Dua Laga Imbang Tanpa Gol, Arsenal Lagi-Lagi Lewatkan Kesempatan

Richard Andreas | 19 Januari 2026 15:01
Dua Laga Imbang Tanpa Gol, Arsenal Lagi-Lagi Lewatkan Kesempatan
Pemain Arsenal, Gabriel Martinelli (kiri), berebut bola dengan pemain Nottingham Forest, Ola Aina, pada laga Liga Inggris di City Ground, Nottingham, Sabtu (17/1/2026) (c) AP Photo/Dave Shopland

Bola.net - Arsenal kembali gagal memaksimalkan peluang untuk menjauh di puncak klasemen. Dua hasil imbang tanpa gol secara beruntun membuat langkah mereka dalam perburuan gelar terasa tertahan.

Gelar juara Liga Inggris memang baru ditentukan pada musim semi. Namun, jalan ke sana sering kali dibentuk di musim dingin, dan hal itu dipahami betul oleh Arsenal di bawah kendali Mikel Arteta.

Advertisement

Keunggulan Arsenal di puncak klasemen memang masih terjaga. Namun, hasil imbang tanpa gol melawan Liverpool dan Nottingham Forest meninggalkan rasa tidak tuntas.

Alih-alih memperlebar jarak secara signifikan dari para pesaing, Arsenal justru kembali dihadapkan pada pertanyaan lama: sejauh mana mereka mampu mengendalikan tekanan mental, terutama saat bermain tandang.

1 dari 6 halaman

Keunggulan Puncak yang Tak Sepenuhnya Dimanfaatkan

Keunggulan Puncak yang Tak Sepenuhnya Dimanfaatkan

Aksi gelandang Arsenal, Declan Rice saat melawan Nottingham Forest di Liga Inggris. (c) AP Photo/Dave Shopland

Hasil imbang melawan Forest membuat Arsenal hanya menambah dua poin dari dua laga terakhir. Jarak dengan Manchester City memang melebar menjadi tujuh poin, tetapi situasinya terasa setengah kosong.

City sebelumnya kehilangan poin saat ditahan Brighton dan kalah dalam derby Manchester. Momentum itu seharusnya menjadi peluang emas bagi Arsenal untuk memberi tekanan psikologis lebih besar dalam persaingan gelar.

Namun, dua laga tanpa gol justru memunculkan perasaan “seharusnya bisa lebih”. Arteta sejak awal musim menekankan bahwa setiap pekan adalah ujian konsistensi. Realitas di lapangan menunjukkan ujian itu belum selalu terlewati dengan sempurna.

2 dari 6 halaman

Detail Kecil dan Kehilangan Ketenangan di City Ground

Detail Kecil dan Kehilangan Ketenangan di City Ground

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta bereaksi saat melawan Nottingham Forest di lanjutan Liga Inggris, 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Shopland

Arteta secara khusus menyoroti penguasaan emosi timnya saat bermain tandang, terutama ketika pertandingan mulai berjalan tidak sesuai rencana. Menurutnya, Arsenal kurang tenang dalam dua hingga tiga sentuhan awal setelah merebut bola.

Ia menilai pendekatan Forest sangat berbeda dibanding Liverpool. Arteta menyebut timnya kekurangan ketenangan untuk menempatkan bola di area yang tepat agar bisa mengendalikan permainan.

Momen-momen kecil memperjelas frustrasi tersebut. Kesalahan pengambilan keputusan di lini tengah, hingga bola yang dibuang tanpa tekanan, memancing reaksi keras Arteta di pinggir lapangan. Itu menjadi cermin betapa krusialnya kontrol emosi dalam laga-laga seperti ini.

3 dari 6 halaman

Rekam Jejak Tandang Arsenal

Rekam Jejak Tandang Arsenal

Selebrasi skuad Arsenal dalam laga versu Chelsea di semifinal Carabao Cup 2025/2026, Kamis (15/1/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Dalam beberapa musim terakhir, peningkatan performa tandang menjadi salah satu fondasi Arsenal sebagai penantang gelar. Musim 2022-23 menjadi titik balik dalam hal tersebut.

Musim ini, Arsenal memang telah memenangi enam dari 11 laga tandang liga. Namun, ketenangan yang dulu menjadi ciri khas belum sepenuhnya terasa. Mereka kerap tertinggal lebih dulu dan hanya sekali menang dengan selisih dua gol atau lebih.

City Ground sendiri menyimpan memori yang kurang menyenangkan. Dari tersingkir di Piala FA 2021-22 hingga kekalahan yang membantu Manchester City mengunci gelar pada Mei 2023, Forest berulang kali menjadi pengingat rapuhnya Arsenal dalam laga-laga penuh tekanan.

4 dari 6 halaman

Tumpul di Depan, Perubahan Dini Arteta

Dalam pertandingan ketat seperti ini, peran penyerang untuk menjadi pembeda sangat penting. Gabriel Martinelli kerap melakukannya musim ini, tetapi kali ini gagal memaksimalkan peluang.

Viktor Gyokeres juga tidak mampu menciptakan ruang tembak bersih, meski situasi serupa sering ia manfaatkan di klub sebelumnya. Arteta membaca tanda bahaya itu lebih cepat dari biasanya.

Perubahan dilakukan lebih awal. Leandro Trossard masuk di awal babak kedua, disusul tiga pergantian pemain sebelum satu jam laga berjalan, termasuk Bukayo Saka dan Gabriel Jesus. Respons memang muncul, tetapi kiper Forest tampil sigap meredam ancaman.

5 dari 6 halaman

Langkah Arsenal di Tengah Tekanan Gelar

Arteta merasa timnya layak mendapat penalti di akhir laga. Namun, ia juga mengakui Arsenal tidak sepenuhnya mampu menjauhkan diri dari tekanan Forest. Ia menyebut hasil ini sebagai langkah kecil, bukan lompatan besar.

Menurutnya, setiap pekan tetap menjadi peluang untuk memperkuat posisi. Kemenangan akan membawa Arsenal ke situasi yang jauh lebih menguntungkan, tetapi kali ini mereka hanya melangkah sedikit dari yang diharapkan.

Nada serupa terasa dari tribun tamu. Nyanyian pendukung Arsenal terdengar lebih tegang daripada penuh perayaan. Ada kesadaran bahwa tim ini mendekat ke tujuan, tetapi belum melangkah tegas.

6 dari 6 halaman

Ujian Berikutnya bagi Mental Juara Arsenal

Ini menjadi kali pertama musim ini Arsenal kehilangan poin dalam dua laga liga beruntun. Arteta dan para pemain kini menghadapi tugas penting: memastikan dua hasil imbang tanpa gol ini hanyalah pengecualian.

Sejarah menunjukkan rangkaian hasil imbang serupa pernah menjadi penghambat Arsenal dalam perburuan gelar. Kini, dengan posisi masih di puncak klasemen, tantangannya bukan hanya soal taktik, tetapi juga ketahanan mental.

Musim 2025-26 memang belum ditentukan. Namun, dua malam tanpa gol ini menjadi pengingat bahwa gelar juara sering kali ditentukan oleh cara sebuah tim merespons tekanan, bukan semata oleh jarak poin di klasemen.

LATEST UPDATE