Guardiola Jadikan MU Sebagai Contoh Kegagalan
Richard Andreas | 12 Februari 2022 10:30
Bola.net - Josep Guardiola tidak mau jadi pelatih besar kepala dan bersantai di balik kesuksesannya. Dia tahu Manchester City sekarang sangat kuat, tapi segalanya bisa berubah dengan cepat.
Sekarang Man City layak dianggap sebagai salah satu tim terbaik di dunia. Mereka mulai naik ke level top ketika mengalahkan MU dalam persaingan jadi juara Premier League tahun 2012 lalu.
Sejak saat itu Man City terus berkembang. Mereka terus finis di atas MU setiap tahunnya dan telah membungkus empat trofi Liga Inggris berikutnya.
Perkembangan Man City kian pesat begitu ditangani oleh Guardiola. Musim ini, Guardiola menuju kesuksesan keempatnya dalam lima tahun melatih Man City.
Bisa seperti MU
Dominasi dan kekuatan Man City hampir tidak bisa disaingi, mereka selalu konsisten bersaing di level top dari tahun ke tahun. Dominasi Man City sekarang hampir sama seperti dominasi MU di era Ferguson.
Kendati demikian, Guardiola justru menggunakan MU sebagai contoh. Mungkin sekarang timnya sangat kuat, tapi segalanya bisa berubah dengan cepat.
"Bertahun-tahun lalu MU mengontrol liga ini tanpa pesaing: Saat itu bisakah Anda membayangkan bahwa mereka kan melewati delapan musim tanpa juara?" tanya Pep.
"Adakah seseorang di negara ini yang berpikir ancaman itu bisa terjadi? Faktanya, sekarang hal itu terjadi."
Man City bisa jadi korban
Intinya, Guardiola tahu timnya menghadapi ancaman yang sama seperti MU. Sekarang mereka mungkin sedang sangat kuat, tapi segalanya bisa berubah dalam waktu singkat.
"Dan jika hal itu bisa terjadi pada MU, itu pun bisa terjadi pada kami besok. Bukan musim depan, benar-benar besok," sambung Pep.
"Hal itu bisa terjadi, karena sepak bola sangat sulit dan tidak bisa diprediksi, karena manusia tidaklah sempurna. Kami tidak sempurna, jadi masalah seperti itu bisa terjadi," tandasnya.
Klasemen Liga Inggris
Sumber: Manchester City
Jangan lewatkan ini Bolaneters!
- Terkejut Lihat Luis Diaz Tampil Apik di Laga Debutnya? Sama, Jurgen Klopp Juga!
- Katanya Pernah Konflik dengan Lampard di Chelsea? Alonso Akhirnya Buka Suara
- Kacau! Asisten Rangnick Tidak Dipercaya Pemain MU, Malah Diejek Mirip Ted Lasso
- De Gea Cerita Soal Hal yang Perlu Dicontoh dari Ronaldo, Pemain MU Wajib Tahu
- Manchester United Terus-terusan Bapuk, David de Gea: Kayaknya Kami Diguna-guna
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
LATEST UPDATE
-
Prediksi Susunan Pemain Inter vs Arsenal, Lautaro Martinez Jadi Tumpuan Nerrazurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 00:36
-
Prediksi Susunan Pemain Arsenal Lawan Inter: Bakal Ada Rotasi di Semua Lini
Liga Champions 21 Januari 2026, 00:22
-
Prediksi Bayern vs Union Saint-Gilloise 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:28
-
Prediksi Atalanta vs Athletic Club 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:24
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06










