Crystal Palace Kecewa Berat Usai Dicoret dari Liga Europa 2025/2026: Ketidakadilan yang Mengerikan
Asad Arifin | 12 Juli 2025 08:28
Bola.net - Crystal Palace harus menelan pil pahit jelang bergulirnya musim 2025/2026. Alih-alih tampil di Liga Europa sebagaimana yang diharapkan, The Eagles justru dialihkan ke UEFA Conference League karena dianggap melanggar regulasi kepemilikan multi-klub.
Pada Jumat (11/7/2025), UEFA secara resmi mengumumkan bahwa Palace tidak memenuhi syarat untuk berlaga di Liga Europa musim depan. Keputusan ini diambil setelah ditemukan adanya konflik kepemilikan antara Crystal Palace dan klub asal Prancis, Olympique Lyon.
Kedua tim diketahui berada di bawah kendali pengusaha asal Amerika Serikat, John Textor. Ia tercatat sebagai pemegang saham besar di Crystal Palace, sekaligus memiliki kepemilikan mayoritas di Lyon, yang juga berhak tampil di Liga Europa.
UEFA menilai kondisi tersebut sebagai pelanggaran terhadap aturan kepemilikan ganda, yang melarang dua klub dengan pemilik yang sama untuk bersaing dalam kompetisi Eropa yang sama.
Hari yang Buruk bagi Sepak Bola
Ketua Crystal Palace, Steve Parish, tidak mampu menyembunyikan rasa frustrasinya. Dalam wawancara eksklusif bersama Sky Sports, ia menyebut keputusan UEFA sebagai "ketidakadilan terbesar dalam sejarah sepak bola".
"Kami sangat terpukul. Ini hari yang buruk bagi sepak bola. Ini ketidakadilan yang mengerikan. Saya yakin tidak ada yang ingin melihat ini. Saya rasa UEFA juga tidak ingin melihat ini," ujar Parish dikutip dari BBC Sport.
"Kami telah dicoret dari kompetisi Eropa karena alasan teknis yang paling konyol. Para pendukung semua klub seharusnya bersedih untuk kami."
Parish menolak tudingan bahwa klubnya merupakan bagian dari jaringan multi-klub. Ia bersikeras bahwa Textor tidak memiliki kendali langsung atas manajemen Crystal Palace.
"Semua orang tahu kami bukan bagian dari sistem multi-klub. Kami tidak berbagi staf. Kami terjebak dalam aturan yang tidak dibuat untuk kami," tegas Parish.
"Saya tidak mengerti mengapa panel sampai pada kesimpulan seperti itu. Saya pikir kami telah menunjukkan bahwa John tidak memiliki pengaruh terhadap klub kami. Ini adalah keputusan yang menggelikan. Kami akan meminta pengadilan banding untuk mendengarkan argumen kami."
UEFA Sudah Beri Tenggat, Tapi Palace Tak Bergerak

Sebenarnya, UEFA telah menetapkan batas waktu hingga 1 Maret 2025 bagi klub-klub yang memiliki potensi konflik kepemilikan untuk melakukan restrukturisasi. Namun, Crystal Palace gagal memanfaatkan kesempatan tersebut.
Palace berdalih bahwa John Textor tidak memiliki kontrol yang cukup kuat untuk dianggap melanggar ketentuan kepemilikan bersama. Namun UEFA menolak klaim tersebut.
Akibat keputusan ini, Nottingham Forest, yang finis di peringkat ketujuh Premier League musim lalu—berpeluang besar menggantikan Palace di Liga Europa. Padahal, Palace seharusnya lolos otomatis ke kompetisi tersebut berkat gelar juara Piala FA.
Saat ini, UEFA masih membuka ruang untuk banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), dan Steve Parish memastikan bahwa klubnya akan menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan hak mereka.
Sumber: BBC Sport
Baca Ini Juga:
- Resmi! Crystal Palace Ditendang dari Liga Europa Akibat Konflik Kepemilikan dengan Lyon
- Mengapa Nottingham Forest yang Gantikan Crystal Palace di Liga Europa?
- Liverpool Dapat Lampu Hijau untuk Transfer Marc Guehi?
- Bintang Crystal Palace Ini Luluh dengan Godaan Arsenal
- Liverpool Incar Marc Guehi, Siap Korbankan Winger Muda Ini Dalam Prosesnya
- Arsenal Mulai Jor-Joran Belanja, Seriusi Transfer Eberechi Eze
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Man Utd vs Brentford 28 April 2026
Liga Inggris 26 April 2026, 08:26
-
Arne Slot Sebut Cedera Mohamed Salah Jadi Cerita Musim Liverpool
Liga Inggris 26 April 2026, 06:01
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
Liga Inggris 26 April 2026, 05:56
-
Michael Carrick Puji Peran Besar Bruno Fernandes di Manchester United
Liga Inggris 26 April 2026, 05:30
LATEST UPDATE
-
Keyakinan pada Juventus untuk Amankan Tiket Liga Champions
Liga Italia 26 April 2026, 13:23
-
Hasil Superpole Race Seri 1 Mandalika Racing Series 2026
Otomotif 26 April 2026, 13:00
-
Real Madrid Kehilangan Poin di Menit Akhir, Masalah Lama Muncul Kembali
Liga Spanyol 26 April 2026, 12:57
-
Kenapa Nick Pope Tak Dikartu Merah Usai Menjatuhkan Viktor Gyokeres?
Liga Inggris 26 April 2026, 12:03
-
Hasil Lengkap Thomas Cup dan Uber Cup 2026
Bulu Tangkis 26 April 2026, 11:55
-
Bek Real Madrid Dipastikan Absen di Piala Dunia Akibat Cedera Hamstring
Piala Dunia 26 April 2026, 11:53
-
Kemenangan yang Makin Dekatkan PSG ke Gelar Juara Ligue 1
Liga Eropa Lain 26 April 2026, 10:35
-
Pembalasan Dendam Roma pada Bologna untuk Luka di Liga Europa
Liga Italia 26 April 2026, 10:29
-
Rating Pemain Barcelona Usai Taklukkan Getafe dan Kian Menjauh di Puncak
Liga Spanyol 26 April 2026, 09:53
-
Manchester City Lolos Dramatis ke Final FA Cup, Ambisi Treble Tetap Hidup
Liga Inggris 26 April 2026, 09:41
-
Arsenal Kembali ke Puncak, Tekan Rival dalam Perburuan Gelar
Liga Inggris 26 April 2026, 09:36
LATEST EDITORIAL
-
9 Pelatih Terbaik Chelsea Sejak 2000-an
Editorial 24 April 2026, 15:46
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46




