Usung Tema 'The Royal Succession', PSIM Yogyakarta Luncurkan Jersey Musim 2023/2024
Asad Arifin | 28 Agustus 2023 08:06
Bola.net - PSIM Yogyakarta menatap Liga 2 2023/2024 dengan semangat baru. Laskar Mataram baru saja merilis jersey baru dengan tema 'The Royal Succession' pada Minggu 27 Agustus 2023 kemarin.
Sesi peluncuran tim dan jersey digelar sebelum pertandingan persahabatan antara PSIM Yogyakarta melawan Persekat Tegal.
Semua pemain PSIM diperkenalkan di hadapan ribuan suporter yang hadir memenuhi stadion yang terletak di Jl. Kemuning, Semaki, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta tersebut.
Total ada 24 penggawa Laskar Mataram yang diperkenalkan, termasuk dua pemain asing, yakni Aleksandar Rakic dan Andreas Esswein.
Sementara pemain PSIM Yogyakarta lain ada Bhudiar Riza, Wahyu Tri Nugroho, Bryan Cesar, Hariono, Dias Angga Putra, Hendra Wijaya, I Nyoman Sukarja, Jajang Sukmara, Ari Maring, Joko Supriyanto, Achmad Faris, Vengko Armedya, Indra Setiawan, dan Purwaka Yudi.
Kemudian ada pula Ilham Syafri Noer, Hapidin, Sendri Johansah, Ghulam Fatkur, Sugiyanto Baitul Rohman, Savio Sheva, Yudha Alkanza, dan Andriyansyah.
Kesiapan Bersaing di Liga 2

Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, menyatakan Laskar Mataram siap mengarungi kompetisi Liga 2 2023/2024.
Dia berharap para pemain musim ini dapat membawa Laskar Mataram terbang tinggi mencapai target promosi yang dicanangkan.
"Hari ini kami memperkenalkan skuad istimewa kami, perwujudan dari berjam-jam latihan, dedikasi, dan upaya tanpa henti dalam mencapai kesempurnaan. Saat kami bersiap menghadapi Liga 2 2023, kami melakukannya dengan dukungan yang tak tergoyahkan dari setiap orang yang hadir di sini hari ini," ujar Liana.
"Namun, ini bukan hanya tentang para pemain di lapangan tapi tentang nilai-nilai yang mereka wakili. Integritas, semangat kerja sama, ketangguhan di tengah tantangan, dan rasa persaudaraan yang mengikat. Mereka mencerminkan karakter kota kami Yogyakarta dan aspirasi yang kami miliki untuk masa depannya," sambungnya.
Tema 'The Royal Succession'

Jersey kandang PSIM Yogyakarta masih dominan warna biru sesuai nuansa kebesaran tim berlogo Tugu Pal Putih itu. Adapun warna putih diaplikasikan pada kerah dan lengan.
Corak budaya klasik juga disematkan pada jersey ini. Di bagian kerah, ada emboss motif batik parang yang selama ini menjadi motif khas Laskar Mataram. Beberapa ornamen budaya seperti gamelan, mahkota, dan sulur makin menambah kesan elegan jersey PSIM.
Sementara jersey tandang berwarna putih dengan sedikit sentuhan biru. Motif batik parang tetap disisipkan dengan emboss di ujung lengan dan sablon bagian samping.
Untuk penjaga gawang, PSIM memilih oranye dan hitam dengan motif batik parang yang tersemat di bagian depan mulai dari dada hingga bawah. Secara keseluruhan jersey yang dikenalkan ini memberikan unsur budaya lokal Yogyakarta.
Sebagai daerah yang terkenal akan budayanya, PSIM Jogja turut mendukung pelestarian budaya. Motif klasik dengan gaya modern yang khas menggambarkan kesuksesan masa depan.
"Jersey ini simbol identitas kami. Dengan bangga, kami mengungkap jersey yang akan dikenakan oleh para pemain kami dengan mengusung tema sebuah jersey klasik simbol penghormatan kepada kekayaan sejarah dan budaya daerah," papar Liana Tasno.
"Adaptasi dari 1996 dan adaptasi dari sebuah ornamen kekayaan budaya daerah yang dimiliki dengan gaya modern yang khas, menggambarkan kesuksesan dan kehormatan. Jersey ini bukan hanya mewakili klub, tetapi juga hati Yogyakarta. Jersey ini melambangkan persatuan kami, tekad kami, dan komitmen kami untuk mencapai keunggulan," tambah dia.
PSIM Punya 9 Sponsor
Selain merilis skuad dan jersey, sebelumnya PSIM Yogyakarta juga memperkenalkan sembilan mitra sponsornya, di antaranya Grab, Nex Parabola, Tolak Angin, Extra Joss, Super Soccer, Le Minerale, Seven Stars, Sunpride, Bola.com, dan Bola.net.
Adapun empat sponsor di antaranya tertempel di jersey Laskar Mataram, yakni Grab sebagai sponsor utama, kemudian Nex Parabola di bagian dada serta Tolak Angin dan Extra Joss di bagian belakang jersey.
Disadur dari Bola.com: Ana Dewi/Benediktus Gerendo, 27 Agustus 2023
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- Nasib Terkini Andik Vermansah: Batal Gabung Klub Malaysia, Direkrut Klub Liga 2 Persiraja Banda Aceh
- Jelang Liga 2, PSIM Yogyakarta Segera Gelar Launching Tim dan Ajukan Mandala Krida Sebagai Homebase
- PSIM Yogyakarta Rekrut Gelandang Asal Filipina, Andreas Esswein Jelang Liga 2 2023-2024
- Kondisi Miris Persipura Jayapura Jelang Liga 2 2023/2024: Berlatih Tanpa Jersey dan Pelatih Kepala
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi BRI Super League: PSIM Yogyakarta vs PSBS Biak 29 Desember 2025
Bola Indonesia 28 Desember 2025, 12:14
-
PSIM Yogyakarta: Pemain Cadangan Faktor X Penyelamat Poin Berharga di BRI Super League
Bola Indonesia 24 Desember 2025, 17:14
LATEST UPDATE
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Prediksi Slavia Praha vs Barcelona 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 17:00
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06










