13 Tahun Bersama Sir Alex Ferguson, Ryan Giggs Malah Belajar Banyak dari Louis Van Gaal
Yaumil Azis | 8 Juni 2020 11:04
Bola.net - Ryan Giggs menghabiskan 13 tahun karirnya sebagai pemain profesional di bawah asuhan Sir Alex Ferguson. Tapi ia justru mendapatkan pelajaran berharga soal ilmu kepelatihan saat Manchester United ditukangi Louis Van Gaal.
Seperti yang diketahui, pria berkebangsaan Wales tersebut menembus skuat inti Manchester United pada tahun 1990. Ia tidak pernah berganti seragam sampai memutuskan untuk pensiun pada tahun 2014.
Tak lama setelah pensiun, Giggs sempat diangkat sebagai pelatih interim untuk menggantikan David Moyes. Sampai kemudian Van Gaal datang dan menggesernya jadi asisten pelatih.
Kebersamaan Manchester United dengan Van Gaal sendiri hanya bertahan selama dua musim saja. Setelah melepaskan diri dari the Red Devils, Giggs pindah ke Timnas Wales untuk melangsungkan karirnya sebagai pelatih kepala.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Dapat Ilmu Berharga dari Van Gaal
Saat di Manchester United, Van Gaal kerap dikritik karena pemilihan strategi yang kerap memberikan hasil buruk. Tetapi, Giggs justru mendapatkan banyak pelajaran soal kepelatihan darinya ketimbang Ferguson.
"Anda tidak tahu apa yang pelatih lihat dalam video. Pemain mendapatkan tujuh atau delapan menit untuk melihat lawan, namun staf pelatih menonton [video] selama berjam-jam," ujar Giggs dalam Manchester United Podcast.
"Jadi itu benar-benar berbeda, meski anda bekerja di bawah seorang pelatih untuk waktu yang lama. Saya mengambil sisi manajerial dan hal yang berbeda dari apa yang dilakukan Sir Alex,"
"Sementara itu, dengan Louis saya melihat secara langsung sistem yang berbeda, mengapa anda memainkan sistem yang berbeda, alasan untuk ini dan itu, sungguh pengalaman yang sangat bagus," lanjutnya.
Pengalaman yang Luar Biasa
Saat menukangi Manchester United sebagai pelatih interim, Giggs mencatatkan dua kemenangan, satu hasil imbang dan sekali kekalahan. Giggs mengakui bahwa tekanan menjadi pelatih Manchester United sangatlah besar.
Meski begitu. pengalaman horor itulah yang membuat dirinya jadi semakin yakin untuk mendalami karir sebagai pelatih. Baginya, menukangi Manchester United adalah pengalaman yang berharga.
"Pengalaman yang luar biasa, dan satu yang membuat saya yakin untuk menjadi seorang pelatih. Saya bisa mengatakan bahwa sampai saat itu, saya masih belum begitu yakin," tambahnya.
"Saya merasa nyaman dalam membuat keputusan, saya merasa nyaman dalam posisi itu. Itu adala pengalaman yang brilian," pungkasnya.
(Goal International)
Baca Juga:
- Solskjaer Ingin 2 Legenda MU Ini untuk Skuatnya Sekarang, Kode Butuh Gelandang Baru?
- CEO Ajax Konfirmasi Minat Manchester United pada Donny van de Beek
- Rio Ferdinand Akui Ikut Bersalah atas Kegagalan Wilfried Zaha di Manchester United
- Manchester United Siap Tebus Saul Niguez dengan Harga Rp1,2 Triliun?
- Satu Syarat Sebelum Paul Pogba Gabung Real Madrid
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
LATEST UPDATE
-
Chivu Buka Peluang Rotasi Kiper Inter Milan untuk Final Coppa Italia
Liga Italia 22 April 2026, 18:21
-
Juventus Pasang Harga Teun Koopmeiners Usai Dilirik Manchester United
Liga Italia 22 April 2026, 17:48
-
Para Penyerang Chelsea Tumpul, Harapan ke Liga Champions Kian Semu
Liga Inggris 22 April 2026, 17:36
-
Como Menggebrak Serie A: Mimpi Liga Champions Itu Nyata
Liga Italia 22 April 2026, 17:00
-
3 Opsi Kiper Cadangan yang Sedang Dipertimbangkan Barcelona
Liga Spanyol 22 April 2026, 16:01
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37













