'Chelsea Mematikan Produk Hebat Dari Akademinya'
Editor Bolanet | 28 Maret 2013 12:50
- Mantan kepala pemandu bakat klub , Frank Arnesen mengungkapkan bahwa The Blues saat ini telah kehilangan talenta hebat yang merupakan produk dari akademi klub.
Hal itu diungkapkannya, setelah merasa bahwa kinerjanya dalam mengembangkan bakat-bakat muda akademi di Stamford Bridge seakan tidak berguna. Kegiatan transfer yang berlebihan menjadi faktor utama pemicu situasi tersebut.
Arnesen sebelumnya yakin, jika ia telah membantu mengembangkan pemain muda agar dapat bersaing di tim utama. Akan tetapi kesuksesan instan yang kerap menjadi prioritas tim dinilai mematikan harapan pemain muda.
Sejumlah nama seperti Daniel Sturridge, Fabio Borini dan Miroslav Stoch merupakan contoh pemain yang disebut oleh Arnesen. Ia pun meyakini, jika mentalitas konsumtif klub Premier League tidak sesuai dengan misi pengembangan bakat muda.
Di Chelsea kami memiliki sejumlah talenta fantastis, kami mengembangkan sejumlah pemain luar biasa. Namun mereka butuh diberi kesempatan, dan mereka tidak pernah mendapatkannya. Tekanan terlalu besar, tutur pria yang kini menjabat direktur olahraga klub Hamburg SV.
Manajer di Inggris hanya memantau dan berbelanja pemain. Level begitu tinggi dan itu menyulitkan mereka karena jika mereka kehilangan dua atau tiga laga, mereka lenyap. Jerman sangat bagus dalam mengembangkan pemain muda, namun tetap memasukkan mereka di tim. Itu merupakan masalah di Inggris. (est/atg)
Hal itu diungkapkannya, setelah merasa bahwa kinerjanya dalam mengembangkan bakat-bakat muda akademi di Stamford Bridge seakan tidak berguna. Kegiatan transfer yang berlebihan menjadi faktor utama pemicu situasi tersebut.
Arnesen sebelumnya yakin, jika ia telah membantu mengembangkan pemain muda agar dapat bersaing di tim utama. Akan tetapi kesuksesan instan yang kerap menjadi prioritas tim dinilai mematikan harapan pemain muda.
Sejumlah nama seperti Daniel Sturridge, Fabio Borini dan Miroslav Stoch merupakan contoh pemain yang disebut oleh Arnesen. Ia pun meyakini, jika mentalitas konsumtif klub Premier League tidak sesuai dengan misi pengembangan bakat muda.
Di Chelsea kami memiliki sejumlah talenta fantastis, kami mengembangkan sejumlah pemain luar biasa. Namun mereka butuh diberi kesempatan, dan mereka tidak pernah mendapatkannya. Tekanan terlalu besar, tutur pria yang kini menjabat direktur olahraga klub Hamburg SV.
Manajer di Inggris hanya memantau dan berbelanja pemain. Level begitu tinggi dan itu menyulitkan mereka karena jika mereka kehilangan dua atau tiga laga, mereka lenyap. Jerman sangat bagus dalam mengembangkan pemain muda, namun tetap memasukkan mereka di tim. Itu merupakan masalah di Inggris. (est/atg)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kabar Terkini Transfer Mateus Fernandes ke MU: Sudah Sejauh Mana?
Liga Inggris 16 Juni 2026, 19:40
-
Bersinar di Piala Dunia 2026, MU Kesengsem Pemain Timnas Belanda Ini?
Liga Inggris 16 Juni 2026, 19:20
-
Seriusan? Liverpool Tertarik Boyong Marcus Rashford?
Liga Inggris 16 Juni 2026, 18:20
-
MU PHP, Sandro Tonali Bakal Gabung Klub EPL Ini?
Liga Inggris 16 Juni 2026, 17:20
LATEST UPDATE
-
Login! Tottenham Coba Tikung MU untuk Transfer Mateus Fernandes
Liga Inggris 17 Juni 2026, 18:35
-
Bernardo Silva Resmi Gabung Real Madrid
Liga Spanyol 17 Juni 2026, 17:28
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Skotlandia vs Maroko 20 Juni 2026
Piala Dunia 17 Juni 2026, 17:21
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Australia 20 Juni 2026
Piala Dunia 17 Juni 2026, 16:59
-
Catatan Menarik Austria vs Yordania: Arnautovic Cetak Sejarah
Piala Dunia 17 Juni 2026, 15:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28










