Gabriel Martinelli Sempat Tolak Tawaran Klub Premier League Sebelum Gabung Al-Hilal

Aga Deta | 25 September 2026 17:46
Gabriel Martinelli Sempat Tolak Tawaran Klub Premier League Sebelum Gabung Al-Hilal
Ekspresi Gabriel Martinelli usai mencetak gol kemenangan Brasil atas Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026, Selasa (30/6/2026) (c) AP Photo/Ashley Landis

Bola.net - Gabriel Martinelli ternyata sempat mendapat tawaran dari sejumlah klub Premier League sebelum meninggalkan Arsenal dan bergabung dengan Al-Hilal. Agen sang pemain, Marcos Casseb, mengungkap bahwa Martinelli juga memiliki opsi dari beberapa klub Eropa sebelum akhirnya memilih melanjutkan karier di Arab Saudi.

Martinelli meninggalkan Arsenal setelah tujuh tahun memperkuat klub asal London tersebut. Pemain asal Brasil itu langsung menunjukkan kemampuan beradaptasi bersama Al Hilal dengan mencetak hat-trick pada pertandingan ketiganya di Liga Pro Saudi.

Advertisement

Keputusan meninggalkan Arsenal diambil setelah Martinelli menutup periode panjangnya bersama The Gunners. Ia pergi setelah membantu Arsenal menjuarai Premier League musim 2025/2026 dan mengakhiri kiprahnya dengan catatan 62 gol dari 278 penampilan.

Casseb menyebut kepindahan tersebut juga berkaitan dengan keinginan Martinelli untuk mencari suasana baru. Al-Hilal akhirnya menjadi pilihan setelah proyek yang ditawarkan klub Arab Saudi itu dianggap menarik bagi sang pemain.

1 dari 3 halaman

Martinelli Dapat Tawaran dari Klub Premier League

Martinelli tidak kekurangan pilihan ketika memutuskan meninggalkan Arsenal. Menurut Casseb, sejumlah klub dari berbagai kompetisi Eropa sempat mengajukan tawaran untuk mendapatkan pemain berusia 25 tahun tersebut.

Namun, Martinelli akhirnya tidak memilih tawaran dari Inggris maupun Eropa. Ia ingin mendapatkan lingkungan baru setelah menjalani periode panjang bersama Arsenal dan kemudian tertarik dengan proyek Al-Hilal.

"Apakah dia mendapat tawaran? Ya, dia mendapatkannya. Kami mendapat tawaran dari klub-klub Italia, kami mendapat tawaran dari klub-klub Jerman dan kami mendapat tawaran dari klub-klub Premier League lainnya, tetapi saat itu saya pikir dia membutuhkan dan juga ingin menjernihkan pikirannya, untuk berganti suasana," kata Casseb.

"Dia bergabung dengan klub terbesar di Asia untuk menjadi bagian dari proyek yang sangat ambisius. Itu adalah tren dalam sepak bola Arab saat ini, mereka sedang mengubah cara mereka merekrut pemain," lanjut Casseb.

2 dari 3 halaman

Proyek Al Hilal Menarik Perhatian Martinelli

Pilihan Martinelli untuk melanjutkan karier di Arab Saudi tidak lepas dari proyek yang sedang dibangun Al Hilal. Casseb melihat perubahan pendekatan dalam perekrutan pemain sebagai salah satu faktor yang membuat sepak bola Arab semakin menarik.

Al-Hilal disebut berupaya menurunkan rata-rata usia pemain di kompetisi domestik. Menurut Casseb, arah tersebut membuat proyek yang ditawarkan klub semakin menarik bagi pemain seperti Martinelli.

"Mereka sudah berusaha melakukan hal itu, yakni menurunkan rata-rata usia liga, dan proyek mereka telah menarik banyak perhatian," ujar Casseb.

Martinelli juga meninggalkan Arsenal setelah periode yang dinilai tepat bagi kedua pihak untuk mengakhiri kerja sama. Menurut sang agen, perubahan besar yang terjadi di Arsenal turut menjadi pertimbangan dalam keputusan tersebut.

3 dari 3 halaman

Martinelli Pergi setelah Bawa Arsenal Juara

Martinelli menutup kariernya di Arsenal dengan pencapaian penting. Ia menjadi bagian dari skuad yang mengangkat trofi Premier League pada akhir musim 2025/2026 setelah sebelumnya menjadi bagian dari perjalanan panjang klub tersebut.

Casseb menilai kepergian Martinelli merupakan keputusan yang menguntungkan kedua pihak setelah Arsenal menjalani proses perubahan besar. Ia juga menyoroti nilai ekonomi yang diberikan sang pemain kepada klub sebelum pergi.

"Arsenal menjalani restrukturisasi besar-besaran dan tahun lalu mereka memenangkan Liga Inggris. Kami merasa sudah waktunya bagi dia untuk melanjutkan karier, dan klub juga melihatnya dengan cara yang sama. Itu adalah kepergian yang sangat baik bagi dia dan Arsenal," tutur Casseb.

"Selain semua hal lainnya, dia juga menjadi penjualan terbesar dalam sejarah Arsenal dan dia tetap membantu Arsenal menghasilkan banyak uang dari kepergiannya," pungkas Casseb.

Sumber: The Sun

LATEST UPDATE