4 Tahun Berlalu, Bagaimana Perbedaan Starting XI Liverpool Era Jurgen Klopp?
Richard Andreas | 9 Oktober 2019 13:30
Bola.net - Sudah empat tahun Jurgen Klopp menangani Liverpool, satu trofi Liga Champions merangkum semuanya. Perkembangan The Reds luar biasa, kini dianggap sebagai salah satu tim terkuat di Eropa.
Mengutip Sky Sports, era Klopp dimulai pada 8 Oktober 2019. Dia menghadapi pertandingan pertamanya sembilan hari kemudian, menghadapi Tottenham di White Hart Lane.
Saat itu, kekuatan Liverpool belum terukur. Klopp hanya bisa memanfaatkan pemain-pemain sekadarnya yang sudah ada di dalam skuad. Dapat dipahami jika permainan Liverpool belum mencapai puncaknya.
Kini, skuad Liverpool sudah sangat berbeda, jauh lebih kuat. Mohamed Salah dan Sadio Mane jadi dua pemain terbaik, juga masih ada Virgil van Dijk.
Skuad yang sekarang jelas jauh berbeda dari skuad pertama Klopp lalu. Siapa saja mereka? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Staring XI Pertama Jurgen Klopp
Sebagai mantan pelatih Borussia Dortmund, Klopp jelas harus beradaptasi dengan kualitas Premier League. Dia mengakui Premier League jauh lebih cepat, lebih gesit, lebih keras.
Untuk pertandingan pertamanya, Klopp memilih Simon Mignolet sebagai kiper. Lalu ada Nathaniel Clyne, Martin Skrtel, Mamadou Sakho, dan Alberto Moreno sebagai barisan bek.
Tidak ada satu pun nama-nama di atas yang masih bertahan di Liverpool. Kondisi yang menandakan bahwa saat itu pertahanan The Reds buruk.
Di lini tengah, ada James Milner, Emre Can, Lucas Leiva, Adam Lallana, dan Philippe Coutinho. Bermain dalam formasi 4-2-3-1, barisan gelandang ini sangat penting. Namun, hanya Milner dan Lallana yang masih bertahan sampai sekarang.
Berlanjut ke depan, Klopp mengandalkan Divoc Ogiri. Striker 24 tahun ini masih jadi senjata rahasia Klopp sampai saat ini.
Starting XI Terakhir 2019/20
Starting XI pertama Klopp di atas jelas sudah jauh berbeda dengan Starting XI terakhirnya kala Liverpool mengalahkan Leicester City 2-1 akhir pekan lalu. Uniknya, ada James Milner yang masih setia.
Di pos penjaga gawang, ada Adrian yang menggantikan Alisson Becker. Barisan bek Liverpool benar-benar baru, sudah tidak ada sisa-sisa empat tahun lalu.
Di lini tengah, masih ada Milner yang tetap jadi andalan. Dia merupakan salah satu pemain senior yang membantu menjaga kestabilan tim.
Lalu, lini serang, yang paling menarik. Klopp sudah menemukan trio Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane - yang dianggap sebagai salah satu barisan penyerang paling mematikan di dunia.
Era Klopp dalam Angka
221 - jumlah pertandingan di semua kompetisi.
320 - poin yang diraih di Premier League dari 152 pertandingan.
146 - jumlah pertandingan yang dibutuhkan Klopp untuk mencatatkan 300 poin - paling sedikit di antara pelatih Liverpool lainnya.
458 - gol yang dicetak di semua kompetisi, dengan rerata 2,07 gol per pertandingan.
58,82 - persentase kemenangan (130 dalam 221 pertandingan), hanya kalah dari John McKenna.
92 - kemenangan yang diraih Klopp pada 150 pertandingan pertamanya, rekor sebagai pelatih Liverpool.
44 - rata-rata jumlah menit di antara gol-gol Liverpool.
43 - kali Liverpool sudah mencetak empat gol atau lebih dalam satu pertandingan.
14 - tim Premier League yang belum pernah mengalahkan Liverpool era Klopp.
Sumber: Sky Sports
Baca ini juga ya!
- Mengapa Jurgen Klopp Bisa Begitu Klop dengan Liverpool? Ini Rahasianya
- Ini Tantangan Terbesar Jurgen Klopp Sejak Melatih Liverpool
- Liverpool Sukses, Jurgen Klopp Dianggap Makin Sombong dan Arogan
- Tanpa Mane Atau Firmino, Liverpool Diklaim Bakal Melemah
- Paul Pogba Kebut Pemulihan Cederanya di Dubai Demi Liverpool
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST UPDATE
-
Kalahkan Inter dan Kunci 16 Besar UCL: Arsenal Kirim Pesan Kuat!
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:09
-
Siaran Langsung Liga Champions: Juventus vs Benfica, Kick Off Jam 03.00 WIB
Liga Champions 21 Januari 2026, 15:56
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








