernah ada pembicaraan mengenai hal-hal lain, termasuk penggantian Djohar Arifin, seperti yang dihembuskan belakangan ini, ungkap Tondo pada .
Tondo menambahkan, indikasi lain dari pernyataannya itu juga bisa dilihat dari pihak-pihak yang diundang oleh Satgas AFC di pertemuan itu. Yang mereka undang adalah PSSI dan PT. Liga Indonesia, sebagai penyelenggara breakaway league. Mereka tidak mengundang KPSI, karena mereka memang tidak mengenal KPSI, sambungnya.
Ini adalah salah satu bukti bahwa pembicaraan berfokus pada kompetisi, dan bukan federasi.
Lebih lanjut, Tondo mengatakan bahwa keberadaan Task Force AFC sendiri merupakan bukti bahwa legitimasi PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin.
Kita harus ingat kronologis hadirnya Satgas AFC ini. Mereka hadir setelah AFC mendengar dan menyetujui lima usulan penyelesaian dualisme kompetisi, yang dirumuskan di Kongres Palangkaraya. Setelah itu, AFC berhasil melobi FIFA untuk menghalangi jatuhnya sanksi pada kita. Apabila mereka tidak lagi mempercayai kita, sanksi FIFA sudah jatuh dari beberapa waktu lalu, tegasnya. (den/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Ekuador vs Curacao
Piala Dunia 21 Juni 2026, 03:14
-
Klasemen F Piala Dunia 2026: Belanda Naik ke Puncak Usai Hancurkan Swedia
Piala Dunia 21 Juni 2026, 03:03
-
Arda Guler Akui Malu Usai Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 03:01
-
Martin Zubimendi Bela Lini Tengah Spanyol Usai Dikritik Main Lambat
Piala Dunia 21 Juni 2026, 02:31
-
Man of the Match Belanda vs Swedia: Cody Gakpo
Piala Dunia 21 Juni 2026, 02:10
-
Kabar Baik untuk Brasil, Cedera Raphinha Diprediksi Tidak Serius
Piala Dunia 21 Juni 2026, 02:01
-
Zlatan Ibrahimovic Yakin Amerika Serikat Mampu Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 00:31
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Jerman vs Pantai Gading
Piala Dunia 21 Juni 2026, 00:08
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28













