Boros tapi Tak Pandai Jual Pemain, Masalah Klasik Manchester United
Aga Deta | 2 Juli 2025 13:35
Bola.net - Sejak kepergian Sir Alex Ferguson, Manchester United terus bergulat dengan masalah struktural. Salah satu yang paling kentara adalah lemahnya strategi dalam menjual pemain.
Dalam sepuluh tahun terakhir, klub kerap jor-joran belanja tanpa arah yang jelas. Gaji tinggi dan banderol mahal membuat banyak pemain sulit dijual kembali.
Akibatnya, United menjadi klub dengan pengeluaran bersih tertinggi secara global. Ironisnya, semua pengeluaran itu tak berbuah gelar Premier League sejak 2013.
Kini, dengan Ruben Amorim di kursi manajer, klub bertekad membangun ulang skuad. Tapi untuk melakukannya, mereka harus lebih pintar dalam melepas pemain yang tak lagi dibutuhkan.
Penjualan Pemain Masih Jadi Titik Lemah MU

Setelah diambil alih oleh INEOS pada awal 2024, Manchester United menargetkan efisiensi dalam urusan transfer. Sir Jim Ratcliffe menekankan pentingnya pengelolaan jual-beli pemain secara lebih cermat.
Namun, dari sisi pemasukan penjualan, MU masih kalah saing dengan rival-rivalnya di Inggris. Mereka hanya berada di posisi kesembilan dalam daftar pendapatan transfer klub Premier League.
Dalam satu dekade terakhir, pemasukan United dari transfer pemain hanya mencapai 545 juta euro. Jumlah itu kalah jauh dari Manchester City, Chelsea, bahkan Liverpool.
Banyak pemain harus dilepas dengan harga murah atau dipinjamkan karena beban gaji tinggi. Situasi ini menyulitkan klub mendapatkan dana segar untuk membiayai pembelian baru.
Minimnya Penjualan Besar Perlu Jadi Evaluasi

Di level Eropa, Manchester United hanya berada di posisi ke-32 dalam hal pendapatan dari penjualan pemain. Angka ini tertinggal jauh dari klub-klub besar yang berada di level kompetitif yang sama.
Rekor penjualan tertinggi MU masih dipegang Cristiano Ronaldo sejak 2009, yakni 94 juta euro ke Real Madrid. Bahkan transfer David Beckham ke klub yang sama pada 2003 masih termasuk lima besar.
Selama sepuluh tahun terakhir, hanya enam pemain yang berhasil dijual di atas 30 juta euro. Sebuah catatan yang sangat rendah untuk klub dengan brand global seperti United.
Jika ingin bangkit secara kompetitif dan finansial, MU harus meningkatkan kemampuan melepas pemain secara efektif. Pendapatan dari transfer bisa membantu klub membiayai regenerasi skuad secara berkelanjutan.
Tantangan Finansial dan Harapan di Bursa Transfer

Regulasi keuangan yang semakin ketat memaksa klub mencari pemasukan lewat penjualan. Menjual pemain dari akademi juga sangat membantu karena bisa mencatat keuntungan bersih penuh.
United telah mengeluarkan dana besar musim panas ini, termasuk 74 juta euro untuk Matheus Cunha. Mereka juga sedang mengejar Bryan Mbeumo dengan tawaran mendekati 70 juta euro.
Agar bisa melanjutkan aktivitas transfer, klub harus menjual pemain seperti Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Antony. Klub berharap bisa mendapat dana besar seperti pada penjualan Scott McTominay dan Mason Greenwood musim lalu.
Beberapa bulan ke depan akan menjadi ujian besar bagi manajemen baru Setan Merah. Ini adalah waktu yang tepat untuk membuktikan bahwa mereka mampu mengelola aset dengan cerdas dan memperbaiki neraca klub.
Klasemen Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Michael Carrick Menang Terus, Manchester United Terdesak Ambil Keputusan Besar
Liga Inggris 2 Februari 2026, 21:32
-
Hasil PSM vs Semen Padang: Imbang Tanpa Gol di Lanjutan BRI Super League
Bola Indonesia 2 Februari 2026, 21:22
-
Manchester United Gagal Bajak Transfer Bek Muda Rennes ke Liverpool
Liga Inggris 2 Februari 2026, 20:52
-
Hal-Hal Ini yang Membuat Persija Kepincut Mauro Zijlstra
Bola Indonesia 2 Februari 2026, 20:38
-
Arah Angin Berubah, Marcus Rashford Mungkin Bertahan di Barcelona
Liga Inggris 2 Februari 2026, 20:38
LATEST UPDATE
-
Sentuhan Simpel Michael Carrick Hidupkan Cara-Cara Lama Manchester United
Liga Inggris 2 Februari 2026, 21:56
-
Michael Carrick Menang Terus, Manchester United Terdesak Ambil Keputusan Besar
Liga Inggris 2 Februari 2026, 21:32
-
Hasil PSM vs Semen Padang: Imbang Tanpa Gol di Lanjutan BRI Super League
Bola Indonesia 2 Februari 2026, 21:22
-
Manchester United Gagal Bajak Transfer Bek Muda Rennes ke Liverpool
Liga Inggris 2 Februari 2026, 20:52
-
Hal-Hal Ini yang Membuat Persija Kepincut Mauro Zijlstra
Bola Indonesia 2 Februari 2026, 20:38
-
Arah Angin Berubah, Marcus Rashford Mungkin Bertahan di Barcelona
Liga Inggris 2 Februari 2026, 20:38
-
Man City Tertahan Lagi, Seharusnya Arsenal Hampir Pasti Juara Premier League!
Liga Inggris 2 Februari 2026, 20:19
-
Man City Masih Bisa Juara! Begini Respons Guardiola Soal Selisih Poin dengan Arsenal
Liga Inggris 2 Februari 2026, 19:57
-
Live Streaming Udinese vs Roma - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 2 Februari 2026, 19:45
-
Bentuk Protes, Cristiano Ronaldo Dikabarkan Mogok Main di Al Nassr!
Asia 2 Februari 2026, 19:25
-
Siap Bangkit dari Keterpurukan, Ini 6 Potret Livery Honda HRC Castrol di MotoGP 2026
Otomotif 2 Februari 2026, 19:18
-
Rodri Murka Soal Keputusan VAR di Laga Man City vs Tottenham, Kenapa?
Liga Inggris 2 Februari 2026, 18:59
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Berpotensi Pindah Klub di Hari Terakhir Bursa Januari 2026
Editorial 2 Februari 2026, 13:18
-
7 Klub yang Paling Berpeluang Merekrut Raheem Sterling Usai Berpisah dengan Chelsea
Editorial 30 Januari 2026, 13:06
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57



