Anfield Mulai Hilang Kesabaran: Arne Slot Dikecam Usai Liverpool Ditahan Burnley

Richard Andreas | 19 Januari 2026 13:57
Anfield Mulai Hilang Kesabaran: Arne Slot Dikecam Usai Liverpool Ditahan Burnley
Ibrahima Konate dan Armando Broja berebut bola dalam laga Premier League antara Liverpool vs Burnley di Anfield, 17 Januari 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Liverpool kembali membuang poin di Anfield. Hasil imbang 1-1 melawan Burnley, tim papan bawah, menjadi pukulan lain yang membuat kesabaran publik tuan rumah kian menipis.

Suara cemooh terdengar jelas mengiringi peluit akhir. Ini bukan sekadar satu hasil mengecewakan, melainkan lanjutan dari tren yang membuat Liverpool kehilangan momentum di liga, meski posisi klasemen masih menyisakan harapan.

Advertisement

Bagi Arne Slot, situasi ini semakin menambah tekanan. Sang pelatih tidak menutup mata terhadap frustrasi yang dirasakan pendukung, sekaligus pemainnya sendiri, sebuah pengakuan yang menggambarkan suasana berat yang kini menyelimuti Anfield.

1 dari 6 halaman

Anfield Bergemuruh, Slot Mengakui Frustrasi

Anfield Bergemuruh, Slot Mengakui Frustrasi

Florian Wirtz mencoba melepaskan tembakan di depan penjaga gawang Burnley Martin Dubravka dalam laga Premier League antara Liverpool vs Burnley di Anfield, 17 Januari 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Cemoohan terdengar jelas saat laga berakhir. Liverpool kembali gagal mengamankan kemenangan kandang, dan kesabaran publik Anfield terasa kian menipis.

Slot menegaskan ia memahami reaksi tersebut. Ia mengakui frustrasi itu sepenuhnya wajar dan dirasakan pula di ruang ganti. Menurutnya, jika tim tidak lagi kecewa ketika hanya bermain imbang di kandang melawan Burnley, maka ada sesuatu yang salah.

Pengakuan tersebut menegaskan tingginya standar di klub ini. Bukan hanya karena lawan berasal dari papan bawah, tetapi juga karena Liverpool datang dengan status juara bertahan yang musim lalu dikenal begitu dominan di Anfield.

2 dari 6 halaman

Rentetan Imbang yang Menggerogoti Kepercayaan

Rentetan Imbang yang Menggerogoti Kepercayaan

Lesley Ugochukwu menggiring bola dengan kawalan Dominik Szoboszlai dalam laga Premier League antara Liverpool vs Burnley di Anfield, 17 Januari 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Rekor tak terkalahkan dalam 12 laga di semua kompetisi, enam kemenangan dan enam hasil imbang, anehnya justru memicu sentimen negatif. Empat hasil seri beruntun di liga menjadi alarm, dengan satu-satunya imbang yang terasa “positif” terjadi saat bertandang ke markas Arsenal.

Yang lebih mengkhawatirkan, Liverpool gagal menang di Anfield melawan tim promosi untuk pertama kalinya sejak musim 1980-81. Burnley menyusul jejak Sunderland dan Leeds United yang pulang membawa poin.

Statistik jangka pendek semakin menambah konteks tekanan. Lima kemenangan dari 17 laga liga terakhir, dengan rata-rata 1,24 poin per pertandingan, mengingatkan pada periode akhir Roy Hodgson sebelum pemecatan pada 2011, meski situasi dan dukungan klub jelas berbeda.

3 dari 6 halaman

Konteks Klub: Dukungan Masih Ada, Target Tetap Tinggi

Konteks Klub: Dukungan Masih Ada, Target Tetap Tinggi

Manajer Liverpool, Arne Slot, berjalan meninggalkan lapangan seusai pertandingan Liga Inggris melawan Arsenal, Jumat (9/1/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Situasi Slot tidak sepenuhnya sebanding dengan masa lalu. Ia datang sebagai pelatih juara, menghadapi tragedi dan perubahan besar skuad di musim panas, serta tidak memegang kendali penuh atas rekrutmen. Faktor cedera juga ikut memengaruhi.

Di atas kertas, posisi Liverpool masih relatif aman. Mereka berada di peringkat keempat liga, berada di jalur fase gugur Liga Champions, dan masih bertahan di Piala FA. Fenway Sports Group tetap memberi dukungan dan tidak berencana melakukan pergantian pelatih di tengah musim.

Namun, dukungan tersebut memiliki batas. Kualifikasi Liga Champions dipandang sebagai target minimum, terlebih persaingan semakin ketat dengan Manchester United dan Chelsea yang terus menguntit.

4 dari 6 halaman

Banyak Peluang, Finishing Jadi Masalah

Sulit menyebut laga ini sebagai kisah minim kreasi. Liverpool mendominasi 73 persen penguasaan bola, melepaskan 32 tembakan dengan 11 tepat sasaran, angka tertinggi mereka di liga dalam 13 bulan terakhir.

Nilai xG mencapai 2,96, jauh di atas Burnley yang hanya mencatatkan 0,4. Paruh pertama menampilkan kelancaran serangan yang jarang terlihat belakangan, dengan gol pembuka lahir dari rangkaian apik yang diselesaikan Florian Wirtz.

Masalahnya terletak pada penyelesaian akhir. Dominik Szoboszlai gagal mengeksekusi penalti, sejumlah peluang emas terbuang, dan kiper lawan tampil gemilang. Di babak kedua, Cody Gakpo juga gagal memanfaatkan kesempatan krusial yang seharusnya mengunci kemenangan.

5 dari 6 halaman

Gol Lunak Kembali Menghantui

Seperti deja vu, kecemasan muncul saat Liverpool hanya unggul tipis. Kerapian permainan menurun, dan momen itu berujung gol balasan, satu-satunya tembakan tepat sasaran Burnley sepanjang laga.

Slot menjelaskan sumber masalahnya. Ia menyoroti satu momen peringatan ketika tim hampir mencetak gol bunuh diri. Menurutnya, situasi itu serupa dengan proses terjadinya gol lawan, saat Liverpool mencoba membangun serangan dari belakang namun kehilangan bola.

Kesalahan transisi dan rapuhnya fokus kembali menjadi harga mahal. Alexis Mac Allister, yang masuk sebagai pemain pengganti, bahkan menyia-nyiakan peluang terbaik untuk mencetak gol penentu.

6 dari 6 halaman

Antara Perkembangan Pemain dan Tekanan Waktu

Ada sisi positif yang tertutup oleh hasil akhir. Wirtz terus menunjukkan grafik menanjak, dengan enam dari sembilan kontribusi golnya datang sejak 20 Desember, terbanyak di semua kompetisi pada periode tersebut. Jeremie Frimpong dan Milos Kerkez juga memperlihatkan kemajuan.

Namun, Slot mengakui progres individu sulit dirayakan tanpa hasil. Ia menegaskan bahwa perkembangan pemain kerap tak terlihat ketika skor akhir tidak mencerminkannya, dan situasi itu menyulitkan pemain untuk merasa benar-benar berkembang.

Waktu terus berjalan. Slot sempat menahan laju penurunan sebelum Natal, tetapi kebangkitan ini masih terasa rapuh. Satu hal kini semakin jelas, bahwa solusi harus segera ditemukan untuk meredam kegelisahan yang mulai bergema di Anfield.

LATEST UPDATE