Gerrard-Lampard Dukung Teknologi Garis Gawang di EPL
Editor Bolanet | 12 April 2013 15:00
- Dua gelandang veteran timnas , Steven Gerrard dan Frank Lampard menyerukan dukungan, terkait teknologi garis gawang di Premier League musim depan.
Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa sejak musim 2013/14 pihak FA berencana mulai menerapkan teknologi tersebut di liga. Dengan teknik Hawkeye, mereka berharap dapat menghindarkan wasit dari tekanan yang berlebihan.
Selain itu, The Three Lions juga memiliki pengalaman buruk, sebelum ide teknologi garis gawang dicetuskan. Gol Lampard pada Piala Dunia 2010 silam ke gawang tak diakui, kendati dalam tayang ulang terlihat jelas bola sudah melewati garis gawang Manuel Neuer.
Teknik Hawkeye sendiri diumumkan sebagai sistem yang akan digunakan di Premier League, di mana penonton televisi dan pengunjung stadion bisa langsung menyaksikan replay, sementara wasit bisa menentukan keputusan.
Bagi Lampard, ini merupakan langkah positif yang ditempuh Inggris, dalam memajukan kualitas sepakbola Premier League.
Ini adalah hal yang sangat baik bagi sepakbola. Saya pikir ini adalah sebuah contoh. Hal ini akan menjadi faktor yang menyenangkan saat digunakan, dan akan memberi anda jawaban yang benar. Di level ini kami membutuhkannya, karena sangat penting, ujar midfielder asal .
Senada dengan Lampard, skipper dan timnas Inggris juga berpendapat positif terkait teknologi ini. Menurutnya, keberadaan teknologi akan mempersempit keberadaan kesalahan dalam mengambil keputusan.
Saya mendukung penuh. Sepakbola telah menjadi begitu penting, karenanya sebuah keputusan besar haruslah benar. Wasit butuh pertolongan, karena mustahil jika seluruh keputusannya diambil dengan benar. Teknologi garis gawang akan mengeliminasi kesalahan di pertandingan. (espn/atg)
Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa sejak musim 2013/14 pihak FA berencana mulai menerapkan teknologi tersebut di liga. Dengan teknik Hawkeye, mereka berharap dapat menghindarkan wasit dari tekanan yang berlebihan.
Selain itu, The Three Lions juga memiliki pengalaman buruk, sebelum ide teknologi garis gawang dicetuskan. Gol Lampard pada Piala Dunia 2010 silam ke gawang tak diakui, kendati dalam tayang ulang terlihat jelas bola sudah melewati garis gawang Manuel Neuer.
Teknik Hawkeye sendiri diumumkan sebagai sistem yang akan digunakan di Premier League, di mana penonton televisi dan pengunjung stadion bisa langsung menyaksikan replay, sementara wasit bisa menentukan keputusan.
Bagi Lampard, ini merupakan langkah positif yang ditempuh Inggris, dalam memajukan kualitas sepakbola Premier League.
Ini adalah hal yang sangat baik bagi sepakbola. Saya pikir ini adalah sebuah contoh. Hal ini akan menjadi faktor yang menyenangkan saat digunakan, dan akan memberi anda jawaban yang benar. Di level ini kami membutuhkannya, karena sangat penting, ujar midfielder asal .
Senada dengan Lampard, skipper dan timnas Inggris juga berpendapat positif terkait teknologi ini. Menurutnya, keberadaan teknologi akan mempersempit keberadaan kesalahan dalam mengambil keputusan.
Saya mendukung penuh. Sepakbola telah menjadi begitu penting, karenanya sebuah keputusan besar haruslah benar. Wasit butuh pertolongan, karena mustahil jika seluruh keputusannya diambil dengan benar. Teknologi garis gawang akan mengeliminasi kesalahan di pertandingan. (espn/atg)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kalah dari Chelsea, Wrexham Sesalkan Kartu Merah di Penghujung Laga
Liga Inggris 8 Maret 2026, 04:11
-
Man of the Match Wrexham vs Chelsea: Alejandro Garnacho
Liga Inggris 8 Maret 2026, 03:48
LATEST UPDATE
-
Milan Punya 'Semangat Sergio Ramos' Saat Tumbangkan Inter di Derby
Liga Italia 9 Maret 2026, 09:31
-
Inter Kalah dari Milan: Memang Sulit, tapi Tenang Masih Unggul 7 Poin!
Liga Italia 9 Maret 2026, 09:00
-
Man of the Match laga Milan vs Inter: Pervis Estupinan
Liga Italia 9 Maret 2026, 05:05
-
Hasil Milan vs Inter: Derby della Madonnina Milik Rossoneri
Liga Italia 9 Maret 2026, 04:51
-
Daniele De Rossi Lukai AS Roma: Genoa Menang 2-1 dan Guncang Il Lupi
Liga Italia 9 Maret 2026, 03:06
-
Persib vs Persik: Maung Bandung Hanya Ingin Menang
Bola Indonesia 9 Maret 2026, 01:00















