Beda Status Dua Transfer Liverpool: Thiago Diyakini, Jota Diragukan
Richard Andreas | 27 September 2020 22:45
Bola.net - Dua nama baru Liverpool, Thiago Alcantara dan Diogo Jota, diyakini bakal membuat pasukan Jurgen Klopp lebih komplet. Namun, ada sedikit perbedaan terkait status dua pemain ini.
Thiago didatangkan dari Bayern Munchen, dia membawa kreativitas yang dibutuhkan The Reds plus mental juara dengan pengalaman meraih banyak trofi.
Jota direkrut dari Wolverhampton. Dia masih muda berbakat, dan diyakini bisa jadi pelapis penting untuk trio Salah-Mane-Firmino -- yang tidak bisa bermain di setiap pertandingan semusim penuh.
Dua transfer ini pun diamati oleh mantan pemain Liverpool, Graeme Souness. Menurutnya, ada perbedaan status antara Thiago dan Jota.
Apa katanya? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!
Thiago, status: dikonfirmasi
Menurut Souness, kedua pemain baru ini akan dinilai berdasarkan adaptasi dan kontribusi mereka pada tim juara selevel Liverpool. Untuk itu Thiago lebih unggul.
Thiago bermental juara, pernah meraih banyak trofi. Dia seharusnya tahu bagaimana besar tuntutan di Liverpool, bahwa menang di setiap pekan adalah harga mati.
"Bayern Munchen tak biasanya melepas pemain top mereka sebelum performanya menurun, tapi saya kira tidak ada indikasi itu pada kasus Thiago di usia 29 tahun," ungkap Souness kepada The Times.
"Dia telah bermain di level tertinggi. Bersama klub-klub besar seperti Barcelona dan Bayern Munchen. Jadi, dia tidak akan terintimidasi dengan datang ke Liverpool dan bermain di bawah tekanan."
"Dia tahu betul bahwa Anda bermain di final di setiap pekan, sebab lawan selalu ingin melukai Anda. Dan dia bisa mengatasi semua itu," imbuhnya.
Jota, status: diragukan
Beda Thiago, beda Jota. Winger Portugal ini datang dari Wolves, klub hebat, tapi bukan penantang juara dari musim ke musim. Sebab itu, Souness sedikit meragukan kemampuan Jota untuk bertahan di bawah tekanan besar.
"Itulah satu-satunya pertanyaan saya untuk Diogo Jota [kemampuan bertahan di bawah tekanan], pembelian Liverpool baru yang lain," sambung Souness.
"Di Wolves, pertandingan setiap pekan bukan seperti laga final, tapi dia akan menghadapi itu di Liverpool. Jadi dia harus membuktikan diri bahwa dia siap bermain di bawah tekanan itu."
"Dia punya teknik hebat dan pemahaman permainan yang bagus, dia sudah terbukti bisa mengatasi kerasnya sepak bola Inggris dan bermain dalam tim yang bekerja keras, seperti Wolves," tutupnya.
Sumber: The Times
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Brighton vs Chelsea, Yang Jadi Masalah Adalah Etos Kerja Pemain The Blues
Liga Inggris 22 April 2026, 10:37
LATEST UPDATE
-
Bekuk Como, Inter Milan Ingin Kawinkan Gelar Coppa Italia dan Serie A
Liga Italia 22 April 2026, 13:46
-
Profil Timnas Belgia di Piala Dunia 2026: Era Terakhir Generasi Emas
Piala Dunia 22 April 2026, 13:38
-
Inter Milan Comeback Lawan Como, Marcus Thuram: Mantap Betul Cuy!
Liga Italia 22 April 2026, 13:31
-
Tempat Menonton PSIM vs Persija Jakarta Hari Ini, 22 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 13:10
-
Marcus Thuram Optimistis Inter Milan Raih Dua Trofi
Liga Italia 22 April 2026, 13:03
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59













