Dianggap Jelek, Bek Termahal Dunia Ini Ternyata Pernah Ditolak Crystal Palace
Haris Suhud | 30 Desember 2017 11:22
Bola.net - - Bek termahal dunia, Virgil van Dijk, pernah akan gabung dengan Crystal Palace. Namun klub Inggris tersebut menolaknya karena melihat permainannya yang dinilai tidak terlalu bagus.
Pada tahun 2014, Van Dijk masih bermain di Celtic. Saat itu, Palace punya peluang untuk mendatangkannya dengan harga 6 juta pounds. Namun peluang itu mereka campakkan karena Van Dijk dinilai tak cocok bermain di Inggris.
Ketika saya masih di Palace, sulit sekali mendatangkan pemain. Saya mengincar bek tengah di Celtic, Van Dijk, dan mereka menginginkan 6 juta pound. Saya pun mengatakan, 'kita harus merekrutnya, kan? ungkap mantan pelatih Crystal Palace, Neil Warnock, yang saat ini melatih Cardiff City.
Van Dijk dinilai sebagai pemain yang tidak terlalu gesit. Oleh sebab itu, Palace mengurungkan niat untuk mendatangkannya.
Pimpinan pemantau bakat kemudian melihatnya bermain dan kemudian mengatakan, 'Ia tidak terlalu gesit, itu sepakbola Skotlandia'. Itu terjadi sebelum Southampton datang, jelasnya.
Setelah itu, Van Dijk pun gabung dengan Southampton dengan harga 13 juta pounds pada tahun 2015. Liverpool kemudian baru saja menebusnya dengan harga 75 juta pounds sebagai pemain belakang termahal dunia saat ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Pertandingan All England 2026, 3-8 Maret 2026
Bulu Tangkis 6 Maret 2026, 09:16
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 6 Maret 2026, 08:55
-
Berapa Uang yang Didapat Juventus Jika Aston Villa Menebus Douglas Luiz?
Liga Italia 6 Maret 2026, 08:36
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
Liga Inggris 6 Maret 2026, 07:51
-
Bagaimana Nasib Rodrygo di Real Madrid usai Cedera Lutut Serius?
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:53
-
Real Madrid Mau Rekrut Vitinha? Lupakan Saja!
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37















