8 Tahun Berlalu, Menyesali Kepergian Robin van Persie dari Arsenal
Richard Andreas | 9 Juni 2020 06:20
Bola.net - Delapan tahun sudah berlalu sejak transfer kontroversial Robin van Persie dari Arsenal ke Manchester United. Saat itu, Van Persie dicap sebagai pengkhianat yang mementingkan diri sendiri.
Betapa tidak, Van Persie sudah dibimbing The Gunners sejak tahun 2004, dikembangkan jadi pemain top. Dia sukses membungkus 132 gol dari 278 penampilan untuk Arsenal, torehan luar biasa.
Kendati demikian, tiba-tiba Van Persie menolak kontrak baru demi hengkang ke MU. Dia menanggalkan ban kapten The Gunners demi pindah ke Old Trafford, yang menurutnya punya peluang lebih besar meraih trofi.
Apa yang terjadi setelahnya? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Keputusan Van Persie
Meninggalkan Arsenal yang sudah memberikan segalanya demi trofi bersama MU terkesan egois, tapi jelas logis. Terbukti, Van Persie langsung membantu MU meraih gelar Premier League di musim debutnya, sekaligus membungkus Golden Boot alias top scorer.
Kepergian Van Persie mungkin sangat mengejutkan bagi fans Arsenal, tapi sebenarnya ruang ganti The Gunners pun dibuat tercengang. Seperti yang dikatakan Thomas Vermaelen, mantan bek Arsenal yang terkejut mendengar kepergian Van Persie.
"Itu [transfer Van Persie] merupakan kepergian yang mengejutkan. Saya tahu bahwa dia memang akan pergi, tapi mendengar bahwa dia tiba-tiba pergi untuk MU merupakan kejutan besar," ungkap Vermaelen di Arsenal.com.
Bisa Jadi Legenda
Kepergian Van Persie terbilang sangat mengejutkan karena seharusnya penyerang Belanda itu bisa jadi legenda jika mau bertahan bersama The Gunners. Van Persie punya segalanya untuk jadi pemain terbaik Arsenal.
"Tentu saya ingin dia bertahan di Arsenal, sebab pada musim terakhirnya bersama kami dia meraih PFA Player of the Year. Dia menjalani musim hebat, musim terbaik dalam kariernya, jadi saya ingin dia bertahan dan jadi legenda," ujar lanjut Vermaelen.
"Namun, jelas dia punya karakter tangguh jadi dia tidak bisa berubah pikiran tiba-tiba. Saya kira sifat itu baik, karena itulah yang membuatnya jadi pemain seperti itu."
"Anda tidak bisa memaksanya berubah piiran, dia sudah membuat keputusan dan pasti melakukannya," tutupnya.
Sumber: Arsenal
Baca ini juga ya!
Manchester United Intip Peluang Dapatkan Ansu Fati
Ketimbang Jadon Sancho, MU Dinilai Lebih Cocok Datangkan Kai Havertz
Curhat Ander Herrera yang Sakit Hati di-PHP MU
Ole Gunnar Solskjaer Optimistis MU Akhiri Musim 2019/20 dengan Trofi Juara
Alan Hansen Dipadukan Dengan Mark Lawrenson, Jadinya Virgil Van Dijk
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
LATEST UPDATE
-
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Persaingan Ketat dan Optimisme Juara
Tim Nasional 23 Juli 2026, 15:59
-
Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 15:31
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34















