3 Laga, 3 Kemenangan: Bagaimana Michael Carrick Membalik Nasib Manchester United

Richard Andreas | 6 Februari 2026 20:53
3 Laga, 3 Kemenangan: Bagaimana Michael Carrick Membalik Nasib Manchester United
Michael Carrick saat memimpin latihan Manchester United (c) MUFC Official

Bola.net - Michael Carrick bukan wajah baru di Carrington. Namun, kini ia kembali ke pusat sorotan dengan peran yang sama sekali berbeda, yaitu manajer interim Manchester United hingga akhir musim.

Awal tugasnya langsung mengundang perhatian, tiga kemenangan beruntun dari tiga laga penting menjadi penanda perubahan cepat.

Advertisement

Di situasi era pasca-Sir Alex Ferguson yang tidak ramah bagi pelatih sementara, Carrick justru mencuri start yang menjanjikan.

Pertanyaannya kini bukan lagi soal keberuntungan, melainkan bagaimana ia membangun dan mengembangkan tim dalam situasi sulit.

1 dari 5 halaman

Awal Penunjukan dan Target yang Jelas

Awal Penunjukan dan Target yang Jelas

Pelatih kepala Manchester United, Michael Carrick, merayakan kemenangan timnya seusai pertandingan Liga Inggris melawan Fulham, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Penunjukan Carrick datang setelah kekalahan kandang di Piala FA dari Brighton pada 11 Januari.

Reaksi publik saat itu keras, dengan banyak pendukung merasa musim Manchester United telah runtuh. Tanpa kompetisi Eropa, turnamen domestik dipandang sebagai satu-satunya jalan penyelamat.

Namun, di balik pintu klub, suasananya berbeda. Target lolos ke kompetisi Eropa tetap dijaga. Direktur sepak bola Jason Wilcox menegaskan hal itu kepada tiga kandidat manajer interim, yakni Ole Gunnar Solskjaer, Ruud van Nistelrooy, dan Carrick.

Posisi klasemen juga menjadi dasar optimisme. United berada di papan atas dan hanya terpaut tipis dari zona empat besar. Semua kandidat sepakat bahwa target Eropa realistis, dan Carrick dinilai sosok paling tepat untuk memimpin fase krusial ini.

2 dari 5 halaman

Tim Pelatih dan Fondasi Kolaboratif

Tim Pelatih dan Fondasi Kolaboratif

Selebrasi trio Manchester United, Amad Diallo, Bryan Mbeumo, dan Matheus Cunha dalam laga versus Fulham di Premier League, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Belajar dari kesalahan masa lalu, United memastikan Carrick mendapat dukungan staf yang sesuai. Steve Holland, pelatih berpengalaman dengan latar belakang Inggris dan Chelsea, bergabung setelah tersedia dan tinggal di wilayah Manchester.

Holland membawa kombinasi pengalaman taktik dan kedekatan emosional dengan klub. Ia tumbuh sebagai pendukung United dan memahami kultur internal yang kerap luput dari pelatih luar.

Jonathan Woodgate juga direkrut, sosok yang punya relasi kerja lama dengan Carrick di Middlesbrough. Kehadirannya menambah kekuatan komunikasi di ruang ganti, terutama dengan pemain bertahan dan pemain berbahasa Spanyol.

3 dari 5 halaman

Perubahan Pendekatan di Lapangan Latihan

Perubahan Pendekatan di Lapangan Latihan

Pemain Manchester United, Amad Diallo berduel dengan pemain Arsenal, Leandro Trossard, dalam pertandingan Premier League, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Sejak hari pertama, Carrick bergerak cepat. Pergantian pelatih memang sering memicu peningkatan suasana, namun ia menemukan skuad yang siap bekerja dan ingin membuktikan diri setelah periode tegang sebelumnya.

Latihan kini lebih singkat, padat, dan intens. Sesi biasanya selesai lebih awal, memberi ruang pemulihan dan fokus mental. Jika ada pemain yang membutuhkan perawatan, mereka diminta datang lebih pagi, bukan memperpanjang sesi utama.

Pendekatan ini terasa kontras dengan era sebelumnya yang sarat durasi panjang. Carrick memilih kualitas daripada kuantitas, bahkan menghentikan latihan jelang laga melawan Arsenal karena standar permainan dinilai sudah optimal.

4 dari 5 halaman

Hubungan Personal dan Perhatian pada Akademi

Carrick juga menaruh perhatian besar pada hubungan individu. Ia menjelaskan alasan rotasi atau pencadangan secara langsung kepada pemain, membangun kepercayaan melalui keterbukaan. Reputasinya sebagai mantan gelandang kelas atas turut memperkuat wibawa itu.

Pemain senior seperti Casemiro merespons positif. Sang gelandang merasa kembali menikmati sepak bola, terutama dengan target menutup masa baktinya di klub dengan tiket Liga Champions.

Perhatian Carrick meluas ke tim akademi. Ia rutin menyaksikan laga kelompok umur, sesuatu yang jarang dilakukan sebelumnya. Kehadirannya di pertandingan U-21 dan U-18 memberi dorongan moral bagi staf dan pemain muda, sekaligus menegaskan kesinambungan proyek klub.

5 dari 5 halaman

Detail Kecil yang Mengubah Atmosfer

Perubahan juga terlihat di hari pertandingan. Jadwal keberangkatan bus tim ke Old Trafford dimundurkan agar pemain merasakan langsung sambutan suporter. Carrick ingin emosi positif itu hadir tepat sebelum persiapan akhir.

Setelah laga, ia selalu berbicara kepada skuad, apa pun hasilnya. Analisis detail dilakukan kemudian, baik secara individu maupun kolektif, dengan dukungan tim data yang tetap aktif meski mengalami perubahan personel.

Pesan Carrick konsisten, bahwa ini baru permulaan untuk tim MU. Ia sadar momentum bisa berubah cepat. Laga dramatis melawan Fulham, saat keunggulan dua gol sempat sirna sebelum kemenangan di menit akhir, menjadi pengingat bahwa Man United masih dalam proses.

LATEST UPDATE