Gak Jadi ke Europa League, MU Bakal Temani Chelsea di Confrence League di Musim 2024/2025?
Serafin Unus Pasi | 29 Mei 2024 07:10
Bola.net - Ada kabar buruk datang bagi Manchester United. Setan Merah terancam 'terdegradasi' ke UEFA Confrence League pada musim depan.
Seperti yang sudah diketahui, MU secara dramatis berhasil lolos ke Liga Europa. Tiket ini mereka dapatkan dengan mengalahkan Manchester City di final FA Cup pada akhir pekan kemarin.
MU yang gagal lolos ke kompetisi Eropa via Premier League sangat bersuka cita atas kelolosan mereka ini. Namun Setan Merah berpotensi bakal gigit jari.
The Telegraph melaporkan bahwa Setan Merah berpotensi bakal bermain di UEFA Confrence League alih-alih di Europa League. Mengapa MU tersenggol ke kompetisi kasta ketiga Eropa itu?
Simak penjelasannya di bawah ini.
Faktor Kepemilikan

Menurut laporan tersebut, tersisihnya MU ke UEFA Confrence League dikarenakan Co-owner mereka, Sir Jim Ratcliffe.
Pengusaha tajir itu saat ini juga memiliki klub lain di Prancis, yaitu OGC Nice. Nice kebetulan finish di peringkat lima Ligue 1 dan mendapatkan tiket ke Europa League.
UEFA memiliki aturan bahwa dua tim yang berada dalam kepemilikan yang sama tidak boleh bermain di kompetisi Eropa karena itu berpotensi terjadinya 'main mata' antara kedua klub dan juga bagaimana adanya kecondongan pemilik ke salah satu klub, sehingga asas fair play jadi ternoda.
MU yang Tersenggol

Lalu mengapa Manchester United yang tersenggol ke Confrence League dan bukannya Nice?
Dalam aturan UEFA dijelaskan bahwa jika ada dua klub dari kepemilikan yang sama, maka tim yang finish di peringkat lebih rendah maka dia yang akan tergeser.
Nice finish di peringkat lima klasemen akhir Ligue 1. Sementara MU hanya mampu finish di peringkat delapan Premier League.
Berdasarkan aturan itu, maka MU-lah yang harus rela jatahnya di Europa League diambil dan digantikan dengan jatah bermain di Conference League.
Bisa Banding

Namun kabar baiknya, INEOS dan Manchester United bisa melakukan banding ke UEFA agar MU bisa berlaga di Europa League bersama Nice.
Belajar dari kasus RB Leipzig dan RB Salzburg, kedua tim yang berada di bawah Red Bull itu bisa bermain di kompetisi Eropa yang sama. Namun syaratnya kedua klub ini harus bisa menunjukkan kedua tim ini tidak saling terikat.
Dalam artian, Salzburg dan Leipzig harus punya manajemen yang berbeda dan juga dewan direksi yang berbeda. Sehingga tidak ada satupun personil yang bisa mengambil keputusan penting di dua klub yang berbeda tersebut.
Jadi jika INEOS bisa membuktikan kepada panelis UEFA bahwa MU dan Nice tidak memiliki keterikatan satu sama lain, maka kedua klub itu bisa bermain di kompetisi Europa League di musim depan.
Deadline Mendekat

Namun laporan yang sama mengklaim bahwa Manchester United dan INEOS tidak punya banyak waktu untuk mempersiapkan laporan ke UEFA.
UEFA dikabarkan sudah menetapkan deadline laporan tersebut pada Senin, 2 Juni 2024 mendatang. Setan Merah dan INEOS harus menyetorkan bukti-bukti yang menunjukkan mereka tidak saling terkait.
Nantinya bukti-bukti itu akan dipelajari dan dinilai oleh panelis independen UEFA untuk menentukan apakah kedua tim ini saling terkait atau tidak.
Klasemen Premier League
(The Telegraph)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
LATEST UPDATE
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

