Adam Lallana Pamit dari Sepak Bola
Editor Bolanet | 26 Juni 2025 13:31
Bola.net - Panggung sepak bola Inggris kehilangan salah satu gelandang terbaiknya. Adam Lallana, mantan bintang Liverpool dan timnas Inggris, secara resmi mengumumkan gantung sepatu dari karier profesionalnya.
Keputusan ini diambilnya di usia 37 tahun, sekaligus menandai akhir dari sebuah perjalanan panjang yang membentang selama hampir dua dekade. Lallana dikenal sebagai pemain cerdas dengan teknik tinggi yang meninggalkan jejak manis di setiap klub yang dibelanya.
Melalui sebuah pernyataan emosional di media sosial, ia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas semua kesempatan yang didapatkannya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki penyesalan sedikit pun atas semua yang telah terjadi dalam kariernya.
Kini, kisah inspiratifnya telah mencapai babak akhir. Sebuah perjalanan yang dimulai dari akademi Southampton, mencapai puncak kejayaan di Liverpool, hingga merasakan kebanggaan tak terhingga saat membela negaranya di panggung dunia.
Rasa Syukur di Akhir Perjalanan Panjang
Adam Lallana mengakhiri karier profesionalnya di tempat di mana semuanya dimulai, yaitu Southampton. Dalam pesannya, ia mengenang kembali perjalanan luar biasa yang ia mulai sejak bergabung dengan akademi klub pada tahun 1999.
Ia merasa sangat diberkati karena bisa menjalani mimpi yang dimiliki jutaan orang di seluruh dunia. Lallana juga secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya, yang tanpanya ia tidak akan bisa mencapai semua ini.
"Saat saya mengakhiri karier bermain saya, saya melakukannya dengan rasa syukur dan bangga yang luar biasa. Saya sangat menghargai kesempatan yang telah diberikan dan dukungan yang saya terima selama ini," tulis Lallana di Instagram.
"Anda berutang banyak kepada begitu banyak orang dalam perjalanan seperti ini - mustahil untuk menyebutkan semua orang, tetapi untuk semua itu, ketahuilah betapa bersyukurnya saya. Saya tidak bisa melakukannya tanpa Anda," lanjutnya.
Puncak Karier dan Mimpi yang Jadi Kenyataan
Perjalanan karier Lallana membawanya ke puncak tertinggi sepak bola. Setelah menjadi kapten dan ikon di Southampton, ia pindah ke Liverpool pada tahun 2014 dan menjadi bagian penting dari skuad bersejarah Jurgen Klopp.
Di Anfield, mimpinya untuk meraih trofi-trofi bergengsi terwujud dengan menjuarai Liga Champions dan Premier League. Setelah itu, ia juga sempat menjadi figur penting di Brighton sebelum akhirnya kembali ke Southampton untuk menutup kariernya.
"Gila rasanya berpikir semua ini dimulai pada milenium lalu, ketika saya menandatangani kontrak dengan akademi pada tahun 1999. Sejak melakukan debut profesional pada tahun 2006, saya menyadari bahwa saya telah diberkati untuk menjalani mimpi yang dibagikan oleh jutaan orang," ungkapnya.
"Saya bangga dengan karier bermain yang saya miliki dan tidak menyesali apa pun. Saya merangkul semua suka dan duka karena itu telah membentuk saya menjadi diri saya yang sekarang," tegas Lallana.
Sebuah Kehormatan Bernama Tim Nasional
Selain karier gemilang di level klub, Lallana juga memiliki catatan membanggakan bersama timnas Inggris. Total, ia mengoleksi 34 caps dan mencetak tiga gol untuk The Three Lions.
Ia menjadi bagian dari skuad Inggris di Piala Dunia 2014 dan Euro 2016. Salah satu golnya yang paling dikenang adalah gol kemenangan di satu-satunya laga yang dipimpin oleh Sam Allardyce sebagai manajer Inggris.
"Setiap satu caps sangat berarti bagi saya. Mewakili negara saya adalah kehormatan terbesar," katanya.
"Saya bersemangat untuk apa pun yang akan dibawa masa depan," pungkasnya, menandakan ia siap membuka lembaran baru dalam hidupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Haaland dan Guardiola Terlibat Perdebatan Usai Kemenangan Tipis Manchester City
Liga Inggris 30 November 2025, 03:35
-
Man of the Match Man City vs Leeds United: Phil Foden
Liga Inggris 30 November 2025, 00:55
-
Prediksi Chelsea vs Arsenal 30 November 2025
Liga Inggris 30 November 2025, 00:30
-
Hasil Man City vs Leeds United: Drama Lima Gol di Etihad, Phil Foden Jadi Penyelamat
Liga Inggris 30 November 2025, 00:01
-
Crystal Palace vs Man United: Sanggupkah Setan Merah Runtuhkan Benteng Selhurst Park?
Liga Inggris 29 November 2025, 23:14
LATEST UPDATE
-
Jadwal Madura United vs Persib Bandung di Indosiar, 30 November 2025
Bola Indonesia 30 November 2025, 08:52
-
4 Faktor Krusial yang Akan Menentukan Laga Chelsea vs Arsenal
Liga Inggris 30 November 2025, 08:30
-
Chelsea vs Arsenal: 7 Alasan Mengapa The Gunners Layak Difavoritkan Menang
Liga Inggris 30 November 2025, 08:00
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs Persib 30 November 2025
Bola Indonesia 30 November 2025, 07:57
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs Bali United 30 November 2025
Bola Indonesia 30 November 2025, 07:51
-
Jadwal Lengkap Manchester United 2025/2026
Liga Inggris 30 November 2025, 06:43
-
Jadwal Lengkap La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 30 November 2025, 06:42
-
Jadwal Lengkap Serie A 2025/2026
Liga Italia 30 November 2025, 06:40
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 30 November 2025, 06:36
-
Chaos di San Siro! AC Milan vs Lazio dan Kontroversi VAR yang Memicu Kartu Merah
Liga Italia 30 November 2025, 06:18
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 30 November 2025, 06:06
-
Kemenangan 1-0 AC Milan vs Lazio: Rapor Lengkap Penampilan Pemain Rossoneri
Liga Italia 30 November 2025, 06:02
LATEST EDITORIAL
-
5 Calon Pengganti Mohamed Salah yang Wajib Dipertimbangkan Liverpool Musim Panas Mendatang
Editorial 28 November 2025, 19:47
-
8 Pesepak Bola Kelas Dunia yang Pernah Terdegradasi: Ada Buffon, Carrick Hingga Owen
Editorial 28 November 2025, 19:29
-
8 Hal yang Harus Dilakukan Arne Slot Agar Tidak Dipecat Liverpool: Jangan Lupa Berdoa!
Editorial 28 November 2025, 15:55
-
Setelah Zirkzee Gagal Bersinar, 5 Striker Ini Layak Masuk Radar Manchester United
Editorial 27 November 2025, 22:12



