8 Kandidat Pelatih Man United Usai Thomas Tuchel Menjauh: Ratcliffe Perlu Telepon Xabi Alonso?

Ari Prayoga | 13 Februari 2026 11:18
8 Kandidat Pelatih Man United Usai Thomas Tuchel Menjauh: Ratcliffe Perlu Telepon Xabi Alonso?
Selebrasi pemain Manchester United usai laga melawan Fulham di Old Trafford. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Pencarian manajer baru Manchester United kembali memasuki babak krusial. Harapan mendatangkan Thomas Tuchel resmi pupus setelah pelatih asal Jerman itu memperpanjang komitmennya bersama Timnas Inggris. Dengan kontrak barunya, peluang Tuchel merapat ke Old Trafford praktis tertutup.

Situasi ini memaksa manajemen Setan Merah, yang kini berada di bawah kendali Sir Jim Ratcliffe, untuk menyusun ulang peta jalan.

Advertisement

Setelah periode tak menentu dan keputusan menunjuk pelatih sementara, United sebenarnya punya cukup waktu untuk menentukan nahkoda permanen, seperti yang pernah mereka lakukan saat merekrut Erik ten Hag pada April 2022, bahkan sebelum musim berakhir.

Kini, sejumlah nama mulai dikaitkan. Namun, siapa yang paling realistis dan sesuai dengan proyek jangka panjang United yang menargetkan kembali bersaing di papan atas pada 2028?

1 dari 9 halaman

Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti

Manajer Timnas Brasil, Carlo Ancelotti (c) CBF Official

Pelatih senior asal Italia ini terikat kontrak bersama Timnas Brasil hingga Piala Dunia mendatang. Reputasinya tak perlu diragukan, lima trofi Liga Champions bersama AC Milan dan Real Madrid jadi bukti kelasnya.

Namun, Ancelotti dikenal sebagai pelatih yang memaksimalkan skuad bertabur bintang. Sementara United saat ini belum memiliki fondasi sekuat Milan atau Madrid di era kejayaannya.

Dengan usia 66 tahun dan pengalaman terakhirnya di Premier League bersama Everton yang kurang mengesankan, opsi ini terasa kurang selaras dengan proyek pembangunan jangka panjang.

2 dari 9 halaman

Mauricio Pochettino

Nama Pochettino sejatinya sudah lama dikaitkan dengan United, bahkan disebut sebagai pilihan favorit Sir Alex Ferguson pada 2016. Namun, kariernya pasca-Tottenham tidak sepenuhnya meyakinkan.

Gagal total di PSG, tak cocok di Chelsea, dan kini menangani Timnas Amerika Serikat, Pochettino terlihat seperti pelatih yang kehilangan momentum.

Meski punya pengalaman Premier League, United perlu lebih dari sekadar nostalgia atau keputusan emosional.

3 dari 9 halaman

Oliver Glasner

Oliver Glasner

Pelatih Crystal Palace Oliver Glasner. (c) AP Photo/Kin Cheung

Pelatih Austria ini sempat mencuri perhatian lewat kiprahnya bersama Crystal Palace. Namun inkonsistensi performa dan dinamika internal klub membuat posisinya goyah.

Satu perjalanan impresif di Piala FA belum cukup untuk menjadi tiket ke klub sebesar United. Apalagi, stabilitas dan kepemimpinan kuat sangat dibutuhkan di ruang ganti Old Trafford saat ini.

4 dari 9 halaman

Andoni Iraola

Andoni Iraola

Pelatih Bournemouth Andoni Iraola. (c) AP Photo/Jon Super

Iraola tampil impresif bersama Bournemouth dan dinilai layak melatih klub enam besar. Gaya menyerangnya atraktif dan progresif.

Namun, target ambisius United untuk kembali juara dalam beberapa tahun ke depan mungkin terlalu besar untuk pelatih yang belum pernah menangani klub elite dengan tekanan tinggi. Iraola lebih cocok untuk proyek bertahap, bukan revolusi instan.

5 dari 9 halaman

Xabi Alonso

Xabi Alonso

Xabi Alonso usai laga antara Real Madrid melawan Real Betis di Bernabeu, 5 Januari 2026 lalu. (c) AP Photo/Pablo Garcia

Inilah nama yang seharusnya membuat Ratcliffe berani mengambil langkah “kontroversial”.

Alonso sukses mematahkan dominasi Bayern Munich selama 11 tahun di Bundesliga bersama Bayer Leverkusen pada 2024, sebuah pencapaian luar biasa.

Meski sempat mengalami dinamika sulit di Real Madrid, kapasitas taktis dan pengalamannya bermain di bawah pelatih kelas dunia seperti Ancelotti, Mourinho, hingga Guardiola membuatnya matang secara filosofi.

Asosiasinya dengan Liverpool seharusnya bukan penghalang. Ia lahir di Tolosa, bukan dibentuk oleh rivalitas Inggris. Jika United ingin pelatih modern dengan visi jelas dan pendekatan taktis progresif, Alonso adalah opsi yang layak diperjuangkan.

6 dari 9 halaman

Xavi

Legenda Barcelona ini masih menganggur sejak meninggalkan Camp Nou. Ia membawa Barcelona juara La Liga 2022-23 dan dikenal sebagai pengusung filosofi sepak bola berbasis penguasaan bola.

Namun, pengalaman kepelatihannya masih terbatas. Selain Barcelona, ia hanya menangani Al Sadd di Qatar. Xavi memang membawa “aura bintang”, tetapi United butuh lebih dari sekadar nama besar.

7 dari 9 halaman

Julian Nagelsmann

Masih berusia 38 tahun, Nagelsmann adalah simbol generasi pelatih modern. Ia punya pengalaman di RB Leipzig dan Bayern Munich, serta terbiasa bekerja dalam struktur sporting director, sesuatu yang kini coba diperkuat United.

Kontraknya bersama Timnas Jerman hingga 2028 bisa jadi penghalang, tetapi hasrat kembali ke sepak bola klub besar terasa tak terelakkan. Jika United ingin pelatih muda dengan ide segar dan pendekatan analitis, Nagelsmann sangat masuk akal.

8 dari 9 halaman

Luis Enrique

Luis Enrique

Pelatih PSG, Luis Enrique di laga melawan Sporting Lisbon pada lanjutan Liga Champions. (c) AP Photo/Armando Franca

Bagi banyak fans, Enrique adalah paket komplet. Ia memenangkan Liga Champions bersama Barcelona dan PSG, mengusung gaya bermain atraktif, tegas pada pemain, namun tetap komunikatif.

Masalahnya, ia masih terikat dengan PSG hingga musim depan. Membajaknya dari klub milik Qatar akan sangat sulit.

Namun, jika ada satu nama yang bisa langsung meningkatkan standar kompetitif United, Enrique termasuk yang teratas.

Sumber: The Sun

LATEST UPDATE