5 Pelajaran dari Kekalahan Liverpool: Salah Gagal Penalti, Rekor Apik Terhenti
Richard Andreas | 29 Desember 2021 06:48
Bola.net - Liverpool tertunduk lesu usai mengaku kalah dengan skor tipis 0-1 dari Leicester City. The Reds kalah dalam duel pekan ke-19 Premier League 2021/22, King Power Stadium, Rabu (29/12/2021).
Pasukan Jurgen Klopp bermain jauh di bawah standar dan layak kalah. Satu-satunya gol pembeda di laga ini dicetak oleh Ademola Lookman di menit ke-59.
Entah apa yang terjadi, permainan Liverpool sangat buruk jauh di bawah standar. Mohamed Salah dkk. tidak bisa menemukan ritme yang pas, ada banyak kesalahan sendiri di lapangan.
Hasil ini buruk bagi Liverpool yang kini tertinggal 6 poin dari Manchester City di puncak klasemen sementara. Pertandingan ini pun menyisakan setidaknya 5 pelajaran penting. Apa saja?
1. Loyo setelah liburan

Liverpool punya kebiasaan buruk setelah melewatkan beberapa hari tanpa pertandingan. The Reds seolah-olah kehilangan tempo dan sulit kembali ke level top.
Permainan Mohamed Salah dkk. di laga ini jauh di bawah standar. Liverpool tidak tampil seperti salah satu calon juara Premier League musim ini.
Para pemain tampak bekerja sendiri-sendiri, tidak ada koordinasi apik di lapangan. Jurgen Klopp bahkan mengakui kekalahan ini layak diterima skuadnya karena main buruk.
2. Catatan apik terhenti
Kekalahan Liverpool kali ini semakin buruk karena mereka gagal mencetak gol. Artinya, Leicester telah menghentikan catatan apik The Reds yang sudah berjalan selama hitungan bulan.
Tercatat, sebelumnya Liverpool selalu mencetak gol dalam 28 pertandingan di semua kompetisi. Angka tersebut harus terhenti di kandang Leicester kali ini.
Menariknya, tim yang menghentikan Liverpool mencetak gol adalah Leicester yang dilatih oleh si mantan pelatih, Brendan Rodgers.
3. Salah gagal penalti
Mohamed Salah dikenal sebagai pencetak gol utama Liverpool dan sebagai salah satu pemain terbaik di dunia. Sayangnya, performa Salah di laga ini cukup mengeewakan.
Dia membuang peluang emas untuk membawa Liverpool unggul terlebih dahulu di babak pertama. Salah mendapatkan kesempatan penalti, tapi eksekusinya buruk.
Tercatat, ini baru kedua kalinya Salah gagal memaksimalkan penalti di Premier League. Dia selalu mencetak gol dalam 15 kesempatan penalti sebelum malam ini.
4. Awal kalah, akhir kalah
Kekalahan dari Leicester kali ini sekaligus menutup perjalanan Liverpool di tahun 2021. Sayangnya mereka gagal menutup tahun dengan catatan apik.
Menurut Opta, Liverpool mengakhiri tahun 2021 sama seperti mereka membuka tahun. The Reds sama-sama gagal mencetak gol di laga tandang.
Di antara dua pertandingan itu, Liverpool selalu mencetak gol dalam 28 laga tandang di semua kompetisi. Mereka berhasil mencetak 75 gol di laga tandang tahun 2021, kecuali di awal tahun dan di akhir tahun.
5. Leicester tim merepotkan

Di sisi lain, kemenangan ini membuktikan ketangguhan Leicester-nya Rodgers. Musim ini Leicester diyakini bisa jadi batu sandungan untuk tim-tim top.
Laju Leicester cukup unik. Mereka kalah dari Liverpool dalam duel Carabao Cup pekan lalu, kemudian dihajar Manchester Cit (3-6) di akhir pekan.
Menariknya, Leicester bisa langsung bangkit dan balas mengalahkan Liverpool. Artinya, meski belum konsisten, mereka bisa jadi tim merepotkan.
Sumber: Premier League, Opta, Bola
Jangan lewatkan ini Bolaneters!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Milan Punya 'Semangat Sergio Ramos' Saat Tumbangkan Inter di Derby
Liga Italia 9 Maret 2026, 09:31
-
Inter Kalah dari Milan: Memang Sulit, tapi Tenang Masih Unggul 7 Poin!
Liga Italia 9 Maret 2026, 09:00
-
Man of the Match laga Milan vs Inter: Pervis Estupinan
Liga Italia 9 Maret 2026, 05:05
-
Hasil Milan vs Inter: Derby della Madonnina Milik Rossoneri
Liga Italia 9 Maret 2026, 04:51
-
Daniele De Rossi Lukai AS Roma: Genoa Menang 2-1 dan Guncang Il Lupi
Liga Italia 9 Maret 2026, 03:06
-
Persib vs Persik: Maung Bandung Hanya Ingin Menang
Bola Indonesia 9 Maret 2026, 01:00

















