5 Biang Kerok Kekalahan Manchester United dari Hull City

Serafin Unus Pasi | 22 Agustus 2026 21:30
5 Biang Kerok Kekalahan Manchester United dari Hull City
Bryan Mbeumo mencoba melewati adangan Ryan Giles di laga Hull City vs Manchester United (c) MUFC Official

Bola.net - Manchester United menelan hasil buruk di pertandingan pertama Premier League musim 2026/2027. Setan Merah kalah di kandang Hull City beberapa waktu yang lalu.

Usai finish di peringkat tiga klasemen akhir EPL di musim lalu, ada antusiasme besar pada skuad Setan Merah. Tidak sedikit yang menjagokan anak asuh Michael Carrick itu untuk menjadi penantang gelar yang serius di musim 2026/2027 ini.

Advertisement

Alhasil semua mata tertuju ke MKM Stadium saat Manchester United menantang tim promosi Hull City di pertandingan pertama EPL 2026/2027. Di laga ini, banyak yang menjagokan Setan Merah meraih tiga poin perdana di laga ini.

Namun kejutan justru terjadi di atas lapangan. Tuan rumah berhasil mengalahkan MU dengan skor 2-0, dan ada beberapa hal yang terlihat salah dari permainan MU di laga ini.

Apa saja itu? Simak ulasan lengkap Bola.net di bawah ini.

1 dari 6 halaman

Salah Antisipasi Bola-bola Mati

Kesalahan pertama yang dibuat Manchester United di laga ini adalah mereka salah mengantisipasi bola-bola mati.

Dua gol Hull City lahir dari skema set piece. Kedua gol The Tigers tersebut tercipta karena tidak ada koordinasi yang baik di antara para pemain MU saat mengantisipasi skema bola mati Hull.

Ini terlihat baik Semi Ayaji dan Nobel Mendy tidak terkawal sehingga mereka dengan mudah membobol gawang Senne Lammens. Penyakit ini sebenarnya sudah jadi langganan MU setiap musim dan Michael Carrick harus lekas membenahi hal tersebut agar tidak terulang lagi.

2 dari 6 halaman

Kesulitan Bongkar Low Block

Di laga ini, Manchester United sebenarnya tidak bermain terlalu buruk. Sejak awal laga, mereka mendominasi jalannya pertandingan dan menguasai bola.

Namun MU mengalami kesulitan untuk membongkar pertahanan rapat Hull City di laga ini. Satu-satunya solusi yang dicoba MU adalah memainkan bola-bola atas yang minim ancaman ke gawang tuan rumah.

MU tidak punya taktik lain untuk membongkar taktik low-block yang diterapkan The Tigers. Tidak ada upaya-upaya kreatif yang mereka lakukan untuk bisa membongkar pertahanan tuan rumah dan ini jadi PR besar para playmaker MU.

3 dari 6 halaman

Terlalu Banyak Salah Umpan di Final Third

Poin minus Manchester United di laga ini adalah mereka kebanyakan salah umpan terutama di kotak penalti Hull City.

MU yang mendominasi 70% penguasaan bola di laga ini. Mereka juga mencoba untuk terus membombardir pertahanan Hull City dari awal hingga akhir laga.

Namun entah chemistry di antara pemain MU yang belum terjalin sempurna, mereka banyak salah umpan terutama di area gawang Hull. Itulah mengapa hanya enam peluang dari 19 peluang yang mereka sarangkan tepat sasaran dan tidak terlalu mengancam gawang tuan rumah.

4 dari 6 halaman

Lemah Saat Transisi Permainan

Satu kelemahan lain yang perlu diperbaiki oleh Michael Carrick dari timnya adalah masalah transisi permainan.

Hull City memang membobol gawang MU dua kali melalui bola-bola mati. Namun mereka sebenarnya berulang kali mengancam gawang MU melalui serangan balik.

Setan Merah berulang kali dibuat ketar-ketir dengan serangan balik cepat tuan rumah. Di sini, Senne Lammens benar-benar bekerja keras untuk menghentikan peluang-peluang Hull, di mana penyelesaian akhir striker Hull yang kurang oke cukup menguntungkan MU karena jika tidak mereka bisa kebobolan lebih dari dua gol di laga ini.

5 dari 6 halaman

Minim Intensitas di Babak Kedua

Satu hal yang terlihat menonjol dari performa MU di laga ini terutama di babak kedua adalah minimnya intensitas permainan mereka.

Tertinggal 2-0 di babak pertama, MU seharusnya tampil dengan intensitas yang lebih tinggi di babak kedua. Namun yang terjadi tidak demikian di atas lapangan.

Tekanan mereka tidak meningkat di babak kedua, aliran bola mereka juga relatif lambat dan itu membuat Hull City bisa bernafas dan mengorganisir permainan mereka sehingga mereka selalu siap meredam serangan-serangan MU di babak kedua.

LATEST UPDATE