Chelsea Era Baru: Membongkar Apa yang Bisa Diberikan Liam Rosenior untuk The Blues
Richard Andreas | 6 Januari 2026 19:29
Bola.net - Chelsea tidak perlu mencari terlalu jauh ketika memutuskan berpisah dengan Enzo Maresca. Jawabannya justru sudah ada di dalam ekosistem mereka sendiri, lewat sosok yang bekerja tenang namun progresif di Strasbourg.
Liam Rosenior kini resmi menjadi manajer baru Chelsea, membawa reputasi sebagai pelatih muda yang fleksibel, berani, dan piawai mengelola skuad belia. Tugas terbesarnya jelas: mengakhiri inkonsistensi yang membayangi The Blues dalam 18 bulan terakhir.
Di atas kertas, fondasi skuad Chelsea sudah tersedia. Posisi lima besar liga dan peluang lolos ke fase gugur Liga Champions memberi ruang bagi Rosenior untuk menanamkan identitas barunya.
Lantas, seperti apa sebenarnya gaya sepakbola yang akan dibawa Rosenior ke Stamford Bridge?
Pragmatis dan Fleksibel dalam Formasi

Liam Rosenior dikenal bukan sebagai pelatih yang terikat pada satu pakem formasi. Di Strasbourg, ia menunjukkan pendekatan pragmatis dengan menyesuaikan struktur tim berdasarkan lawan yang dihadapi.
Dalam beberapa pertandingan, Strasbourg tampil dengan tiga bek menggunakan skema 3-4-2-1. Namun di laga lain, mereka beralih ke empat bek melalui formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1. Fleksibilitas ini memberi tim kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan identitas dasar permainan.
Pendekatan tersebut kontras dengan tren pelatih modern yang sering kaku pada satu filosofi. Bagi Rosenior, kontrol permainan bukan soal bentuk, melainkan fungsi setiap pemain di dalam struktur.
Bagi Chelsea yang kerap kesulitan menemukan keseimbangan taktik musim ini, kemampuan beralih sistem tanpa mengganti prinsip inti menjadi nilai tambah yang signifikan.
Build-up Pendek dan Progresi Lewat Tengah

Penguasaan bola tetap menjadi fondasi utama, namun dengan penekanan yang lebih fungsional. Di Strasbourg, Rosenior membangun tim yang nyaman mengalirkan bola pendek dan cepat sejak lini belakang.
Peran penjaga gawang menjadi krusial. Mike Penders, kiper muda pinjaman dari Chelsea, kerap berdiri tinggi dan ikut membentuk garis pertama build-up. Statistik menunjukkan tidak ada kiper Ligue 1 lain yang lebih sering menyentuh bola di luar kotak penalti dibanding Penders.
Pendekatan ini selaras dengan kecenderungan Strasbourg yang sangat jarang memainkan umpan panjang. Hanya Paris Saint-Germain dan Barcelona yang memiliki persentase umpan jauh lebih rendah di lima liga top Eropa musim ini.
Namun yang paling menonjol adalah progresi lewat tengah. Strasbourg aktif mengalirkan bola melalui koridor sentral untuk memancing lawan, sebelum mempercepat serangan ketika ruang terbuka.
Cepat Saat Celah Terbuka, Tajam di Kotak Penalti

Berbeda dengan keluhan sebagian suporter Chelsea terhadap penguasaan bola yang terasa steril di era Maresca, progresi Strasbourg selalu memiliki tujuan akhir yang jelas.
Meski tidak terlalu dominan secara teritorial, Strasbourg justru sangat efektif dalam menciptakan peluang berkualitas tinggi. Ketika struktur lawan mulai terpecah, tempo langsung dipercepat.
Pola umpan satu sentuhan dan pergerakan third-man menjadi ciri khas. Dalam beberapa gol, bek sayap atau wing-back melakukan tusukan ke ruang kosong setelah kombinasi cepat di tengah.
Hasilnya terlihat nyata. Hanya Atletico Madrid, Real Madrid, dan Bayern Munich yang menciptakan peluang “clear shot” lebih banyak dibanding Strasbourg di lima liga top Eropa musim ini.
Pressing Tinggi dengan Energi Kolektif
Di luar penguasaan bola, Rosenior juga membentuk Strasbourg sebagai tim yang agresif tanpa bola. Pressing tinggi dilakukan dengan keberanian dan intensitas kolektif.
Dalam sebuah wawancara, Rosenior menegaskan bahwa dominasi tidak hanya soal menguasai bola, tetapi juga mengontrol ruang dan wilayah. Pressing, baginya, adalah cara tercepat untuk kembali menyerang.
Strasbourg kerap melakukan penjagaan satu lawan satu saat mendorong garis tinggi. Pendekatan ini meningkatkan peluang merebut bola di sepertiga akhir lapangan.
Statistik Ligue 1 musim ini menunjukkan lonjakan signifikan dalam perebutan bola tinggi yang berujung peluang. Hanya PSG yang mencatat angka lebih baik dibanding Strasbourg.
Bekal Inggris dan Dampak Nyata di Prancis
Meski belum pernah melatih di Premier League, Rosenior bukan sosok asing dengan sepakbola Inggris. Ia pernah menangani Hull City dan Derby County, serta memiliki karier bermain panjang di berbagai klub Inggris.
Di Strasbourg, dampaknya langsung terasa. Klub itu finis di peringkat ketujuh dan lolos ke kompetisi Eropa pada musim pertamanya, setelah dua musim sebelumnya berkutat di papan tengah bawah.
Kini, Rosenior membawa reputasi itu ke Chelsea. Dengan fleksibilitas taktik, keberanian pressing, dan pengalaman membina pemain muda, era baru di Stamford Bridge resmi dimulai.
Jangan sampai ketinggalan infonya
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Tor Monitor, Liam Rosenior! Menerka Arah Taktik Sang Pelatih untuk Skuad Muda Chelsea
Ruben Amorim Malah Senang Usai Dipecat Manchester United, Dapat Pesangon Hampir Rp680 Miliar
Kata-Kata Liam Rosenior Usai Resmi Jadi Pelatih Chelsea: Alasan Keluarga dan Panggilan Juara
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Newcastle Sepakat Rekrut Nico Gonzalez dari Manchester City
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 10:04
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 09:47
-
Manchester City Sepakat Datangkan Allan Elias dari Palmeiras
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 08:44
-
5 Pelajaran Chelsea vs Fulham: Cole Palmer Bersinar dalam Debut Impian Xabi Alonso
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 08:04
-
Xabi Alonso Bela Robert Sanchez Usai Bikin 2 Blunder Kontra Fulham
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 07:24
LATEST UPDATE
-
Gustavo Almeida Berpeluang jadi Top Skor BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 25 Agustus 2026, 16:42
-
PSS Sleman Belum Terkalahkan di Laga Pramusim
Bola Indonesia 25 Agustus 2026, 15:59
-
Cole Palmer Kembali Bangkit, Awali Musim Baru dengan Gol dan Assist
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 14:00
-
Gabriel Martinelli Dekati Pintu Keluar Arsenal, Al Hilal Siapkan Tawaran Besar
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 13:00
-
Manchester United Ingin Pinjam Alejandro Balde, Barcelona Minta 30-40 Juta Euro
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 12:04
-
Xabi Alonso Ungkap Alasan Palestra dan Caicedo Absen Lawan Fulham
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 11:24
-
Juventus Cemas, Kenan Yildiz Terancam Absen 2 Bulan Usai Cedera Lawan Frosinone
Liga Italia 25 Agustus 2026, 10:44
-
Newcastle Sepakat Rekrut Nico Gonzalez dari Manchester City
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 10:04
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 25 Agustus 2026, 09:59
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 25 Agustus 2026, 09:52
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 09:47
-
Juventus Capai Kesepakatan Rekrut Kamil Grabara dari Wolfsburg
Liga Italia 25 Agustus 2026, 09:24
-
Manchester City Sepakat Datangkan Allan Elias dari Palmeiras
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 08:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00


