Jurgen Klopp Keluhkan Jadwal Padat Boxing Day: Itu Kriminal!
Asad Arifin | 26 Desember 2019 10:25
Bola.net - Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, mengeluhkan jadwal padat yang harus dihadapi timnya pada Boxing Day. Bahkan, Jurgen Klopp menyebut bermain dua kali dalam tiga hari termasuk dalam kategori kriminal.
Liverpool memang dihadapkan pada jadwal yang begitu pada pada akhir tahun 2019. Liverpool baru saja pulang dari Qatar. Mereka memainkan dua pertandingan di Piala Dunia Antarklub 2019.
Pulang dari Qatar, Liverpool lantas dihadapkan pada jadwal yang sangat padat. Mereka harus bermain sehari pasca Natal. Premier League kini tengah memasuki periode sibuk yang lebih dikenal dengan Boxing Day.
Banyak manajer, terutama yang berasal dari luar Inggris, mengeluhkan jadwal padat di Boxing Day. Namun, pihak Premier League tetap menggelar Boxing Day. Sebab, ini sudah masuk dalam tradisi sepak bola Inggris.
Jadwal Padat Layaknya Kriminal
Liverpool akan berjumpa Leicester City pada Jumat (27/12/2019) dini hari WIB. Setelah itu, The Reds bakal kembali bermain pada Minggu (29/12/2019) malam WIB dengan menjamu Wolves. Jadwal yang sungguh pada bagi Liverpool.
"Tidak ada manajer yang bermasalah bermain di Boxing Day, tetapi bermain pada tanggal 26 [waktu setempat] dan 28 adalah kriminal. Sama sekali tidak bagus," kata Jurgen Klopp dikutip dari Sportsmole.
"Tahun ini kami bermain tanggal 26 dan 29 dan ini seperti liburan. Saya mengerti semua yang mengatakan itu seharusnya tidak terjadi. Mereka tidak mengeluh," tambah pria asal Jerman.
Setelah dua laga padat paca Natal dan jelang tahun baru, Liverpool masih punya dua laga yang digelar berdekatan. Liverpool akan berjumpa Sheffield pada Jumat (3/1/2020) dan Everton pada Minggu (5/1/2010). Lagi-lagi, Liverpool memainkan dua laga dalam tiga hari.
Jurgen Klopp: Percuma Mengeluh

Jurgen Klopp sudah berulang kali protes dengan jadwal padat Boxing Day. Dia juga bukan satu-satunya manajer yang mengeluhkan. Louis van Gaal juga pernah protes. Begitu juga dengan banyak manajer non-Inggris lainnya.
"Kita bisa mengatakan apa yang kita inginkan tetapi tidak ada yang mendengarkan. Tubuh membutuhkan waktu tertentu untuk pergi lagi. Itu adalah sains. Tapi kami mengabaikan itu sepenuhnya."
"Saya memahami setiap manajer yang mengeluhkan kondisi ini dari waktu ke waktu - atau hampir selalu, tetapi orang lain harus memutuskan itu," ucap mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut.
Sumber: Sportsmole
Baca Ini Juga:
- Jika Tinggalkan Manchester United, Nemanja Matic Bisa Berlabuh ke 3 Klub Ini
- Januari Harga Turun, Manchester United Kejar Kalidou Koulibaly
- Latih Liverpool, Jurgen Klopp Merasa jadi Pria Paling Beruntung di Dunia
- Catatan Unbeaten Liverpool Diprediksi Berakhir di Kandang Leicester
- Arsenal Berambisi Bajak Wonderkid Manchester United, Siapakah Dia?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59
-
Krisis Memanas, Tottenham Bisa Jadi Favorit Kena Degradasi!
Liga Inggris 7 Maret 2026, 14:34
LATEST UPDATE
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20
-
Barcelona Bekuk Athletic Bilbao dalam Kondisi Kelelahan Berat!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:49
-
Menang dan Clean Sheet Lawan Athletic Bilbao, Bos Barcelona Full Senyum!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:38
-
Hasil Juventus vs Pisa: Pesta Gol Bianconeri di Allianz Stadium
Liga Italia 8 Maret 2026, 05:23
-
Man of the Match Athletic Bilbao vs Barcelona: Lamine Yamal
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:05
-
Kalah dari Chelsea, Wrexham Sesalkan Kartu Merah di Penghujung Laga
Liga Inggris 8 Maret 2026, 04:11
-
Man of the Match Wrexham vs Chelsea: Alejandro Garnacho
Liga Inggris 8 Maret 2026, 03:48













