Dari Havertz, Cech, Hingga Noni Madueke: Arsenal Memang Suka Belanja di Chelsea-Mart
Richard Andreas | 21 Juli 2025 07:50
Bola.net - Arsenal tampaknya tidak bisa menghilangkan kebiasaan lama, yaitu merekrut pemain dari rival sekota, Chelsea. Musim panas ini, The Gunners kembali melakukan hal yang sama, bahkan mendatangkan dua nama.
Sepanjang tiga dekade era Premier League, setidaknya 11 pemain sudah berpindah dari Stamford Bridge ke Emirates Stadium. Tahun ini, Arsenal kembali melanjutkan tradisi dengan merekrut dua nama anyar: Noni Madueke dan Kepa Arrizabalaga.
Musim ini, kehadiran Madueke dan Kepa—keduanya eks Chelsea—langsung jadi topik hangat di kalangan suporter The Gunners. Kepercayaan manajemen terhadap mantan pemain rival memang sering menimbulkan perdebatan.
Sebagian fans lega karena terbukti ada beberapa nama yang justru berhasil, meskipun tak sedikit yang hanya menjadi bintang redup.
Nah paling tidak, ada 5 pemain eks Chelsea yang direkrut Arsenal dan menjalani karier yang menarik di Emirates Stadium. Siapa saja?
Kai Havertz: Sukses Tak Terduga Si Pendatang Baru

Kedatangan Kai Havertz ke Arsenal pada Juni 2023 sempat diiringi rasa skeptis. Biaya 65 juta pounds menjadi harga yang dinilai terlalu mahal untuk pemain yang statusnya masih tanda tanya besar. Banyak yang penasaran, di posisi mana Havertz akan menempati skuad Mikel Arteta.
Namun, Arteta percaya ia bisa memantik kembali potensi Havertz. Sang manajer bahkan meminta suportif untuk sang gelandang asal Jerman itu. Hasilnya, Havertz perlahan menemukan ritme terbaiknya, menjadi salah satu rekrutan terbaik Arsenal dari Chelsea sejauh ini, setidaknya untuk saat ini.
Memang belum ada trofi besar yang diraih, tetapi stabilitas penampilan Havertz memberikan harapan baru bagi anak asuh Arteta.
Jorginho: Si Juru Kunci Lini Tengah

Sekilas, kedatangan Jorginho ke Arsenal pada bursa transfer Januari 2023 justru terlihat seperti pelarian. Pasalnya, target utama Arsenal, Moises Caicedo, lebih memilih Chelsea.
Biar begitu, gelandang asal Italia itu membuktikan kualitasnya. Jorginho langsung mendapat tempat khusus di hati suporter Arsenal setelah aksinya menghajar gawang Emiliano Martinez lewat tembakan ke atas mistar dalam laga kontra Aston Villa.
Gaya permainannya yang tenang dan pengontrolan tempo pertandingan menjadi aset penting tim.
Meski sering bermain sebagai cadangan, Jorginho mampu tampil solid saat dibutuhkan, terutama dalam laga-laga besar seperti lawan Newcastle United dan Liverpool. Ia layak masuk dalam daftar sukses transfer eks Chelsea.
Yossi Benayoun: Pelengkap Skema

Benayoun hadir pasca kekalahan telak 2-8 dari Manchester United. Ia direkrut secara mendadak di bursa transfer akhir Agustus 2011 sebagai bagian dari “trolley dash” Arsenal.
Selama satu musim sebagai pemain pinjaman, Benayoun justru sering dimainkan di laga penting dan bahkan pernah dipercaya menjadi kapten di ajang Carabao Cup kontra Manchester City.
Penampilan Benayoun di laga-laga besar, meski akhirnya tidak membawa trofi, memperkuat kesan bahwa ia adalah pilihan solid di tengah keterbatasan skuad.
David Luiz: Stabilitas di Lini Belakang

Banyak yang mengira David Luiz hanya jadi bencana di Arsenal. Memang, ia rajin dapat kartu merah—tiga kali dalam dua musim.
Namun, di balik semua itu, saat laga penting seperti semifinal dan final Piala FA 2020, David Luiz tampil gemilang. Ia juga berperan penting membawa Arsenal juara di final yang justru ketika mereka mengalahkan mantan klubnya, Chelsea.
Luiz adalah sosok berpengalaman di ruang ganti, juga pemimpin pada momen krusial. Kontribusinya di lini belakang sering luput dari pujian, padahal ia membawa pengaruh besar untuk tim muda saat itu.
Petr Cech: Kiper dengan Hati di Stamford Bridge

Petr Cech tiba di Arsenal pada umur 33 tahun setelah lebih dari satu dekade membela Chelsea. Ia memang masih bisa tampil baik, namun hubungan emosionalnya dengan Chelsea begitu kuat. Ini membuat suporter nggak bisa berharap penuh pada Cech untuk Arsenal.
Setelah pensiun, Cech kembali ke Chelsea hanya dalam 23 hari, tepat setelah kekalahan 4-1 di final Liga Europa 2019. Cerita ini semakin memperteguh kesan bahwa hati Cech memang tetap di Stamford Bridge.
Jangan sampai ketinggalan infonya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gagal Latih MU, Ole Gunnar Solskjaer Bakal Latih Klub EPL Ini?
Liga Inggris 18 Juni 2026, 19:00
-
Selain Mateus Fernandes, MU Juga Kejar Gelandang Premier League Ini?
Liga Inggris 17 Juni 2026, 20:53
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Ekuador vs Curacao
Piala Dunia 21 Juni 2026, 03:14
-
Klasemen F Piala Dunia 2026: Belanda Naik ke Puncak Usai Hancurkan Swedia
Piala Dunia 21 Juni 2026, 03:03
-
Arda Guler Akui Malu Usai Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 03:01
-
Martin Zubimendi Bela Lini Tengah Spanyol Usai Dikritik Main Lambat
Piala Dunia 21 Juni 2026, 02:31
-
Man of the Match Belanda vs Swedia: Cody Gakpo
Piala Dunia 21 Juni 2026, 02:10
-
Kabar Baik untuk Brasil, Cedera Raphinha Diprediksi Tidak Serius
Piala Dunia 21 Juni 2026, 02:01
-
Zlatan Ibrahimovic Yakin Amerika Serikat Mampu Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 00:31
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Jerman vs Pantai Gading
Piala Dunia 21 Juni 2026, 00:08
-
Real Madrid Keluarkan Pernyataan soal Michael Olise
Liga Spanyol 21 Juni 2026, 00:01
-
David Raya Akui Hancur Setelah Arsenal Gagal Juara Liga Champions
Liga Inggris 20 Juni 2026, 23:24
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28









