Analisis Arsenal: Apa Masalah Tim dan Apa yang Harus Dilakukan Freddie Ljungberg
Richard Andreas | 3 Desember 2019 07:00
Bola.net - Freddie Ljungberg mengambil langkah pertama sebagai pelatih interim Arsenal dengan hasil imbang 2-2 kontra Norwich City, Minggu (1/12/2019) lalu. Hasil ini terbilang buruk bagi The Gunners yang tidak konsisten beberapa pekan terakhir.
Tentu, Ljungberg belum punya banyak waktu untuk menghapus jejak Unai Emery dalam tim. Permainan Arsenal masih sama, masih tidak jelas, masih kebingungan. Beruntung mereka punya Pierre-Emerick Aubameyang yang ampuh mencetak gol.
Biarpun demikian, ada sejumlah perubahan kentara pada formasi dan pendekatan permainan The Gunners di Carrow Road. Ljungberg sudah tahu apa yang dia inginkan, meski masih belum maksimal.
Laga ini pun membantu Ljungberg mengenali dua masalah besar Arsenal, masing-masing cukup parah. Apa saja? Menukil Squawka, baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Buruknya Pertahanan Arsenal
Pertahanan pasif Arsenal sudah sejak lama jadi masalah, mulai era Arsene Wenger sampai hari-hari terakhir Emery. Ljungberg belum benar-benar bekerja, masalah ini jelas masih ada.
Lihat saja dua gol Norwich pada pertandingan ini, Ljungberg jelas memahami betapa buruknya barisan pertahanan mereka. Arsenal terlalu pasif, membiarkan lawan semena-mena.
Reaksi skuad Arsenal lambat, tidak hanya para bek. Sebelum mereka sadar, gempuran Norwich sudah mencapai kotak penalti, formasi Arsenal kacau, dan akhirnya kebobolan.
Mulai Tumpul
Ljungberg menurunkan Pierre-Emerick Aubameyang, Alexandre Lacazette, dan Joe Willock sejak awal, juga memberi kesempatan pada Bukayo Saka. Mereka semua pemain yang jago mencetak gol, kuat menyerang.
Tampaknya tak masuk akal mengkritik insting membunuh Arsenal setelah mereka mencetak dua gol, tapi faktanya mereka seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol.
Dimulai dari usaha Lacazette di menit ke-5, Arsenal menciptakan banyak peluang tapi gagal diselesaikan dengan baik. Salah satu gol yang dicetak Aubameyang bahkan datang dari titik putih.
Secepat Mungkin
Arsenal menutup laga dengan total 16 tembakan, tapi hanya 7 yang tepat sasaran. Tim mereka memiliki sejumlah penyerang paling mematikan di liga, tapi pukulan akhir mereka masih buruk.
Keputusan Ljungberg menurunkan Lucas Torreira sebagai pergantian pertama cukup membingungkan, padahal ada Nicolas Pepe yang bisa menambah daya gedor.
Bagaimanapun, Ljungberg akhirnya merasakan langsung masalah Arsenal di lapangan dan memaksanya membuat keputusan. Pertandingan berikutnya bakal lebih penting.
Sumber: Squawka
Baca ini juga ya!
- Nuno Espirito Santo Dicoret dari Daftar Manajer Baru Arsenal, Mengapa?
- Mauricio Pochettino Disarankan Tolak Tawaran Melatih Arsenal
- Digosipkan Latih Arsenal, Begini Respon Brendan Rodgers
- Gara-gara Ini, Freddie Ljungberg Sudah Diminta Hengkang dari Arsenal
- Kata Sang Legenda, Ini yang Harus Diperbaiki Ljungberg dari Arsenal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Brighton vs Chelsea, Yang Jadi Masalah Adalah Etos Kerja Pemain The Blues
Liga Inggris 22 April 2026, 10:37
LATEST UPDATE
-
Bekuk Como, Inter Milan Ingin Kawinkan Gelar Coppa Italia dan Serie A
Liga Italia 22 April 2026, 13:46
-
Profil Timnas Belgia di Piala Dunia 2026: Era Terakhir Generasi Emas
Piala Dunia 22 April 2026, 13:38
-
Inter Milan Comeback Lawan Como, Marcus Thuram: Mantap Betul Cuy!
Liga Italia 22 April 2026, 13:31
-
Tempat Menonton PSIM vs Persija Jakarta Hari Ini, 22 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 13:10
-
Marcus Thuram Optimistis Inter Milan Raih Dua Trofi
Liga Italia 22 April 2026, 13:03
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59













