Cesc Fabregas Membangun Kerajaan di Como: Desain Gym Sendiri, Ubah Ukuran Lapangan, Rombak Klub dari 'Minus 10' Hingga Tembus Papan Atas Serie A
Afdholud Dzikry | 5 Mei 2026 09:31
Bola.net - Cesc Fabregas mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kendali mutlak dalam membangun proyek besar di Como. Pelatih asal Spanyol tersebut tidak hanya menangani urusan taktik tetapi juga terlibat dalam pembangunan infrastruktur klub.
Peran sentral ini menjadi alasan kuat mengapa dirinya belum ingin berpindah ke lain hati dalam waktu dekat. Fabregas merasa beruntung mendapatkan kepercayaan penuh dari pemilik klub untuk mengeksekusi visinya secara menyeluruh.
Fabregas menjelaskan bahwa dirinya terlibat langsung dalam merancang fasilitas kebugaran yang ada di pusat latihan Como. Ia bekerja sama dengan arsitek untuk memastikan desain bangunan sesuai dengan standar yang ia inginkan.
Inspirasi desain tersebut ternyata ia dapatkan dari mantan manajernya di Arsenal dahulu, yakni Arsene Wenger. Ia memastikan area gym memiliki pemandangan langsung ke lapangan latihan demi kenyamanan para pemain.
"Gym itu saya desain bersama arsitek, termasuk bagian kaca di depannya. Saya belajar dari Arsene Wenger bahwa gym harus menghadap ke lapangan agar pemain yang cedera tetap bisa melihat rekan setimnya bertanding," ujar Fabregas.
"Semua makanan datang ke sini, bangunan ini dulunya tua, dan saya merombaknya sesuai dengan apa yang saya rasa benar. Begitu juga dengan semua lapangan dan hal lainnya," lanjutnya.
Keputusan Strategis di Dalam Lapangan

Selain fasilitas fisik, Fabregas juga memiliki otoritas penuh untuk menentukan dimensi lapangan di stadion milik Como. Ia memutuskan untuk memperlebar ukuran lapangan demi mendukung filosofi permainan tim yang mengandalkan penguasaan bola.
Keputusan ini sempat mendapatkan pertentangan dari beberapa pihak di Italia yang lebih menyukai taktik bertahan. Namun, Fabregas tetap teguh pada pendiriannya karena ingin Como tampil menyerang dan mendominasi setiap pertandingan.
"Di stadion, saya katakan kami butuh lapangan yang lebih besar karena kami adalah tim yang ingin memegang bola dan mendominasi penguasaan. Jadi saya membuat lapangannya menjadi lebih lebar," ucap Fabregas.
"Di Italia orang-orang berkata jangan buat ukuran 65 meter, buat saja 63 meter agar bisa bertahan lebih baik. Itu hanyalah masalah perbedaan konsep dalam melihat sepak bola," tambah mantan pemain Chelsea itu.
Kebebasan Mutlak dari Keluarga Hartono

Keberhasilan Fabregas membawa Como melesat dari Serie B hingga bersaing di papan atas tidak lepas dari dukungan pemilik. Keluarga Hartono selaku pemilik miliarder memberikan keleluasaan penuh bagi Fabregas dalam mengambil keputusan sepak bola.
Ia merasa sangat dihargai karena setiap kebijakan transfer pemain harus melalui persetujuan dan keyakinan dirinya sendiri. Hal ini membuat proses pembangunan skuad berjalan selaras dengan gaya bermain yang ingin ia terapkan.
"Saya mengambil semua keputusan sepak bola bersama direktur olahraga yang mendampingi saya setiap hari. Semua perekrutan pemain menggunakan data dan scouting, tapi harus menjadi sesuatu yang saya percayai," tutur Fabregas.
"Saya sangat senang dan beruntung memiliki presiden yang sangat mempercayai saya. Dia memberi saya kepercayaan diri untuk pergi dan mengambil semua keputusan sepak bola yang sangat penting bagi saya," tegasnya.
Belajar Cepat di 'Universitas' Como
Perjalanan Como saat ini dirasakan Fabregas berjalan jauh lebih cepat daripada jadwal yang telah direncanakan sebelumnya. Proyek yang dimulai dari titik terendah ini kini perlahan mulai bertransformasi menjadi kekuatan baru di Eropa.
Fabregas menganggap setiap hari di Como adalah proses pembelajaran yang sangat berharga bagi karier kepelatihannya. Ia merasa mendapatkan ilmu yang lebih banyak karena harus menangani berbagai aspek di dalam klub.
"Kami memulai perjalanan ini bukan dari lantai dasar, melainkan dari minus 10. Saya merasa klub ini punya potensi besar, dari bukan apa-apa hingga suatu saat menjadi klub Eropa," kata Fabregas.
"Saya menikmati apa yang saya lakukan setiap hari dan merasa seperti sedang berada di universitas. Saya harus membuat banyak keputusan di seluruh bagian klub, dan itu membuat saya belajar lebih cepat," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
LATEST UPDATE
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







