Bagaimana Hakim Ziyech Bisa Masuk Dalam Starting XI Chelsea Musim Depan?
Afdholud Dzikry | 17 Februari 2020 12:48
Bola.net - Musim 2019-2020 belum berakhir, namun Chelsea sudah mempersiapkan tim sejak awal sekarang seiring kepastian transfer Hakim Ziyech dari Ajax Amsterdam.
Pemain 26 tahun tersebut memutuskan menerima pinangan Chelsea dengan biaya 45 juta euro, atau sekitar 37,8 juta poundsterling. Ziyech sendiri baru akan bergabung dengan skuad Chelsea pada musim panas mendatang.
Performa Ziyech bersama Ajax Amsterdam musim lalu memang telah mengundang banyak minat dari banyak klub besar Eropa. Selain membawa Ajax mencapai semifinal Liga Champions, pemain asal Maroko tersebut juga sukses membuat 21 gol dan 16 assist musim lalu di semua kompetisi.
Performa apik itu juga masih berlanjut musim ini. Sejauh ini, Ziyech telah membuat 8 gol dan 18 assist di semua kompetisi. Catatan yang jelas membuat kedatangan Ziyech ke Stamford Bridge dipenuhi banyak senyum dan harapan.
Namun, bagaimana formasi yang bisa dimainkan Frank Lampard bersama Chelsea musim depan andai Hakim Ziyech merupakan satu-satunya tambahan dalam skuad The Blues? Simak selengkapnya di bawah ini.
Formasi 4-3-3 dengan Ziyech di Sisi Kanan
Ini tampaknya menjadi formasi yang paling mungkin bahwa Ziyech bisa dimasukkan ke dalam formasi Frank Lampard. Formasi ini juga yang paling banyak dimainkan musim ini.
Dalam formasi ini, Ziyech tak membutuhkan banyak adaptasi mengingat peran sebagai penyerang kanan juga ia mainkan di Ajax. Di Ajax, Ziyech berada di sisi kanan penyerangan bersama dua pemain lain di posisi berbeda, Dusan Tadic dan David Neres.
Dalam formasi ini, kehadiran Ziyech bisa membuat William tersingkir dari starting XI dengan Callum Hudson-Odoi bermain di sisi kiri. Winger Amerika Serikat, Christian Pulisic juga bisa menjadi penghangat cadangan dengan kedatangan Ziyech.
Formasi 3-4-3 dalam Sistem Tiga Bek
Dalam formasi ini, Ziyech bisa melakukan banyak pergerakan merangsek ke pertahanan dalam formasi tiga penyerang. Di belakang Ziyech, ada wing back yang bisa mendukung dan menutup ruang yang ditinggalkan Ziyech.
Dengan sistem permainan seperti itu, Chelsea bisa memiliki keuntungan dalam melakukan serangan yang memanfaatkan lebar lapangan. Pasalnya, Ziyech dan Reece James memiliki kemampuan mengirim umpan silang yang bisa dimanfaatkan oleh Tammy Abraham sebagai ujung tombak.
Ziyech Sebagai Pemain No.10 dalam Formasi 4-2-3-1
Frank Lampard dalam beberapa kesempatan mengatakan bahwa ia butuh seorang pemain yang mampu menjadi sumber kreatifitas permainan ketika menghadapi tim papan bawah di Stamford Bridge.
Ketidakmampuan Chelsea untuk membongkar pertahanan tim yang menumpuk banyak pemain di belakang telah banyak membuat mereka kehilangan poin. Dan kehadiran Ziyech dengan peran pemain nomor 10 diharapkan bisa menjadi kunci membongkar pertahanan lawan.
Bila Ziyech bermain dengan peran sebagai playmaker, artinya Hudson-Odoi dan Willian bisa bermain sebagai pemain sayap di kedua sisi.
Namun, kurangnya Ziyech dalam hal defensif bisa menjadi kendala Lampard bila ingin bermain dengan sistem ini. Ada kemungkinan Lampard bisa memainkan sistem ini bila ia yakin timnya akan menguasai lebih banyak bola.
Formasi 4-3-3 dengan Ziyech Sebagai Winger Kiri
Dahulu, pemain dominan kaki kiri selalu dimainkan sebagai winger kiri. Harapannya, ia bisa menarik bek lawan hingga keluar dari areanya sebelum melepaskan umpan ke kotak penalti.
Di sepak bola modern, itu berubah. Pemain kidal tak melulu ditempatkan di posisi kiri. Biasanya pemain kidal ditempatkan bergantian di kiri dan juga di kanan untuk memberikan lebih banyak ancaman. Salah satunya lewat tembakan-tembakan dari luar kotak penalti.
Nah, dengan keberadaan Ziyech, Lampard bisa memaksimalkan potensi Ziyech bila ingin mengubah jalannya permainan dengan lebih banyak memanfaatkan lebar lapangan. Mengubah posisi Ziyech bisa menjadi solusi andai permainan The Blues tak berjalan sesuai harapan.
Formasi 4-3-3 dengan Ziyech Sebagai Gelandang Tengah
Ziyech tentu saja merupakan pilihan yang bagus dalam lini serang The Blues. Namun ia juga memiliki kemampuan untuk pindah ke peran sebagai gelandang tengah juga.
Posisi ini juga sudah ia mainkan dalam beberapa kesempatan bersama Ajax musim ini di Eredisive. Dengan peran tersebut, Ziyech memiliki kesempatan untuk melakukan salah satu spesialisasinya, melepas tembakan jarak jauh.
Namun ada salah satu kelemahan yang harus ditemukan solusinya oleh Lampard, yakni kurangnya Ziyech dalam melakukan track back atau mundur kembali ketika tim diserang.
Semua Tentang Premier League Ada di Sini
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Apa yang Salah dengan Eberechi Eze di Arsenal?
Liga Inggris 19 Januari 2026, 17:29
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 16:18
LATEST UPDATE
-
Usai Cabut dari Real Madrid, Tujuan Xabi Alonso Berikutnya Terungkap
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 04:30
-
Kabar Panas dari Stamford Bridge: Chelsea Siap Lepas Gelandang Juara Piala Dunia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 03:29
-
Prediksi Copenhagen vs Napoli 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Olympiakos vs Leverkusen 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:02
-
Prediksi Sporting CP vs PSG 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:01
-
Prediksi Inter vs Arsenal 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Tottenham vs Dortmund 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Vinicius Dicemooh Fans Real Madrid, Kylian Mbappe tak Terima
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 01:15
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Man City 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26






