Conte Mengaku Sudah Merusak Satu Hal Tabu di Premier League, Apa Itu?
Yaumil Azis | 23 November 2019 23:01
Bola.net - Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, mengklaim bahwa dirinya telah merusak satu hal yang tabu saat melanglang buana di ajang Premier League. Apakah itu?
Seperti yang diketahui, Conte pernah berkiprah di Premier League bersama salah satu klub kuat Inggris, Chelsea. Perjalanannya hanya berlangsung selama dua musim sebelum akhirnya dipecat di musim panas 2018/19 kemarin.
Perjalanannya terbilang cukup apik, meskipun pria berkebangsaan Italia tersebut mendapat banyak kritikan sebelum dipecat. Di musim perdananya, ia langsung menyumbang gelar Premier League kepada klub berjuluk the Blues itu.
Bahkan saat dirinya mendulang banyak kritikan pun, ia tak berhenti menyumbang gelar untuk Chelsea. Ia berhasil mempersembahkan gelar juara FA Cup pada penghujung 2017/18 dengan membantu the Blues menang atas Manchester United pada babak final.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Merusak Satu hal Tabu
Conte datang ke Chelsea dengan membawa pakem tiga pemain bertahan yang telah dipakai semenjak masih menukangi Juventus dulu. Pada masa-masa awal, ada banyak orang yang skeptis dengan skema tersebut.
Namun pada akhirnya itu menjadi sebuah tren dan kini digunakan oleh beberapa klub. Conte merasa bahwa dirinya telah merusak salah satu tabu di ajang Premier League, yakni berkaitan dengan penggunakan skema tiga bek.
"Staf saya beserta saya selalu menjadi subjek dari pembelajaran taktik. Sebelum saya tiba di Chelsea, skema tiga bek di Premier League adalah hal yang tabu. Sekarang ada banyak tim yang menggunakannya," ujar Conte kepada L'Equipe.
"Saya mencoba untuk mengadaptasikan karakteristik pemain yang saya miliki, memanfaatkan kekuatan mereka sebaik mungkin dan meminimalisir kekurangan mereka," lanjutnya.
Formasi yang Berubah-ubah
Skema tiga bek sendiri sebenarnya tidak digunakan oleh Conte sejak awal. Sebelum dirinya bergabung dengan Juventus pada tahun 2011, ia dikenal sering menggunakan formasi menyerang 4-2-4.
Conte sempat menggunakannya dalam beberapa laga awal bersama Juventus. Namun karena kehadiran trio BBC (Barzagli, Bonucci, dan Chiellini) di belakang serta MVP (Marchisio, Vidal, Pirlo) di tengah, Conte pun langsung melakukan perubahan.
"Semuanya selalu bergantung pada pemain yang saya miliki. Di Serie B, saya bermain dengan formasi 4-2-4. Saya mencobanya di Juve juga, namun dengan segera mengubah ke 3-5-2 dan 3-3-4, tergantun interpretasinya," tutupnya.
Sampai sekarang, skema tiga bek ini masih digunakan oleh Antonio Conte bersama Inter Milan. Hasilnya pun cukup baik, di mana klub berjuluk Nerazzurri tersebut kini berada di peringkat kedua Serie A dan terpaut satu angka dari Juventus sang pemuncak klasemen.
(Football Italia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nasib Unik Matthijs de Ligt, Selalu Berganti Pelatih Setiap Musim
Liga Inggris 6 Juni 2026, 22:40
-
Federico Chiesa Buka Peluang Tinggalkan Liverpool
Liga Inggris 6 Juni 2026, 19:25
-
Transfer Ederson ke Manchester United 100 Persen Selesai
Liga Inggris 6 Juni 2026, 19:02
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 22:42
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 22:42
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Monako di Monte Carlo
Otomotif 7 Juni 2026, 22:40
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47












