5 Alasan Mengapa Arsenal Bisa Kalahkan Tottenham
Afdholud Dzikry | 12 Juli 2020 12:00
Bola.net - Arsenal akan melakoni laga berat ketika harus tandang ke markas Tottenham di lanjutan Premier League matchday 35, Minggu (12/7/2020) malam WIB. Bukan sekadar Derby London Utara, tapi pertemuan kali ini juga sekaligus persaingan berebut tempat di zona Eropa musim depan.
The Gunners saat ini berada di posisi 8 klasemen sementara Premier League. Dengan torehan 50 poin, mereka kini tertinggal hanya dua poin dari Wolverhampton yang ada di posisi keenam, atau zona kualifikasi Liga Europa musim depan.
Tak berbeda jauh, Tottenham juga ada di jalan terbuka untuk bisa ke Eropa lewat jalur kualifikasi musim depan. Saat ini Spurs berada tepat di belakang Arsenal dengan hanya berjarak satu poin saja.
Dengan posisi, perolehan poin, dan target bidikan yang sama, bisa dibayangkan bagaimana serunya pertemuan Tottenham vs Arsenal kali ini.
Namun Arsenal punya beberapa faktor yang bisa membantu mereka memenangkan Derby London Utara. Berikut adalah 5 alasan mengapa Arsenal bisa kalahkan Tottenham di pertemuan kali ini.
Pierre Emerick-Aubameyang Onfire
Bisa dikatakan Aubameyang merupakan pemain terbaik Arsenal saat ini. Kapten sekaligus bomber The Gunners ini selalu bisa diandalkan ketika Arsenal membutuhkan. Tiga laga terakhir di mana ia membuat tiga gol di Premier League untuk Arsenal merupakan buktinya.
Bersama Mikel Arteta, posisi Aubameyang memang kerap digeser lebih ke kiri. Namun ketajamannya sama sekali tak berkurang. Tengok saja torehan golnya dari sisi kiri bahkan lebih banyak dibandingkan saat ia dimainkan sebagai penyerang tengah.
Berdasarkan statistik dari Whoscored, Aubameyang mencetak 11 gol saat dimainkan melebar ke kiri, semebtara sebagai penyerang tengah, penyerang Gabon tersebut baru mencetak 9 gol. Ini akan jadi tugas berat bagi siapapun bek kanan yang dimainkan pelatih Tottenham, Jose Mourinho untuk menghentikan Aubameyang.
Bukayo Saka Semakin Matang
Salah satu pemain yang paling bersinar di bawah arahan Mikel Arteta adalah Bukayo Saka. Pemain yang baru berusia 18 tahun tersebut mendapatkan berkah besar dengan kehadiran Arteta.
Tak percaya? Sejak Arsenal menunjuk Arteta sebagai pelatih pada 20 Desember 2019 lalu, Bukayo Saka telah bermain di 14 pertandingan Premier League. Hebatnya, dalam kurun waktu itu ia mampu membuat 4 assist dan satu gol di Premier League.
Selain kemampuannya yang semakin matang, satu kelebihan lain dari Bukayo Saka adalah kemampuan bermain di banyak posisi. Entah sebagai bek kiri, gelandang kiri, penyerang kiri, hingga penyerang sayap kanan mampu ia mainkan dengan baik.
Kehadiran Saka pun akan diyakini akan memberikan dimensi baru dalam permainan Arsenal ketika menghadapi Tottenham. Bila Spurs meremehkan kemampuan pemain 18 tahun ini, Harry Kane dkk bisa menyesal.
Arteta Menemukan Taktik Terbaik
Sejak terakhir kalah mengejutkan dengan skor 1-2 dari Brighton, Arsenal kini sudah lima laga tak terkalahkan di semua ajang. Empat kemenangan, satu seri adalah rinciannya dan hanya Leicester City yang mampu menahan imbang The Gunners dengan skor 1-1.
Formasi 3-4-3 yang bisa bertransformasi menjadi 3-5-2 menjadi andalan Arteta. Dari lima laga terakhir, formasi tersebut selalu menjadi andalan dan meraih hasil positif sejauh ini.
Tak terkalahkan di lima pertandingan terakhir adalah bukti bahwa Arteta semakin bisa mengintegrasikan ide taktiknya kepada tim. Salah satu kunci permainannya adalah di sisi Pierre-Emerick Aubameyang yang menjadi pemain 'siluman' di formasi tersebut. Kadang bermain sebagai sayap kiri, tak jarang pula tiba-tiba menjelma sebagai penyerang utama yang menginisiasi serangan.
Panas di Akhir
Salah satu yang berbeda dari Arsenal musim ini adalah kemampuan mencetak gol di 10 meni terakhir. Berdasarkan statistik dari Footystats, tim asuhan Mikel Arteta tersebut mampu mencetak 10 gol di periode krusial itu dari 50 gol yang mereka cetak musim ini, atau 20% dari total gol yang mereka cetak musim ini bila dihitung per 10 menit sepanjang permainan.
Nah, statistik ini bisa menjadi senjata bagi The Gunners saat menghadapi Tottenham. Pasalnya, tim asuhan Jose Mourinho itu justru rawan kebobolan di 10 menit akhir pertandingan. Tercatat, ada 6 gol yang bersarang ke gawang mereka di periode itu.
Artinya, di saat Arsenal sering telat panas dan mampu mencetak gol di menit krusial, Tottenham justru ada di momen rawan kebobolan. Mampukah Arsenal?
Punya Rekor Bagus di Derby London Utara
Salah satu modal berharga yang bisa mengangkat moral Arsenal untuk meraih kemenangan adalah rekor mereka menghadapi Tottenham.
Di Premier League, berdasarkan transfermarkt kedua tim sudah bertemu 55 kali. Hasilnya, 20 kemenangan mampu diraih Arsenal, 23 laga berakhir seri, dan kalah 12 kali. Bila ditarik data lebih luas, Arsenal dan Spurs sudah 120 kali bertemu dan 50 kali The Gunners menang, 31 laga berakhir seri, dan hanya kalah 35 kali.
Mampukah Arsenal memperpanjang rekor kemenangan mereka di Derby London Utara itu? Menarik untuk ditunggu.
Tonton Video Menarik Ini
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mikel Arteta Benarkan Wonderkid Arsenal Ini Segera Cabut dari Emirates Stadium
Liga Inggris 21 Januari 2026, 11:28
-
Ingin Cetak Sejarah Baru, Vinicius Junior Pastikan akan Bertahan di Real Madrid!
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:07
-
Bangkit dari Cemoohan Madridista, Kamu Luar Biasa Vini Jr!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:48
-
Daftar Peraih Man of The Match Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:45
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




