Wapres FIFA Ingin Sepakbola Indonesia Bebas Unsur Politik
Editor Bolanet | 18 Desember 2012 11:06
- Sengkarut sepakbola Indonesia akan lebih mudah terselesaikan jika tidak dicampuri urusan politik. Pendapat ini dikemukakan oleh Wakil Presiden FIFA, Pangeran Ali bin Al-Hussein melalui akun twitter miliknya.
Menurut Pangeran Ali, PSSI tidak boleh berleha-leha setelah FIFA memutuskan untuk tidak memberikan sanksi. FIFA masih memberi kesempatan kepada PSSI untuk segera membenahi kisruh sepakbola Indonesia hingga tenggat waktu baru, 30 Maret 2013 mendatang.
FIFA memutuskan untuk memberikan PSSI perpanjangan (deadline) dan kami harap ada hasil terbaik demi kepentingan sepakbola Indonesia, tulis Pangeran Ali dalam akun Twitter pribadinya.
Penting sekali bagi kita untuk menyingkirkan politik dari sepakbola, Pangeran Ali melanjutkan kicauannya.
Sebelumnya, dalam sidang Komite Eksekutif FIFA di Tokyo, Jumat (14/12), FIFA memutuskan bahwa Indonesia mendapat tambahan waktu untuk menyelesaikan sengkarut sepakbola Indonesia. Permasalahan ini baru akan kembali dibahas dalam rapat Komite Eksekutif FIFA, 20-21 Maret 2013 mendatang.
Lebih lanjut, Presiden FIFA, Sepp Blatter menyebut bahwa institusi yang dia pimpin tak akan berpangku tangan saja dalam menyikapi permasalahan Indonesia. Mereka, sambung Blatter, akan membantu Indonesia.
Kami di sini bukan untuk menghentikan federasi dalam memainkan sepakbola. Kami di sini untuk membantu mereka. Mereka memiliki kesempatan terakhir selama tiga bulan untuk memperbaiki hal ini. Saya yakin mereka akan membenahi permasalahan ini. Jika tidak, mereka akan menghadapi konsekuensinya, tegas Blatter.
(den/mac)
Menurut Pangeran Ali, PSSI tidak boleh berleha-leha setelah FIFA memutuskan untuk tidak memberikan sanksi. FIFA masih memberi kesempatan kepada PSSI untuk segera membenahi kisruh sepakbola Indonesia hingga tenggat waktu baru, 30 Maret 2013 mendatang.
FIFA memutuskan untuk memberikan PSSI perpanjangan (deadline) dan kami harap ada hasil terbaik demi kepentingan sepakbola Indonesia, tulis Pangeran Ali dalam akun Twitter pribadinya.
Penting sekali bagi kita untuk menyingkirkan politik dari sepakbola, Pangeran Ali melanjutkan kicauannya.
Sebelumnya, dalam sidang Komite Eksekutif FIFA di Tokyo, Jumat (14/12), FIFA memutuskan bahwa Indonesia mendapat tambahan waktu untuk menyelesaikan sengkarut sepakbola Indonesia. Permasalahan ini baru akan kembali dibahas dalam rapat Komite Eksekutif FIFA, 20-21 Maret 2013 mendatang.
Lebih lanjut, Presiden FIFA, Sepp Blatter menyebut bahwa institusi yang dia pimpin tak akan berpangku tangan saja dalam menyikapi permasalahan Indonesia. Mereka, sambung Blatter, akan membantu Indonesia.
Kami di sini bukan untuk menghentikan federasi dalam memainkan sepakbola. Kami di sini untuk membantu mereka. Mereka memiliki kesempatan terakhir selama tiga bulan untuk memperbaiki hal ini. Saya yakin mereka akan membenahi permasalahan ini. Jika tidak, mereka akan menghadapi konsekuensinya, tegas Blatter.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Rating dan Share Piala Presiden 2026 Melonjak, Final Diprediksi Pecahkan Rekor
Bola Indonesia 6 Agustus 2026, 00:35
-
Balsa Sekulic Bidik Gelar Perdana di Final Piala Presiden 2026
Bola Indonesia 5 Agustus 2026, 23:37
-
Victor Osimhen Ditawarkan ke Atletico Madrid
Liga Spanyol 5 Agustus 2026, 21:23
-
Fenomena Unik: 9 Manajer Baru Bersaing di Premier League 2026/2027, 5 Debutan!
Liga Inggris 5 Agustus 2026, 19:42
-
Lamine Yamal Beri Sinyal Dukung Barcelona Rekrut Julian Alvarez
Liga Spanyol 5 Agustus 2026, 19:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16












