Efek Magis Michael Carrick: MU Menang Terus, Dejavu Era Solskjaer Terulang, Layak Dipermanenkan?
Afdholud Dzikry | 10 Februari 2026 11:19
Bola.net - Manchester United kembali menunjukkan taringnya di kompetisi Premier League. Di bawah asuhan pelatih interim Michael Carrick, Setan Merah sukses meraih kemenangan keempat secara beruntun.
Terbaru, mereka sukses membungkam Tottenham Hotspur dengan skor meyakinkan 2-0. Hasil ini membuat publik Old Trafford kembali tersenyum lebar.
Efek magis Carrick seolah membawa angin segar bagi skuad yang sempat terpuruk. Kemenangan demi kemenangan diraih dengan permainan yang lebih taktis dan terukur.
Namun, tren positif ini memunculkan pertanyaan besar bagi manajemen klub. Apakah Carrick layak dipermanenkan sebagai pelatih kepala musim depan?
Sentuhan Taktik Jenius

Kemenangan atas Spurs bukan sekadar keberuntungan semata. Carrick melakukan perubahan taktis yang terbukti sangat efektif di lapangan.
Ia berani mendorong pemain cepat seperti Amad Diallo dan Bryan Mbeumo lebih ke depan. Pergerakan mereka di sisi sayap sukses merepotkan pertahanan lawan.
Tak hanya itu, posisi Matheus Cunha juga diubah menjadi lebih sentral. Ia diduetkan dengan Bruno Fernandes di posisi nomor 10 dalam durasi yang lama.
Eksperimen ini terbukti jitu menghidupkan lini serang Man United. Variasi serangan mereka menjadi jauh lebih berbahaya dibandingkan era pelatih sebelumnya.
Statistik Expected Goals (xG) menunjukkan dominasi mutlak MU atas Spurs (1.26 berbanding 0.04). Carrick sukses memaksimalkan potensi skuadnya dengan cerdas.
Trauma Era Solskjaer
Meski performa tim sedang on fire, bayang-bayang masa lalu masih menghantui. Situasi Carrick saat ini sangat mirip dengan awal kedatangan Ole Gunnar Solskjaer.
Kala itu, Solskjaer juga berstatus caretaker dan sukses memenangkan 14 dari 19 laga awalnya. Ia bahkan sempat mencatatkan delapan kemenangan beruntun yang fenomenal.
Namun, performa MU justru merosot tajam setelah Solskjaer dipermanenkan. Manajemen tentu tak ingin blunder sejarah itu terulang kembali.
Omar Berrada dan Jason Wilcox diharapkan tetap objektif dalam mencari manajer baru. Mereka harus melakukan proses seleksi yang ketat dan profesional.
Carrick tentu boleh mengajukan diri jika ia menginginkannya. Namun, kinerjanya harus dinilai setara dengan kandidat pelatih top lainnya.
Bantuan Kartu Merah Romero
Tak bisa dipungkiri, kemenangan MU juga terbantu oleh ketimpangan jumlah pemain. Tottenham harus bermain dengan 10 orang di sebagian besar pertandingan.
Cristian Romero kembali berulah dengan menerima kartu merah keenamnya sejak bergabung dengan Spurs. Aksi tidak perlu sang kapten merugikan timnya sendiri.
Meski melawan 10 pemain, kredit tetap layak diberikan kepada Carrick. Ia mampu menginstruksikan timnya untuk terus menekan dan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
United tidak mengendurkan serangan meski sudah unggul. Mentalitas killer instinct inilah yang lama hilang dari skuad Setan Merah.
Kini, fans MU berharap tren positif ini terus berlanjut hingga akhir musim. Carrick telah membuktikan kapasitasnya, setidaknya untuk saat ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Duel Pramusim Leeds United vs Manchester United Digelar di Croke Park?
Liga Inggris 2 April 2026, 05:19
LATEST UPDATE
-
Chelsea Catatkan Kerugian Terbesar dalam Sejarah Premier League
Liga Inggris 2 April 2026, 06:00
-
Iliman Ndiaye Siap Buka Hati untuk Manchester United?
Liga Inggris 2 April 2026, 05:25
-
Duel Pramusim Leeds United vs Manchester United Digelar di Croke Park?
Liga Inggris 2 April 2026, 05:19
-
Stok Bek Kiri Timnas Indonesia Melimpah, John Herdman Punya Banyak Opsi
Tim Nasional 1 April 2026, 21:42
LATEST EDITORIAL
-
Tanpa Italia hingga Nigeria, Ini Tim Besar yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 1 April 2026, 08:21
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45










