Gabriel Martinelli, Bukti Bahwa Arsenal Harus Fokus ke Metode Pencarian Bakat?
Richard Andreas | 24 Januari 2020 02:00
Bola.net - Gabriel Martinelli merupakan salah satu kejutan menyenangkan untuk fans Arsenal musim ini. Bocah 18 tahun asal Brasil ini tampil melampaui ekspektasi, dia bisa diandalkan ketika Arsenal kesulitan.
Tercatat, Martinelli telah mencetak 10 gol di semua kompetisi musim ini. Torehan ini jelas impresif, mengingat awalnya dia didatangkan untuk bergabung dengan akademi The Gunners.
Mikel Arteta, Pierre-Emerick Aubameyang, dan analis Premier League beramai-ramai memuji Martinelli. Arsenal layak dipuji karena bisa mendatangkan pemain potensial yang sudah membuktikan kemampuannya.
Uniknya, proses perekrutan Martinelli terbilang klasik di dunia sepak bola modern ini. Apa maksudnya? Baca halaman berikutnya ya, Bolaneters!
Pemandu Bakat
Menurut Goal internasional, Martinelli adalah produk dari pemandu bakat the Gunners, Francis Cagigao. Nama Francis mungkin tidak terlalu dikenal, tapi dialah kepala rekrutmen internasional Arsenal.
Di era sepak bola modern, pekerjaan rekrutmen sebenarnya sudah dipermudah dengan adanya agen sepak bola. Profesi pemandu bakat mulai tersisih, sebab klub bisa menghubungi agen tertentu untuk mendapatkan pemain yang sesuai dengan kriteria mereka.
Kendati demikian, menggunakan agen tidak selalu tepat, meski jelas yang paling mudah. Pada kasus Martinelli, Arsenal menggunakan cara-cara lama untuk mengubek-ubek sepak bola Brasil dan menemukan bibit muda bernama Martinelli.
Betapa tidak, satu tahun yang lau mungkin tidak ada yang mengenal nama Martinelli. Dia merupakan bocah yang bermain untuk Ituano, klub Brasil yang jelas tidak sebesar Santos atau Flamengo.
Salah Satu Keputusan Terbaik Arsenal?
Selain status bermain untuk klub kecil, bakat Martinelli pun terus diragukan. Dia tidak sehebat Vinicius Junior atau Rodrygo Goes, yang bisa mencuri perhatian Real Madrid.
Martinelli bahkan pernah berlatih bersama akademi Manchester United, bahkan main bareng Mason Greenwood. Dia juga pernah merasakan latihan bersama akademi Barcelona, La Masia yang begitu terkenal..
Biar begitu, MU dan Barcelona mengabaikan Martinelli begitu saja. Dua klub besar ini tidak tertarik, bahkan mungkin sudah melupakan Martinelli.
Arsenal, diam-diam, tanpa pendekatan apa pun, tiba-tiba bergerak cepat mendatangkan Martinelli. Enam bulan kemudian, Martinelli mungkin merupakan salah satu keputusan transfer terbaik Arsenal.
Cara Konvensional
Pembuktian Martinelli ini seharusnya mengingatkan Arsenal bahwa menggunakan cara-cara konvensional untuk mendatangkan pemain tidak selalu buruk. Martinelli adalah bukti kecerdikan pemandu bakat mereka.
Sulit menilai berapa besar nilai jual Martinelli sekarang, tapi jelas jauh lebih mahal dari 6 juta poundsterling yang dikeluarkan Arsenal musim panas lalu. Dari sisi bisnis, transfer seperti ini juga menguntungkan.
Alhasil, mengingat skuad Arsenal yang sekarang masih perlu diperbaiki, mungkin Mikel Arteta bakal meminta pemandu bakat Arsenal untuk menemukan calon bintang lainnya yang siap memberikan kejutan.
Sumber: Goal
Baca ini juga ya!
- Gabriel Martinelli Diklaim Bakal Jadi Striker Masa Depan Arsenal
- Lini Pertahanan Menyedihkan, Arsenal Didesak Segera Beli Bek Baru
- Dani Ceballos Bulatkan Tekad Tinggalkan Arsenal
- Inikah Pengganti Pierre-Emerick Aubameyang di Skuat Arsenal?
- Gabriel Martinelli Dilirik Real Madrid, Arsenal Siapkan Gaji 3 Kali Lipat
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
LATEST UPDATE
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




