Chelsea Dianggap Diskriminatif Soal Konflik Costa-Conte
Ari Prayoga | 4 Agustus 2017 06:20
Bola.net - - Jawara bertahan Premier League, Chelsea dianggap melakukan tindakan diskriminasi terhadap konflik yang terjadi antara bomber Diego Conte dengan manajer Antonio Conte.
Anggapan tersebut dikemukakan oleh pengacara Costa, Ricardo Cardoso. Menurutnya, kubu The Blues sama sekali tak berbuat apa-apa untuk menindak lanjuti kabar SMS pengusiran Conte kepada Costa.
Seperti diketahui, Conte yang kabarnya kesal dengan sikap Costa tak menginginkan bomber internasional Spanyol itu di timnya untuk musim depan. Costa pun kemudian mengungkapkan kepada publik bahwa ia sudah diusir Conte lewat pesan singkat.
Chelsea tak hanya membantah atau mengoreksi pelatih, baik publik maupun privat, tapi malah memperpanjang kontraknya. Ini menunjukkan bahwa mereka mengetahui dan setuju melepas Diego Costa dan cara melakukannya, ujar Cardoso kepada EFE.
Sikap diskriminatif ini membuat Costa tidak mungkin kembali ke Chelsea jika Antonio Conte tetap menjadi pelatih. Tak ada cara yang membuatnya bisa lanjut bermain untuk Chelsea, sebuah pesan yang sudah beberapa kali dikomunikasikan dengan yang berwenang di sana, lanjutnya.
Costa yang kini masih menjalani liburan pun segera mengajukan permintaan kepada Chelsea untuk dilego ke klub lain pada musim panas ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ada Peran Ancelotti dalam Sinar Estevao Willian di Chelsea
Liga Inggris 7 Maret 2026, 08:00
-
Magis Liam Rosenior! Ada Trik Pochettino dalam Misi Kebangkitan Chelsea
Liga Inggris 7 Maret 2026, 04:44
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSBS Biak vs Semen Padang 8 Maret 2026
Bola Indonesia 7 Maret 2026, 14:54
-
Krisis Memanas, Tottenham Bisa Jadi Favorit Kena Degradasi!
Liga Inggris 7 Maret 2026, 14:34
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Persik 8 Maret 2026
Bola Indonesia 7 Maret 2026, 13:49
-
Tidak Ada yang Peduli dengan Marcus Rashford di Barcelona
Liga Spanyol 7 Maret 2026, 12:38
-
Beratnya Jadi Man United, Sudah Masuk 3 Besar pun Masih Dikritik Keras
Liga Inggris 7 Maret 2026, 11:35

















