Evolusi Declan Rice di Arsenal: Dari No 6 Jadi 'Mr Everything' Andalan Arteta
Richard Andreas | 4 Desember 2025 01:46
Bola.net - Declan Rice tiba di Arsenal pada musim panas 2023 dengan reputasi sebagai gelandang bertahan kelas atas. Namun, Mikel Arteta sudah melihat sesuatu yang berbeda, sesuatu yang lebih besar dari sekadar pemain nomor enam tradisional.
Dua setengah tahun berselang, keyakinan itu terbukti. Rice berkembang menjadi sosok serbabisa yang keberadaannya mengubah cara Arsenal bermain. Mulai dari distribusi, tekanan ke depan, hingga set-piece, ia berkembang jauh lebih cepat dari ekspektasi awal.
Arteta bahkan menyebutnya sebagai 'lighthouse', gambaran tentang pemain yang memberi arah dan kejelasan bagi tim. Julukan itu bukan sekadar metafora, tetapi cerminan dari peran Rice yang kini menjadi pusat denyut permainan Arsenal.
Peran Multifungsi dan Evolusi Permainan

Arsenal memahami sejak awal bahwa Rice bukan pemain yang bisa dikotakkan dalam satu tugas. Pada enam bulan pertama, ia lebih sering ditempatkan sebagai gelandang bertahan.
Namun, memasuki paruh kedua musim debutnya, Rice didorong lebih tinggi sebagai gelandang box-to-box dan mulai memperlihatkan pengaruh yang berbeda.
Pergantian peran itu dibarengi peningkatan kontribusi dari bola mati. Sejak menjadi penendang set-piece pada Januari 2024, ia mencatat sejumlah assist hingga akhirnya mencetak dua gol tendangan bebas melawan Real Madrid pada Maret, salah satunya masuk nominasi Penghargaan Puskas 2025.
Selain kemampuan teknis, perkembangan Rice terlihat dari mobilitas, keberanian membangun serangan, hingga kemampuannya menempati ruang baru setelah kedatangan Martin Zubimendi. Di usia 26 tahun, ia terus menambah lapisan dalam permainannya dari musim ke musim.
Kepercayaan Penuh dari Arteta

Arteta tidak hanya terpikat oleh kualitas teknis Rice, tetapi juga karakter dan keberadaannya di ruang ganti. Dalam konferensi pers sebelum laga melawan Brentford, Arteta menjelaskan mengapa ia melihat Rice sebagai 'lighthouse'.
“Ini seseorang yang memberi titik fokus, kejelasan dan arah kepada semua orang,” ujar Arteta. “Anda cukup melihatnya dan tahu ke mana harus melangkah. Ia punya aura dan karakter untuk memainkan peran itu.”
Sang manajer menegaskan bahwa peran itu diperoleh lewat sikap, performa, dan konsistensi yang selalu berada pada level tertinggi. Bahkan ketika tidak mengenakan ban kapten, Rice tetap menjadi figur sentral dalam kelompok kepemimpinan tim.
Hal itu tampak jelas ketika ia untuk pertama kalinya mengenakan ban kapten Arsenal dalam kemenangan 3-1 atas Bayern Munich di Liga Champions. Hanya 13 menit memimpin, tetapi performanya mencerminkan tanggung jawab besar yang ia emban.
Kepemimpinan dan Konsistensi

Rice bukan satu-satunya sosok berpengaruh di tim. Odegaard adalah kapten resmi, sementara Saka, Gabriel, dan Mikel Merino juga beberapa kali menjadi pemimpin di lapangan. Namun konsistensi Rice menjadikannya elemen penting dalam stabilitas Arsenal.
Pada pramusim tahun ini, Rice mengakui bahwa ia memulai musim sebelumnya dengan lambat sebelum akhirnya menemukan ritme selepas pergantian tahun.
Beban kerja yang dikelola dengan baik oleh staf pelatih membuatnya tetap segar di momen penting dan membantu mempertahankan performanya hingga akhir musim.
Arteta percaya bahwa versi terbaik Rice masih akan terus berkembang. “Ketika melihatnya setiap hari, saya tahu kami akan mendapatkan lebih banyak lagi,” kata sang pelatih. “Ia terus berubah, tim mengenalnya lebih baik, dan dampaknya sangat besar.”
Detail Kecil dan Ambisinya
Evolusi Rice tidak hanya soal taktik dan posisi. Ia juga bereksperimen dengan lemparan ke dalam jarak jauh, sesuatu yang menjadi sorotan jelang laga melawan Brentford. Saat dibandingkan dengan andalan Brentford, Michael Kayode, Arteta menegaskan bahwa perbandingan itu tidak perlu dibesar-besarkan.
“Segalanya harus berkembang,” ujar Arteta. “Hal ini tidak terjadi dalam semalam. Semua harus dilatih, disesuaikan, dan pemain juga harus percaya.”
Menurut Arteta, Rice punya kualitas untuk menjadi apa pun yang ia kejar. “Ketika Anda melihat Declan, ia bisa melakukan hampir semua yang Anda butuhkan.”
Arsenal tidak menginginkan Rice menjadi spesialis lemparan jauh. Fokusnya adalah menjadikan gelandang Inggris itu sebagai figur sentral yang mampu mempengaruhi pertandingan dari berbagai aspek.
Perkembangan Rice dari tahun ke tahun menjadi bagian penting dalam upaya Arsenal mengejar gelar yang belum juga diraih dalam beberapa musim terakhir.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Tempat Menonton Arsenal vs Brentford: Jadwal dan Link Streaming
- Inilah PR yang Harus Dibereskan Tim Big 6 Liga Inggris di Bursa Transfer Januari 2026
- Tempat Menonton Arsenal vs Brentford Malam Ini: Kick-off Jam 02.30 WIB, Tayang di TV Mana? Cek di Sini!
- Arsenal dan Liverpool Mundur dari Perburuan Rodrygo
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mikel Arteta akui Mansfield Buat Arsenal Menderita
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:27
-
Saingi MU, Liverpool Juga Incar Bintang Juventus Ini di Musim Panas 2026
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:51
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59
LATEST UPDATE
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20
-
Barcelona Bekuk Athletic Bilbao dalam Kondisi Kelelahan Berat!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:49
-
Menang dan Clean Sheet Lawan Athletic Bilbao, Bos Barcelona Full Senyum!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:38
-
Hasil Juventus vs Pisa: Pesta Gol Bianconeri di Allianz Stadium
Liga Italia 8 Maret 2026, 05:23
-
Man of the Match Athletic Bilbao vs Barcelona: Lamine Yamal
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:05
-
Kalah dari Chelsea, Wrexham Sesalkan Kartu Merah di Penghujung Laga
Liga Inggris 8 Maret 2026, 04:11
-
Man of the Match Wrexham vs Chelsea: Alejandro Garnacho
Liga Inggris 8 Maret 2026, 03:48













