2 Klub, 1 Kota: Mengintip Jejak Para Bintang yang Pernah Membela Arsenal dan Chelsea
Dimas Ardi Prasetya | 1 Maret 2026 10:15
Bola.net - Pertemuan antara Arsenal dan Chelsea selalu menghadirkan tensi tinggi, baik di atas lapangan maupun di tribun. Rivalitas dua klub London ini kembali memanas jelang duel pekan ke-28 Liga Inggris 2025/2026 yang akan digelar di Emirates Stadium, Minggu (01/03/2026).
Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga soal gengsi ibu kota. Dalam sejarahnya, ada deretan pemain top yang pernah menyeberang dari satu kubu ke kubu lain, menambah bumbu panas setiap pertemuan.
Beberapa nama bahkan sempat menjadi idola di kedua sisi London. Kepindahan mereka kerap memicu perdebatan panjang di kalangan suporter, apalagi ketika sang pemain tampil menentukan saat menghadapi mantan klubnya.
Menjelang kick-off di Emirates Stadium akhir pekan ini, sorotan tak hanya tertuju pada performa tim saat ini. Publik juga kembali mengingat barisan pemain yang pernah mengenakan seragam Arsenal dan Chelsea, simbol betapa tipisnya garis pemisah dalam rivalitas sebesar ini.
Petr Cech
Nama Petr Cech begitu lekat dengan era keemasan Chelsea pada 2004 hingga 2015. Selama lebih dari satu dekade, ia mengoleksi empat Premier League, empat Piala FA, tiga Piala Liga, serta masing-masing satu trofi Liga Champions dan Liga Europa.
Kiper asal Republik Ceko itu kerap disebut sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di generasinya. Ketika hijrah ke Arsenal pada 2015, ia tetap tampil impresif dan bahkan menambah satu trofi Piala FA sebelum gantung sarung tangan.
Pada 2019, Cech kembali ke Stamford Bridge dengan peran berbeda. Ia bekerja sebagai penasihat teknis dan performa selama tiga tahun, membantu klub dalam berbagai aspek sepak bola di balik layar.
David Luiz
Bek tengil asal Brasil, David Luiz, menjalani dua periode bersama Chelsea, yakni 2011–2014 dan 2016–2019. Dalam dua fase tersebut, ia menjadi figur penting di lini belakang The Blues.
Karismanya terasa bukan hanya di lapangan, tetapi juga di ruang ganti. Luiz mempersembahkan gelar Liga Champions, dua Liga Europa, satu Premier League, dan dua Piala FA untuk klub London Barat itu.
Pada 2019, ia memilih menyeberang ke Arsenal dan bertahan selama dua musim. Di sana, Luiz kembali mencicipi manisnya trofi Piala FA sebelum melanjutkan kariernya ke tempat lain.
William Gallas
Chelsea mendapat keuntungan besar saat merekrut William Gallas di usia muda. Selama lima musim, ia menjadi bagian vital tim yang merebut dua gelar Premier League dan satu Piala Liga.
Bek Prancis itu dikenal cepat, kuat, dan nyaman menguasai bola. Ia kerap berduet solid dengan Marcel Desailly maupun John Terry di jantung pertahanan.
Selain piawai sebagai bek tengah, Gallas juga fleksibel bermain di kedua sisi pertahanan. Ia kemudian terlibat dalam transfer yang membawa Ashley Cole ke Stamford Bridge sebelum melanjutkan karier di Arsenal dan Tottenham.
Ashley Cole
Karier profesional Ashley Cole dimulai bersama Arsenal pada 1999. Bersama The Gunners, ia mengoleksi dua gelar liga dan tiga Piala FA hingga 2006.
Reputasinya sebagai salah satu bek kiri terbaik Inggris justru semakin menguat setelah bergabung dengan Chelsea. Ia tampil komplet, tangguh bertahan dan aktif membantu serangan.
Di Stamford Bridge, Cole meraih Liga Champions, Liga Europa, satu Premier League, empat Piala FA, serta satu Piala Liga. Total tujuh trofi Piala FA yang ia menangi menjadi bukti konsistensi luar biasanya sepanjang karier.
Lassana Diarra
Lassana Diarra memulai karier profesionalnya di Le Havre sebelum direkrut Chelsea pada 2005. Gelandang bertahan asal Prancis itu menghabiskan dua musim di London Barat.
Dalam periode tersebut, ia membantu klub meraih dua piala domestik. Meski tak selalu menjadi pilihan utama, kontribusinya tetap berarti dalam rotasi skuad.
Setelah hengkang ke Arsenal, Diarra melanjutkan petualangan yang membawanya meraih Piala FA bersama Portsmouth. Ia kemudian menikmati kesuksesan lebih lanjut saat berseragam Real Madrid dan sejumlah klub lain.
Emmanuel Petit
Emmanuel Petit lebih dulu bersinar di Arsenal sejak 1997 setelah direkrut dari AS Monaco. Selama tiga musim, ia memenangi Premier League dan Piala FA, bersamaan dengan kesuksesan internasional bersama Prancis.
Satu musim di Barcelona menjadi jembatan sebelum ia kembali ke London pada 2001 untuk memperkuat Chelsea. Kepindahan itu menandai babak baru dalam kariernya di Inggris.
Petit bertahan tiga tahun di Stamford Bridge. Sayangnya, cedera lutut memaksanya pensiun tak lama setelah meninggalkan The Blues.
Cesc Fabregas
Saat tiba di Arsenal sebagai remaja, Cesc Fabregas belum banyak dikenal. Namun ia berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik di era Premier League.
Selama delapan musim di Arsenal, ia memang hanya meraih satu Piala FA. Meski begitu, perannya krusial dalam membawa tim ke final Liga Champions sebelum kembali ke Barcelona dan meraih berbagai gelar.
Perpindahan ke Chelsea membuat koleksi trofinya terus bertambah. Fabregas membantu klub memenangi dua Premier League, satu Piala FA, dan satu Piala Liga sebelum melanjutkan karier ke Monaco.
Willian
Winger Brasil, Willian, menjadi sosok penting Chelsea sepanjang 2013 hingga 2020. Dalam tujuh musim itu, ia mengangkat dua Premier League, satu Piala FA, satu Piala Liga, dan Liga Europa.
Proses kedatangannya yang dramatis serta performa konsisten membuat namanya tetap dikenang suporter di Stamford Bridge. Kontribusinya terasa dalam banyak laga besar.
Usai hengkang, Willian sempat membela Arsenal sebelum pulang ke Brasil. Ia kembali ke Premier League bersama Fulham dan kemudian melanjutkan kariernya ke Olympiacos.
Nicolas Anelka
Nicolas Anelka mencuri perhatian sejak remaja saat membela Arsenal. Ia membantu klub meraih gelar ganda liga dan piala pada 1998 serta menyabet Sepatu Emas Premier League setahun kemudian.
Kariernya kemudian membawanya ke Real Madrid dan kembali ke PSG. Ia juga sempat dipinjamkan ke Liverpool sebelum menjalani berbagai petualangan lain.
Pada Januari 2008, Anelka bergabung dengan Chelsea. Ia turut membawa tim mencapai final Liga Champions di musim pertamanya bersama The Blues.
Olivier Giroud
Didatangkan Arsenal dari Montpellier pada 2012, Olivier Giroud langsung memberi dampak. Selama enam tahun, ia mempersembahkan tiga trofi Piala FA.
Kepindahannya ke Chelsea pada Januari 2018 berbuah manis. Ia segera meraih Piala FA dan pada tahun yang sama ikut mengantar Prancis menjadi juara dunia.
Giroud kemudian menjadi top skor Liga Europa 2019 saat Chelsea juara. Dua tahun berselang, enam golnya membantu klub menjuarai Liga Champions.
Pierre-Emerick Aubameyang
Pierre-Emerick Aubameyang sudah dikenal sebagai mesin gol sebelum tiba di London. Bersama Arsenal, ia mencetak 92 gol dalam 163 laga dan merebut Sepatu Emas Premier League 2018/19.
Ia juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Arsenal musim berikutnya. Dua gol pentingnya di semifinal dan final Piala FA menegaskan statusnya sebagai penyerang elite.
Setelah singgah di Barcelona dan meraih gelar La Liga, Aubameyang bergabung dengan Chelsea pada 2022. Ia kemudian melanjutkan kariernya ke Marseille setelah satu musim di Stamford Bridge.
Jorginho
Gelandang Italia, Jorginho, datang dari Napoli pada 2018. Ia menjadi elemen kunci dalam kesuksesan Chelsea di kompetisi Eropa, termasuk saat menjuarai Liga Champions 2021.
Lebih dari 200 penampilan ia catatkan dengan 29 gol, banyak di antaranya melalui eksekusi penalti yang tenang. Perannya sebagai pengatur tempo membuatnya vital di lini tengah.
Pada Januari 2023, ia pindah ke Arsenal. Dua setengah musim kemudian, Jorginho pulang ke Brasil untuk memperkuat Flamengo.
Raheem Sterling
Raheem Sterling resmi bergabung dengan Chelsea pada musim panas 2022. Dalam dua musim awalnya, ia tampil 81 kali dan mencetak 19 gol.
Musim 2024/25 ia jalani sebagai pemain pinjaman di Arsenal. Dari 28 penampilan di semua kompetisi, ia menyumbang satu gol.
Pada Januari 2026, Sterling dan Chelsea sepakat mengakhiri kerja sama mereka. Keputusan itu menutup bab singkat namun padat dalam kariernya di London Barat.
Klasemen Liga Inggris
Baca Juga:
- Head to Head Arsenal vs Chelsea: Statistik dan Fakta Jelang Derby London
- Prediksi Babak 16 Besar Liga Champions: Real Madrid Singkirkan Man City?
- Jalur Arsenal Menuju Final Liga Champions 2025/26
- Mikel Arteta Antusias Hadapi Bayer Leverkusen di Babak 16 Besar Liga Champions
- Reaksi Netizen Soal Drawing 16 Besar Liga Champions: Arsenal Dapat Jalur Paling Mudah Menuju Juara
- Sudah Waktunya Viktor Gyokeres Disamakan dengan Thierry Henry!
- Prediksi Arsenal vs Chelsea 1 Maret 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Otomotif 1 Maret 2026, 12:55

-
Klasemen Sementara Moto3 2026 Usai Grand Prix Thailand di Buriram
Otomotif 1 Maret 2026, 12:49
-
Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini, Minggu 1 Maret 2026
Bola Indonesia 1 Maret 2026, 10:57
-
Jadwal Lengkap Idemitsu Moto4 Asia Cup 2026
Otomotif 1 Maret 2026, 10:38
-
Klasemen Pembalap Idemitsu Moto4 Asia Cup 2026
Otomotif 1 Maret 2026, 10:35
-
Bekuk Villarreal, Barcelona Pede Bisa Comeback Lawan Atletico Madrid
Liga Spanyol 1 Maret 2026, 09:57
LATEST EDITORIAL
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21









