Bersiaplah MU, Man City Sedang Otw Jadi Klub Besar
Richard Andreas | 20 November 2019 02:00
Bola.net - Manchester City baru saja mengumumkan rekor pendapatan 535,2 juta poundsterling atau sekitar 9,7 triliun rupiah dan keuntungan 10, 1 juta pounds atau sekitar 184 miliar rupiah sebagai bagian dari laporan tahunan 2019/20.
Angka tersebut mewakili pertumbuhan finansial Man City di tahun ke-11 secara beruntun, serta profit dalam lima tahun beruntun di bawah Sheikh Mansour bin Zayed. Man City pun mengungkapkan rasio upah/pendapatan sebesar 59%.
Mengutip Goal internasional, perkembangan finansial Man City ini didorong oleh kesuksesan tahun lalu, baik tim utama pria maupun tim wanita. Di bawah Pep Guardiola, Man City meraih treble domestik lewat performa luar biasa.
Tak hanya itu, angka tersebut bakal mendorong Man City bersaing dengan MU dalam hal total pendapatan.
Mengutip Daily Mail, baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Lebih Besar Lagi
Pendapatan Man City tak berhenti di situ. Kabarnya, pimpinan Man City mengharapkan kenaikan lebih lanjut menjadi sekitar 560 juta pounds atau sekitar 10,2 triliun. Kenaikan ini didorong oleh kerja sama dengan Puma selama 10 tahun ke depan, dengan nilai sebesar 650 juta pounds.
Alhasil, suntikan dana dari Puma tersebut bakal membuat Man City menyamai MU, yang memproyeksikan pendapatan antara 560-580 juta pounds untuk periode yang sama. Tahun lalu, Man City pertama kalinya melewati tembok 500 juta pounds.
Kebangkitan Man City dibarengi dengan kemerosotan pendapatan MU karena tidak bermain di Liga Champions. Musim 2018/19 lalu MU menciptakan rekor pendapatan sebesar 627,1 juta pounds meski hanya bisa finis di peringkat keenam klaseemen akhir.
Meski begitu, tanpa Liga Champions musim ini, total pendapatan MU dinilai bakal merosot ke angka 560-580 juta pounds.
MU Wajib Waspada
Torehan itu membuktikan bahwa Man City tidak hanya fokus pada perkembangan tim di atas lapangan. Man City pun mengembangkan klub secara keseluruhan, mulai basis fans sampai nilai-nilai klub.
Beberapa tahun lalu, MU boleh berbangga diri dan mengatai Man City sebagai "noisy neighbour". Kini, mereka harus menerima fakta bahwa si tetangga tidak hanya berisik, juga berprestasi.
MU harus segera merespons, kali ini Ole Gunnar Solskjaer yang dipercaya memikul beban tersebut. Sayangnya, pihak klub dituding tidak benar-benar fokus mendukung perkembangan tim.
MU pintar berbisnis, tapi prestasi lapangan tidak boleh diabaikan. Man City, di sisi lain, bisa menjaga keselarasan dua hal penting ini.
Sumber: Daily Mail
Baca ini juga ya!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Krisis Memanas, Tottenham Bisa Jadi Favorit Kena Degradasi!
Liga Inggris 7 Maret 2026, 14:34
-
Tidak Ada yang Peduli dengan Marcus Rashford di Barcelona
Liga Spanyol 7 Maret 2026, 12:38
-
Beratnya Jadi Man United, Sudah Masuk 3 Besar pun Masih Dikritik Keras
Liga Inggris 7 Maret 2026, 11:35
-
Chelsea Bahkan Tidak Punya Kiper Nomor 1
Liga Inggris 7 Maret 2026, 10:32
LATEST UPDATE
-
Kontingen Belanda Bikin Nyaman Ryan Gravenberch di Liverpool, Tapi...
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:41
-
Usai Mansfield Town, Arsenal Alihkan Fokus ke Bayer Leverkusen
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:37
-
Mikel Arteta akui Mansfield Buat Arsenal Menderita
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:27
-
Maarten Paes Starter, Ajax Kalah Telak dari Groningen
Liga Eropa Lain 8 Maret 2026, 00:30
-
Tempat Menonton Newcastle vs Man City: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:55
-
Saingi MU, Liverpool Juga Incar Bintang Juventus Ini di Musim Panas 2026
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:51
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59












