5 Poin Tuntutan Suporter Man United dalam Demo Sebelum Laga Lawan Fulham: Jangan Sering Ganti Pelatih!

Ari Prayoga | 2 Februari 2026 00:58
5 Poin Tuntutan Suporter Man United dalam Demo Sebelum Laga Lawan Fulham: Jangan Sering Ganti Pelatih!
Aksi demo suporter Manchester United sebelum laga Premier League versus Fulham, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Manchester United kembali diguncang gelombang protes dari suporternya sendiri. Kelompok pendukung Setan Merah, The 1958, menggelar aksi besar-besaran di luar Old Trafford jelang laga melawan Fulham, sebagai bentuk kekecewaan terhadap kepemilikan klub yang kini berada di tangan keluarga Glazer dan kelompok Ineos milik Sir Jim Ratcliffe.

Aksi tersebut mencuri perhatian publik setelah para demonstran mengenakan topeng badut. Simbol ini bukan tanpa makna. Dua pekan sebelumnya, The 1958 secara terbuka menyebut Sir Jim Ratcliffe sebagai “badut tidak kompeten” dalam pernyataan resmi mereka.

Advertisement

Uniknya, ini menjadi aksi pertama yang secara langsung menargetkan Ratcliffe sejak Ineos masuk ke struktur kepemilikan Manchester United.

Dalam wawancara eksklusif dengan The Sun, koordinator aksi The 1958, Steve Crompton, melontarkan kritik keras dan merinci lima tuntutan utama yang dinilainya harus segera dipenuhi demi menghentikan kemunduran klub.

1 dari 4 halaman

Harga Tiket Man United Disorot

Harga Tiket Man United Disorot

Selebrasi Casemiro usai mencetak gol dalam laga Manchester United vs Fulham di Premier League, Minggu (1/2/2026). (c) PA via AP Photo/Martin Rickett

Menurut Crompton, masalah utama Manchester United saat ini berakar pada pengabaian terhadap suporter yang datang langsung ke stadion. Ia menilai budaya khas Old Trafford perlahan terkikis, seiring makin terpinggirkannya kelompok suporter tradisional seperti The Red Army yang bahkan kini tak lagi diakui secara resmi.

Harga tiket juga menjadi sorotan tajam. Crompton menilai kebijakan penjualan tiket sudah tidak berpihak pada fans garis keras. Ia mencontohkan sulitnya anggota resmi mendapatkan tiket pertandingan, sementara kursi hospitality justru mudah dibeli dengan harga mencapai 300 poundsterling.

“Budaya suporter harus dilindungi. Saat ini, budaya itu perlahan dihapus,” tegas Crompton.

2 dari 4 halaman

Man United Tak Boleh Sering Ganti Pelatih

Man United Tak Boleh Sering Ganti Pelatih

Michael Carrick pada laga pekan ke-22 Premier League antara Manchester United vs Man City di Old Trafford (c) AP Photo/Dave Thompson

Tak hanya soal tiket dan atmosfer stadion, The 1958 juga menuntut perubahan cara klub dikelola. Mereka mendesak pemilik klub untuk berhenti sering mengganti manajer, karena kebijakan tersebut dinilai boros dan ujung-ujungnya membebani suporter.

Crompton turut menyinggung janji Ratcliffe saat pertama masuk ke Manchester United, yakni ingin “mengembalikan Manchester ke Manchester United”. Namun, menurutnya, janji itu justru berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan.

“Bagi fans yang datang ke stadion, sekarang tidak ada lagi yang bisa diperjuangkan,” ujarnya.

3 dari 4 halaman

Tuntut Transparansi Manajemen Man United

Tuntut Transparansi Manajemen Man United

Pemilik saham Manchester United, Sir Jim Ratcliffe. (c) AP Photo/Dave Thompson

Selain itu, transparansi soal utang klub juga menjadi tuntutan penting. The 1958 meminta manajemen memaparkan strategi jelas untuk mengatasi beban finansial yang terus membelit Manchester United.

Sebelumnya, kelompok ini sempat membatalkan rencana aksi pada laga pembuka musim Agustus lalu, karena perbedaan pandangan di internal anggota yang berjumlah sekitar 95 ribu orang. Saat itu, sebagian fans menilai Ineos masih layak diberi waktu. Namun Crompton menegaskan, kesabaran tersebut kini telah habis.

“Kami justru mundur sejak Ratcliffe masuk. Terlalu banyak orang mengambil keputusan, hasilnya malah kacau,” katanya.

Terlepas dari aksi protes di luar stadion, Manchester United setidaknya memberi hiburan bagi pendukungnya di dalam lapangan. Setan Merah menutup laga dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Fulham lewat gol Benjamin Sesko di masa injury time, sebuah hasil yang sedikit meredakan kekecewaan fans, meski hanya untuk sesaat.

Sumber: The Sun

LATEST UPDATE