Aslinya Keras Kepala, Tuchel Ubah Formasi Chelsea karena Khawatir Dipecat?
Richard Andreas | 28 Januari 2022 04:30
Bola.net - Thomas Tuchel beruntung bisa lolos dari tekanan akibat hasil buruk Chelsea dalam dua bulan terakhir. Kemenangan Chelsea atas Tottenham di liga dan Carabao Cup sangat membantu.
Minggu (23/1/2022), Chelsea menundukkan Spurs dengan skor 2-0 dalam duel lanjutan Premier League. Kemenangan ini lebih penting dari sekadar torehan tiga poin.
Betapa tidak, performa Chelsea di liga terus merosot sejak Desember 2021 lalu. Mereka kehilangan banyak pemain inti karena Covid-19 dan cedera, tapi Tuchel tetap bersikeras dengan taktik yang sama.
Tuchel terus memaksa Chelsea bermain dengan formasi 3-4-3 atau 3-4-2-1, padahal sudah jelas Chelsea kehilangan pemain penting untuk melancarkan formasi tersebut.
Adaptasi Tuchel
Sejak Desember 2021 lalu fans Chelsea telah mendesak Tuchel untuk mengubah formasi. Namun, entah mengapa pelatih asal Jerman itu terus bersikeras memainkan formasi tiga bek.
Chelsea jadi kehilangan banyak poin berharga dan perlahan-lahan kehilangan posisi di puncak klasemen. Tuchel semakin tertekan dan gosip pemecatan menguat.
Untungnya, dua pekan terakhir Tuchel mulai mengubah formasi Chelsea jadi 4-1-4-1 atau 4-2-2-2. Hasilnya terbukti memuaskan.
Lebih cocok

Situasi Tuchel juga diamati oleh analis Premier League, Julien Laurens. Menurutnya, Tuchel harus mengubah formasi dan taktik karena sudah jelas gaya main itu lebih cocok dengan pemain Chelsea yang sekarang.
"Dia [Tuchel] mengubah formasi, gaya main mereka juga berubah. Mereka bermain dengan formasi 4-1-4-1 karena ingin lebih menyesuaikan dengan pemain," ujar Laurens di ESPN FC.
"Mungkin dia ingin membuat Lukaku berada di lingkungan yang lebih baik, untuk mencetak lebih banyak gol, dan untuk menggunakan Lukaku dengan lebih baik."
Khawatir dipecat?
Laurens menyadari bahwa Tuchel sempat bersikap keras kapala. Dia sudah sangat mengenal sifat Tuchel yang demikian. Meski begitu, dia pun yakin Tuchel menyadari posisi sulitnya.
"Tentu saja dia pelatih keras. Anda harus jadi pelatih keras di klub top. Namun, dia juga memahami bahwa terkadang mungkin dia perlu mengubah beberapa hal," lanjut Laurens.
"Dia tahu tekanan akan selalu ada dan ketika tiba waktunya kemenangan terhenti, dia akan berada di posisi berbahaya," pungkasnya.
Sumber: ESPN FC
Jangan lewatkan ini Bolaneters!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
LATEST UPDATE
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

