5 Pelajaran Manchester United 1-1 Chelsea: Memang Seburuk itu Finishing Setan Merah!
Asad Arifin | 4 November 2024 09:06
Bola.net - Laga Manchester United dan Chelsea pada pekan ke-10 Premier League berjalan cukup seru. Pada duel di Old Trafford, Minggu (3/11) malam WIB, kedua tim harus puas dengan skor imbang 1-1.
MU unggul lebih dulu pada menit ke-70. Bruno Fernandes menjalankan tugasnya dengan sempurna sebagai penendang penalti. Namun, empat menit berselang, Moises Caicedo menyamakan kedudukan lewat gol indahnya.
Secara statistik, MU punya 46 persen penguasaan bola dan berbanding 54 persen untuk Chelsea. Dari aspek peluang, MU melepas 11 shots dan Chelsea punya satu lebih banyak. Laga berjalan cukup berimbang.
Bagi MU, ini bukan hasil positif karena mereka diharapkan bisa menang di kandang. Begitu juga bagi Chelsea yang baru saja tersingkir dari Carabao Cup. Lantas, apa pelajaran dari duel MU vs Chelsea?
Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Pembuktian Moises Caicedo

Ada banyak tanda tanya soal pilihan Enzo Maresca di lini tengah Chelsea. Dia lebih memilih menduetkan Moises Caicedo dan Romeo Lavia, daripada memainkan Enzo Fernandez.
Belakangan, keputusan Maresca memainkan Caicedo terlihat masuk akal. Pemain asal Ekuador itu menunjukkan performa yang bagus, termasuk pada duel lawan MU.
Caicedo bukan hanya mencetak gol indah ke gawang Andre Onana. Caicedo juga tampil cukup dominan di lini tengah, 37 umpan sukses dari 44 upaya. Caicedo juga terlibat dalam banyak upaya memutus serangan MU.
Catatan untuk Kualitas Finishing MU

Berdasarkan pada catatan Fotmob, MU mampu melepas 11 shots pada duel lawan Chelsea. Dari 11 shots itu, ada empat yang mengenai target. MU juga dicatat punya empat peluang emas.
Namun, dari rangkaian peluang itu, MU hanya bisa mencetak satu gol. Rasmus Hojlund, Alejandro Garnacho, Marcus Rashford, dan Bruno Fernandes harusnya bisa mencetak gol dari peluang yang didapat.
Berdasarkan pada data lainnya, MU telah melewatkan 24 kesempatan peluang besar mencetak gol. Ini adalah jumlah paling banyak dibanding klub lain. Jadi, MU bisa membuat peluang namun sulit bikin gol.
Tantangan Chelsea Lawan 'Big Six'

Satu poin dari Old Trafford membawa Chelsea menembus empat besar klasemen Premier League. Capaian yang tidak buruk jika melihat segala keraguan yang menempel di Chelsea pada musim 2024/2025 lalu.
Chelsea hanya sekali kalah dalam lima laga terakhir di Premier League. Namun, bukan berarti Chelsea tidak punya masalah. The Blues perlu meraih lebih banyak poin saat melawan tim berlabel 'Big Six'.
Sejauh ini, Chelsea sudah berjumpa tiga lawan berlabel 'Big Six'. Dari tiga laga itu, Chelsea hanya dapat satu poin. Mereka kalah dari Man City dan Liverpool, lalu imbang 1-1 lawan MU.
Seburuk apa Manchester United?

Para pemain MU berjalan dengan kepala tertunduk ketika masuk ke lorong usai laga lawan Chelsea. Ada kekecewaan yang besar dari tim meskipun tidak kalah. MU memang pantas kecewa.
Sebab, hasil imbang itu bisa jadi tanda bahwa MU tidak dalam performa yang tepat di awal musim.
Dikutip dari BBC Sport, dengan 12 poin dari 10 laga awal di Premier League, ini adalah start terburuk MU sejak musim 1986-87 (8 poin). Sedangkan, sembilan gol dari 10 laga, membuat MU menyamai rekor musim 1973-74.
Audisi untuk Ruud van Nistelrooy

Laga melawan Chelsea bisa jadi 'audisi' bagi Ruud van Nistelrooy. Dia menjalankan tugas sebagai manajer interim, mengisi peran yang ditinggalkan Erik ten Hag dan kelak bakal diisi Ruben Amorim.
Nistelrooy belum pasti masuk kabinet Ruben Amorim. Pria asal Portugal itu dilaporkan akan membawa 'gerbong' Sporting CP ke Old Trafford. Jadi, laga-laga yang sudah dimainkan adalah audisi untuk Nistelrooy.
"Kami mendukung manajer baru, semua orang di klub baru fokus pada dua pertandingan mendatang yang sangat penting, tetapi selanjutnya kami akan bekerja keras untuk membuat klub ini lebih baik setiap harinya," ucap Nistelrooy.
Klasemen Premier League 2024/2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Brasil vs Haiti: Vinicius Junior
Piala Dunia 20 Juni 2026, 10:47
-
Klasemen Grup C Piala Dunia 2026 Usai Brasil dan Maroko Menang
Piala Dunia 20 Juni 2026, 10:03
-
Hasil Brasil vs Haiti: Matheus Cunha dan Vinicius Bersinar, Samba Menang
Piala Dunia 20 Juni 2026, 09:36
-
Man of the Match Skotlandia vs Maroko: Ismael Saibari
Piala Dunia 20 Juni 2026, 07:06
LATEST UPDATE
-
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia Malam Ini
Piala Dunia 20 Juni 2026, 22:33
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Norwegia vs Senegal 23 Juni 2026
Piala Dunia 20 Juni 2026, 21:45
-
Juventus Pantau 2 Penyerang Yang Sedang Main di Piala Dunia 2026, Siapa?
Liga Italia 20 Juni 2026, 21:37
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Yordania vs Aljazair 23 Juni 2026
Piala Dunia 20 Juni 2026, 21:31
-
Duet Isak dan Gyokeres Bakal Makin Mengerikan di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 20 Juni 2026, 21:24
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Prancis vs Irak 23 Juni 2026
Piala Dunia 20 Juni 2026, 21:17
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia
Piala Dunia 20 Juni 2026, 21:15
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Austria 23 Juni 2026
Piala Dunia 20 Juni 2026, 21:03
-
Kejutan! Ronaldinho Gabung Klub Serie C Italia Ravenna
Liga Italia 20 Juni 2026, 20:13
-
Manuel Akanji Yakin Kevin De Bruyne Bakal Bersinar di Serie A Musim Depan
Liga Italia 20 Juni 2026, 20:04
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28







