5 Pemain Man United yang Bangkit dan Bersinar Bersama Michael Carrick: Benjamin Sesko Supersub Gacor
Ari Prayoga | 24 Februari 2026 17:35
Bola.net - Kebangkitan Manchester United di bawah komando Michael Carrick kian terasa nyata. Teranyar, Setan Merah mencuri kemenangan tipis 1-0 di markas Everton berkat gol penentu dari supersub mereka, Benjamin Sesko.
Sejak pergantian pelatih, performa United menanjak drastis. Mereka mengoleksi 16 poin dari kemungkinan 18 di bawah arahan Carrick, sebuah laju impresif yang kembali membuka peluang menuju zona Liga Champions.
Carrick tak cuma berandil mempersembahkan rentetan poin bagi United. Eks gelandang Setan Merah itu juga berperan besar membuat sejumlah pemain bangkit dan menemukan performa terbaiknya.
Siapa saja pemain tersebut? Berikut daftar selengkapnya.
Benjamin Sesko

Jika musim ini United sempat kebingungan mencari sosok penyelamat, mereka kini seolah menemukan “roh” supersub ala Ole Gunnar Solskjaer dalam diri Sesko.
Meski belum sekalipun menjadi starter di era Carrick, penyerang asal Slovenia itu sudah tiga kali masuk dari bangku cadangan dan mencetak gol krusial yang berbuah tambahan lima poin.
Sebelumnya, Sesko menjadi penentu kemenangan kontra Fulham, menyelamatkan satu poin saat bertandang ke West Ham, dan kini kembali menjadi pembeda di kandang Everton.
Gol tersebut menjadi yang kedelapan bagi Sesko bersama United. Catatan itu kontras dibandingkan masa kepelatihan Ruben Amorim, saat ia hanya mencetak dua gol dari 17 pertandingan sebelum sang pelatih dipecat.
Luke Shaw

Dalam dua musim terakhir sebelum 2025/26, Shaw harus melewati periode sulit karena dibekap cedera yang datang silih berganti. Ia sempat kembali merumput, namun kebangkitannya ternoda setelah mencetak gol bunuh diri pada partai puncak Liga Europa.
Total absennya menembus angka lebih dari 70 laga di seluruh ajang bersama Manchester United. Statistik tersebut memunculkan keraguan dari berbagai kalangan soal kemampuannya menjaga konsistensi performa sepanjang satu musim kompetisi.
Namun pada musim ini, kondisinya berbalik drastis dengan kehadiran yang jauh lebih reguler di atas lapangan. Rasa percaya diri Shaw pun terus meningkat seiring jam terbang yang kian bertambah dari pekan ke pekan.
Harry Maguire

Perjalanan Harry Maguire musim ini bersama Manchester United sempat berada di titik terendah. Dalam kurun hampir tiga bulan, bek tengah asal Inggris itu hanya sekali tampil. Namun, momentum berubah saat tongkat estafet kepelatihan sementara dipegang Michael Carrick.
Ketika Carrick menjalani laga perdananya menghadapi Manchester City di Old Trafford pada 17 Januari, Maguire langsung dipercaya turun sejak awal. Secara mental, ia dinilai siap dengan tuntutan laga besar. Namun secara fisik, Carrick mengakui itu menjadi “wilayah abu-abu” karena sang pemain minim menit bermain sebelumnya.
Carrick, yang pernah merasakan kerasnya kompetisi level tertinggi bersama United dan Timnas Inggris, memahami betul pengorbanan yang dibutuhkan untuk tetap relevan. Ia juga paham bagaimana tuntutan fisik dapat menggerus performa pemain.
Dalam konteks itu, kekuatan mental Maguire menjadi pembeda.
Terlepas dari kualitas teknisnya, sikap profesional Maguire membuatnya tetap menempatkan diri sebagai opsi utama. Ia bahkan secara aktif menyatakan kesiapannya tampil saat menghadapi Burnley, sebuah sikap yang memperlihatkan tanggung jawab sekaligus komitmen terhadap tim.
Kobbie Mainoo

Kobbie Mainoo adalah salah satu talenta muda hasil tempaan akademi Manchester United yang berhasil menembus tim utama. Namanya mulai mencuri perhatian publik Old Trafford setelah mendapat kepercayaan dari Erik ten Hag untuk tampil bersama skuad senior. Sejak saat itu, ia perlahan menjelma menjadi pilihan reguler di lini tengah dan menunjukkan kedewasaan bermain yang tak biasa untuk pemain seusianya.
Perjalanan Mainoo sempat mengalami pasang surut ketika posisi manajer beralih ke Ruben Amorim. Gelandang muda tersebut perlahan kehilangan tempatnya di dalam skuad. Padahal sebelumnya ia sempat mencatatkan momen gemilang, termasuk tampil sebagai pahlawan di ajang Piala FA serta dipercaya menjadi starter pada partai final Euro 2024 bersama Timnas Inggris. Meski memiliki catatan impresif, Amorim disebut-sebut tidak memasukkan namanya dalam rencana utama tim.
Situasi itu diyakini berkaitan dengan kesulitan Mainoo dalam menyesuaikan diri terhadap pendekatan taktik yang diterapkan pelatih asal Portugal tersebut. Sistem permainan yang berbeda membuat perannya tak lagi seefektif sebelumnya, sehingga ia lebih sering menghuni bangku cadangan.
Akan tetapi, keadaan berubah ketika Michael Carrick mengambil alih kendali. Di bawah arahan Carrick, Mainoo kembali menemukan sentuhan terbaiknya. Ia kini kembali menjadi elemen penting di sektor tengah Manchester United, berperan sebagai motor permainan sekaligus penghubung antar lini dalam skema Setan Merah.
Bruno Fernandes

Sejak didatangkan dari Sporting CP pada Januari 2020, Fernandes menjelma menjadi jantung permainan Setan Merah. Dalam enam musim dan 315 penampilan di semua kompetisi, konsistensinya nyaris tanpa cela.
Namun, musim ini tidak berjalan mulus. Di era Amorim, ia sempat “dikunci” dalam sistem tiga bek yang memaksanya bermain lebih dalam. Peran tersebut membuatnya harus lebih disiplin bertahan, mengurangi risiko, dan bermain lebih jauh dari kotak penalti, area yang selama ini menjadi habitat alaminya.
Padahal, kekuatan Fernandes terletak pada kebebasan bergerak di antara lini, bermain cepat dalam kombinasi, serta insting muncul di momen krusial untuk mencetak atau menciptakan gol. Saat ruang geraknya dibatasi, United justru kehilangan elemen kejutan yang selama ini menjadi pembeda.
Meski begitu, ia tetap mampu menyumbang lima gol dan tujuh assist dalam periode tersebut, lebih karena kualitas individunya ketimbang efektivitas sistem.
Perubahan terjadi ketika Carrick kembali mengambil alih kursi pelatih pada Januari. Fernandes dikembalikan ke peran gelandang serang murni, diberi keleluasaan untuk bergerak bebas dan mengekspresikan kreativitasnya.
Hasilnya langsung terlihat. Tempo permainan United menjadi lebih cair, peluang tercipta lebih banyak, dan Fernandes kembali menjadi figur sentral dalam fase menyerang.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
Xabi Alonso Ungkap Alasan Palestra dan Caicedo Absen Lawan Fulham
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 11:24
-
Juventus Cemas, Kenan Yildiz Terancam Absen 2 Bulan Usai Cedera Lawan Frosinone
Liga Italia 25 Agustus 2026, 10:44
-
Newcastle Sepakat Rekrut Nico Gonzalez dari Manchester City
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 10:04
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 09:47
LATEST UPDATE
-
Cole Palmer Kembali Bangkit, Awali Musim Baru dengan Gol dan Assist
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 14:00
-
Gabriel Martinelli Dekati Pintu Keluar Arsenal, Al Hilal Siapkan Tawaran Besar
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 13:00
-
Manchester United Ingin Pinjam Alejandro Balde, Barcelona Minta 30-40 Juta Euro
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 12:04
-
Xabi Alonso Ungkap Alasan Palestra dan Caicedo Absen Lawan Fulham
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 11:24
-
Juventus Cemas, Kenan Yildiz Terancam Absen 2 Bulan Usai Cedera Lawan Frosinone
Liga Italia 25 Agustus 2026, 10:44
-
Newcastle Sepakat Rekrut Nico Gonzalez dari Manchester City
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 10:04
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 25 Agustus 2026, 09:59
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 25 Agustus 2026, 09:52
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 09:47
LATEST EDITORIAL
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00

