6 Alasan Manchester United Lebih Baik Tanpa Cristiano Ronaldo
Abdi Rafi Akmal | 7 Juli 2022 19:37
Bola.net - Desas-desus hengkangnya Cristiano Ronaldo telah muncul ke permukaan sejak awal bulan Juli. Walaupun Manchester United enggan melepasnya begitu saja, ada beberapa alasan bahwa MU akan lebih baik tanpa Ronaldo.
Keinginan hengkang Cristiano Ronaldo bermula dari Manchester United yang gagal lolos ke Liga Champions. Peraih lima Ballon d'Or tersebut mengaku ingin tetap bersaing di level teratas Eropa di pengujung kariernya.
Selain itu, Ronaldo juga beralasan bahwa ambisi klub di bursa transfer musim panas mengecewakannya. Tidak ada pemain-pemain top yang didatangkan ke Manchester United.
Rumor terakhir yang beredar adalah Ronaldo tidak rela gajinya dipotong 25 persen karena gagal bermain di Liga Champions musim depan. Meski begitu, kira-kira apa saja alasan Manchester United harus merelakannya pergi?
Gaji Terlalu Mahal

Cristiano Ronaldo adalah pemain bergaji tertinggi di Manchester United, bahkan di Premier League. Gajinya per minggu di Setan Merah mencapai 510 ribu Poundsterling.
Dengan gaji sebesar itu, finansial jelas terdampak. Namun sebaliknya apabila Manchester United merelakannya pergi segera, maka akan ada banyak ruang kosong untuk dialokasikan ke pemain lain.
Apalagi Manchester United sedang berambisi mendekati sejumlah pemain incaran. Jika ruang untuk batasan gajinya tersedia, Setan Merah bakal lebih mudah untuk melakukan tarik-ulur gaji dengan pemain baru.
Tidak Bisa Melakukan Pressing

Erik Ten Hag adalah tipe pelatih yang mengandalkan pressing atas melibatkan pemain depan saat lawan menguasai bola. Karakteristik permainan itu tidak cocok dengan Cristiano Ronaldo.
Diambil dari FBRef, jumlah upaya pressing Ronaldo paling rendah dibandingkan seluruh pemain Premier League musim lalu di posisi yang sama. Upaya pressingnya hanya 6,54 per 90 menit.
Ronaldo di musim lalu ditempatkan sebagai penyerang tengah. Dengan statistik tersebut dan karakter bermain yang diperlukan Ten Hag, Ronaldo jelas tidak cocok.
Tidak Bisa Menahan Bola

Semua orang tahu betapa menakjubkannya Ronaldo ketika menggiring bola dan melewati lawan. Tetapi jika dipasangkan di penyerang tengah, ia harus pandai menahan bola (holding the ball) untuk membantu rekan-rekannya menyerang.
Kemampuan itu juga sama sekali tidak terdapat pada diri Ronaldo. Dari laman yang sama, Ronaldo terlalu bagus dalam urusan progressive carries atau menggiring bola dengan jumlah 5,4 per 90 menit.
Sementara itu, Ronaldo lemah dalam upaya kreasi serangan tanpa harus melakukan dribel. Progressive passes atau umpan ke depannya hanya 1,83 per 90 menit.
Hilangkan Label 'FC Ronaldo'

Cristiano Ronaldo berkat ketenarannya telah menjadi sorotan utama media. Ketika segala sesuatu disangkutkan ke dirinya, Manchester United menjelma seperti FC Ronaldo.
Ronaldo akan jadi perhatian utama publik dan media saat dia bermain. Entah itu akan mencetak gol atau bermain buruk.
Ronaldo tetap akan jadi sorotan utama ketika dirinya tidak bermain atau tidak dimainkan oleh pelatih. Sorotan semacam ini bisa hilang apabila Ronaldo jadi hengkang.
Ketergantungan Terhadap Ronaldo

Cristiano Ronaldo memang menjadi pencetak gol terbanyak Manchester United di semua ajang musim lalu. 18 gol sukses ditorehkan pemain berusia 37 tahun tersebut.
Namun, Manchester United jadi sangat bergantung dengan dirinya untuk mencetak gol. Dari zaman Ole Gunnar Solksjaer sampai Ralf Rangnick, Ronaldo jadi tumpuan utama tim untuk mencetak gol.
Ketergantungan ini tentunya sangat buruk lantaran MU kehilangan opsi mencetak gol dari pemain lain. Lagi-lagi, ketergantungan ini bisa hilang jika Ronaldo dilepas.
Pemain Lain Tidak Nyetel

Catatan gol dan asis Bruno Fernandes turun drastis semenjak Cristiano Ronaldo datang. Kehadiran Jadon Sancho dan Marcus Rashford pun ternyata tidak membuat lini depan Setan Merah menyeramkan.
Persoalannya tentu saja ada pada Ronaldo yang dibuat jadi sentral strategi pelatih. Pemain-pemain lain "dipaksa" harus nyetel dengan gaya mainnya.
Oleh karena itu, pemain lain jadi tidak bisa menguak potensi terbaiknya. Tentu saja MU bisa mulai mengatasi ini dengan membuang Ronaldo.
Baca Juga:
- Gokil! Bandara Liverpool Ikut 'Ngetroll' Transfer Cristiano Ronaldo
- Lisandro Martinez Susul Manchester United ke Thailand?
- Old Trafford Disabotase, Ada Lagu YNWA Liverpool yang Berkumandang di Markas MU!
- Manchester United Disebut Cerdas Angkut Christian Eriksen
- Mustahil Manchester United Temukan Pengganti Ideal Cristiano Ronaldo Musim Panas Ini
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST UPDATE
-
Bayangan Starting XI Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Ujian Awal John Herdman
Tim Nasional 21 Januari 2026, 20:56
-
Seri Ketiga Proliga 2026: Bandung bjb Tandamata Bidik Sapu Bersih di Rumah Sendiri
Voli 21 Januari 2026, 20:45
-
Live Streaming Newcastle vs PSV - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Marseille vs Liverpool - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Juventus vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Chelsea vs Pafos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Slavia Praha vs Barcelona - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Atalanta vs Athletic Club - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06










