Arsenal Saja Boros, Mengapa Liverpool Tidak Membeli Pemain Baru?
Asad Arifin | 1 September 2021 12:44
Bola.net - Liverpool tidak ambil bagian dalam riuh hari terakhir bursa transfer awal musim 2021/2022 atau Deadline Day. Lantas, apa yang terjadi? Apakah The Reds tidak punya uang untuk membeli pemain?
Klub-klub Premier League terlibat dalam sejumlah transaksi penting pada awal musim ini. Manchester United membawa pulang Cristiano Ronaldo setelah 12 tahun lalu hengkang dari Old Trafford.
Chelsea membeli Romelu Lukaku dengan harga sangat mahal. Man City menjadikan Jack Grealish sebagai pemain Inggris paling mahal. Sedangkan, Arsenal jadi tim paling boros dengan pengeluaran hingga Rp2,7 triliun.
Ada Apa, Liverpool?

Liverpool tidak sepenuhnya pasif pada bursa transfer awal musim 2021/2022 ini. The Reds sejak jauh-jauh hari telah merampungkan saga transfer Ibrahima Konante dari RB Leipzig dengan harga 40 juta euro.
Tapi, setelah Konate, tidak ada pemain baru yang datang ke Anfield.
Jurnalis Sky Sports, Richard Morgan, mengulas alasan di balik pasifnya Liverpool di bursa transfer. Richard Morgan menyebut paling tidak ada tiga alasan mengapa Jurgen Klopp tidak membeli pemain baru.
Sudah Punya Pengganti

Liverpool secara umum tidak kehilangan pemain yang menjadi tulang punggung klub. Liverpool sudah punya pengganti pemain yang pindah. Salah satunya adalah Gini Wijnaldum.
Untuk mengisi kepergian pemain asal Belanda itu ke PSG, Klopp punya pemain muda Harvey Elliot. Selain itu, masih ada nama Naby Keita dan Ox Chamberlain yang bisa dimaksimalkan.
"Tidak perlu membeli seorang gelandang hanya karena ada satu di pasar. Jika orang memikirkannya, tidak ada kebutuhan yang nyata. Jika ada satu pemain yang bisa meningkatkan semua hal, maka kami akan melakukannya," kata Klopp.
Liverpool Memang Begitu

Faktor kedua, kata Richard Morgan, yang membuat Liverpool tidak belanja pemain baru adalah kebijakan finansial klub. Di bawah kendali FSG, Liverpool sangat ketat dalam setiap kebijakan transfer.
Liverpool hanya akan membeli pemain dengan harga mahal jika sebelumnya ada pemain yang dilepas. Liverpool membeli Virgil van Dijk, Alisson, dan beberapa pemain lain dari penjualan Philippe Coutinho ke Barcelona.
Liverpool selalu berusaha mendapatkan keseimbangan finansial yang bagus. Musim lalu, Digo Jota dibeli setelah The Reds lebih dulu sukses melepas Rhian Brewster dengan harga yang bagus.
Skala Prioritas
Faktor ketiga adalah skala prioritas dari kebijakan klub. Saat ini, yang menjadi prioritas Liverpool bukan membeli pemain baru melainkan memberi kontrak baru pada para pemain penting di klub.
Liverpool memetakan dengan cermat situasi ini. Bukan hanya tentang siapa yang akan mendapat kontrak baru, tapi jumlah gaji yang didapatkan.
Virgil van Dijk dan Jordan Henderson telah mendapatkan kontrak baru. Selain mereka berdua, nama-nama seperti Fabinho, Trent Alexander-Arnold, Sadio Mane, dan Mohamed Salah juga masuk dalam skala prioritas Liverpool.
Sumber: Sky Sports
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- Cakep! Inilah Penampakan Pertama Cristiano Ronaldo Kembali Berseragam Manchester United
- Bedah Transfer Premier League: Arsenal Boros, Siapa yang Paling Hemat?
- Rekap Transfer Chelsea: Sedikit Beli, Justru Banyak Lepas Pemain
- Kembali ke MU, Ronaldo Dapat Pesan Spesial dari Pele
- Rekap Transfer Premier League: Siapa Saja yang Sudah Dibeli 'Big Six'?
- Martial Tolak Peluang Hengkang dari MU Pada Detik-detik Terakhir Bursa Transfer
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gercep, MU Lagi Nego Tipis-tipis dengan Pelatih asal Italia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:52
-
Inter Milan Tunda Perekrutan Pemain Besar Hingga Musim Panas
Liga Italia 20 Januari 2026, 15:49
-
Arsenal Tikung Manchester United untuk Bek Tangguh Inter Milan Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:41
-
Real Madrid Bisa Rekrut Dua Bek Tengah Sekaligus Musim Panas
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 15:33
-
AS Roma Pastikan Batal Rekrut Joshua Zirkzee dari MU
Liga Italia 20 Januari 2026, 15:30
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




