Everton vs Man City: Gagal Menang, Tapi Ada 1 Hal yang Bikin Pep Guardiola Bangga
Afdholud Dzikry | 5 Mei 2026 04:59
Bola.net - Manajer Josep Guardiola memilih melihat sisi positif setelah Manchester City bermain imbang 3-3 di kandang Everton. Hasil ini memang membuat City tertinggal lima poin dari Arsenal, tetapi Guardiola justru terkesan dengan respons timnya di momen sulit. Ia menilai kemampuan mengejar ketertinggalan di menit akhir menunjukkan kekuatan mental para pemain.
Laga di Hill Dickinson Stadium, Selasa (5/5/2026) dini hari berlangsung penuh tensi dan sempat menguras emosi Guardiola di pinggir lapangan. City awalnya tampil dominan dan sempat unggul, namun situasi berubah hingga mereka tertinggal dua gol. Di bawah tekanan suporter tuan rumah, City tetap bertahan dan akhirnya menyamakan skor lewat gol Jeremy Doku di masa injury time.
Guardiola mengakui hasil ini bukan skenario ideal dalam perburuan gelar. Namun, ia tetap bangga melihat reaksi tim setelah melakukan kesalahan yang berujung gol lawan. Menurutnya, semangat menyerang hingga detik terakhir merupakan identitas utama City.
Meski peluang juara tidak sepenuhnya berada di tangan sendiri, Guardiola menilai satu poin ini tetap penting. Ia melihat laga tersebut memberi pelajaran tentang cara menghadapi tekanan fisik yang intens. Kini, fokusnya beralih pada menjaga konsistensi permainan di sisa musim Premier League.
Pujian untuk Karakter Tim

Dalam wawancara usai laga, Guardiola menyoroti karakter para pemainnya yang tidak mudah goyah. Saat tertinggal 3-1 di kandang lawan, situasi jelas tidak menguntungkan bagi tim mana pun. Namun, Erling Haaland dan rekan-rekannya tetap tenang dan terus menekan hingga mencetak dua gol balasan di fase akhir.
Bagi Guardiola, kemampuan bangkit dari tekanan menunjukkan bahwa timnya masih memiliki ambisi besar. Ia tidak ingin larut dalam kekecewaan karena kehilangan poin penuh. Hasil imbang ini justru ia lihat sebagai gambaran tim dengan mental bertarung yang kuat.
"Ini lebih baik daripada kalah. Hasil ini menunjukkan tim seperti apa mereka (Manchester City) sebenarnya," ujar Josep Guardiola dengan nada bangga.
Sorotan pada Performa Individu Doku

Guardiola juga memberi perhatian khusus kepada Jeremy Doku yang tampil menonjol sepanjang pertandingan. Pemain asal Belgia itu menjadi ancaman utama, terutama saat tim membutuhkan gol di menit krusial. Pergerakan dari sisi kiri dinilai sangat efektif berkat kontribusinya.
City sempat kesulitan memaksimalkan peluang di babak kedua, tetapi peran Doku tetap terlihat jelas. Guardiola menilai alur permainan tim sebenarnya sudah berjalan baik, meski hasil akhir belum maksimal. Kehadiran Doku disebut mampu membuka ruang di tengah kebuntuan taktik.
"Secara umum kami bagus dalam proses permainan kami. Kami sampai di sisi kiri dan Doku tampil sangat luar biasa. Sayangnya kami tidak bisa memanfaatkannya dengan maksimal, terutama seperti yang kami lakukan di babak pertama," ucap Guardiola.
Tetap Berjuang Hingga Akhir Musim
Menatap sisa musim, Guardiola memilih bersikap realistis sekaligus optimistis. Ia memahami posisi Arsenal kini lebih diunggulkan dalam perebutan gelar. Meski begitu, ia menegaskan bahwa City tidak akan berhenti menekan hingga akhir kompetisi.
Guardiola juga mengingatkan bahwa laga tandang di Premier League selalu menghadirkan tantangan berbeda. Ia memastikan timnya akan terus bersiap di setiap pertandingan selama peluang masih ada. Baginya, persaingan belum selesai sampai laga terakhir dimainkan.
"Kami mengambil satu poin ini dan sampai semuanya berakhir, kami akan terus melanjutkannya. Everton di kandang mereka sendiri selalu sulit untuk dihadapi," pungkas manajer asal Spanyol tersebut.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Virgil van Dijk Sebut Musim Liverpool Tidak Dapat Diterima
Liga Inggris 5 Mei 2026, 01:00
-
Man of the Match Chelsea vs Nottingham Forest: Taiwo Awoniyi
Liga Inggris 4 Mei 2026, 23:43
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain yang Bisa Dibeli Kembali Real Madrid Musim Panas Ini
Editorial 4 Mei 2026, 22:18
-
5 Pemain yang Bisa Dilepas Arsenal demi Menangi Perburuan Julian Alvarez
Editorial 30 April 2026, 15:52












